
SELAMAT MEMBACA✨
Jangan Lupa Like dan Komen nya💖✨
_
_
_
"Apa aku bisa bicara sebentar dengan mu di luar?" ujar Zev menatap Ceyda.
"Baiklah" ujar Ceyda dengan mengangguk dan mengikuti Zev dari belakang keluar dari ruangan Ayah Bryan.
Mereka berdua pun duduk di kursi yang terletak didepan ruangan Ayah Bryan.
"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Ceyda membuka suara lebih dulu.
Zev menatap Ceyda.
"Aku ingin membicarakan mengenai sesuatu pada mu" ujar Zev dengan masih menatap Ceyda.
"Mengenai apa? jika mengenai uang yang untuk membayar hutang aku akan mengembalikan nya pada mu" ujar Ceyda.
"Bukan mengenai hal itu, ini mengenai pernikahan, aku ingin menanyakan secara langsung padamu"
"Bagaimana keputusan mu?" tanya Zev.
"Aku masih memikirkan nya" ujar Ceyda.
"Baiklah, bagaimana jika kita menikah secara kontrak saja kita menikah selama satu tahun, kau tidak perlu membayar uang yang di gunakan untuk membayar hutang dan aku juga mendapatkan keuntungan untuk bisa memenuhi keinginan Oma dan Ziva, kita akan sama-sama memiliki keuntungan kan, bagaimana? kau harus menyetujui nya karena aku tidak suka penolakan!" tawar Zev dengan di bumbui kata pemaksaan.
Ceyda pun terdiam dengan penuturan Zev.
"Yah itu cukup menguntungkan, jika menikah hanya dalam satu tahun maka setelah itu rencana selesai dan aku bisa kembali ke Rendy kan" gumam Ceyda dalam hati.
"Bagaimana? apa kau menyetujui nya?" tanya Zev.
__ADS_1
"Baiklah aku menyetujui nya" ujar Ceyda mengangguk.
Zev pun mengangguk dan menunjuk kan senyum nya yang sangat sedikit itu sampai-sampai Ceyda tidak melihat nya.
"Baiklah jika itu keputusan mu, nanti aku akan membuat surat kontrak pernikahan nya, dan jangan beritahu hal ini kepada siapa pun terutama pada Oma dan Ziva atau pada kedua orang tua mu, hanya kita berdua yang tahu" ujar Zev tegas.
"Oke" ujar Ceyda.
"Apa ada yang ingin dibicarakan lagi? jika tidak aku akan masuk" ujar Ceyda.
"Oh iya aku akan memberitahu kan mengenai persetujuan mu untuk menikah dengan ku pada Oma" ujar Zev.
"Baiklah terserah tuan saja" ujar Ceyda kemudian beranjak pergi meninggalkan Zev di luar dan memasuki ruangan Ayah Bryan.
"Akhirnya kau mau menyetujui untuk menikah dengan ku karena aku tidak suka penolakan" gumam Zev dalam hati.
Karena hari sudah larut malam, Zev dan Ziva pun memutuskan untuk pulang. Dan Ayah Bryan pun sudah sadar karena pengaruh obat bius.
"Kak Cey, Tante dan Om kita pamit pulang dulu ya" pamit Ziva pada mereka.
"Iya baiklah nak sekali lagi terimakasih atas bantuan nya nak, dan hati-hati dijalan" ujar Ibu Aylin tersenyum.
"Iya sama-sama Om dan tante" ujar Ziva.
Kemudian Ziva dan Zev mencium tangan Ayah dan Ibu Ceyda lalu pergi meninggalkan rumah sakit itu.
-
-
-
Mobil yang dikendarai Zev pun telah sampai di kediaman Winston.
Begitu Zev dan Ziva memasuki rumah langsung disambut oleh Oma Laura yang sudah sedari tadi menunggu di ruang keluarga bersama Meta ibu tiri nya.
"Nak kenapa kalian baru pulang ketika sudah larut malam begini, apa ada masalah nak?" tanya Oma Laura khawatir.
__ADS_1
Zev dan Ziva pun mencium tangan Oma Laura dan Ibu Meta tapi hanya Ziv saja tidak dengan Zev.
"Tadi kami pergi ke rumah kak Cey Oma, tadi nya aku iseng saja ingin mengunjungi rumah kak Cey tapi malah di rumah kak Cey terjadi masalah" ujar Ziva.
Sedangkan Zev sudah berlalu ke atas menaiki tangga menuju kamar nya untuk membersihkan diri dan mengistirahatkan tubuh nya.
"Masalah? masalah apa yang terjadi nak?" tanya Oma Laura penasaran.
"Tadi tuh ada kaya rentenir gitu nagih hutang ke rumah kak Cey padahal Om dan Tante tidak memiliki hutang sama sekali" jelas Ziva sambil duduk dan memakan cemilan nya dengan menjelaskan kejadian tadi kepada Oma nya.
"Kenapa bisa seperti itu ya" ujar Oma nya.
"Entahlah Oma mungkin ada yang berhutang tapi menggunakan data diri Om Bryan" ujar Ziva.
"Mungkin saja mereka berhutang namun tidak memiliki uang untuk membayar jadi berkilah jika tidak memiliki hutang" ujar Ibu Meta dengan santai.
"Meta jaga ucapan mu, jangan bicara seperti itu" ujar Oma Laura sambil menggelengkan kepala.
Sedangkan Ziva sudah biasa dengan perilaku Ibu tiri nya itu.
"Lalu bagaimana dengan keadaan keluarga Ceyda, mereka baik-baik saja kan?" tanya Oma khawatir.
"Tadi Om Bryan pingsan karena dia mengalami syok berat, Om terkejut dengan nominal hutang itu padahal Om tidak memiliki hutang pada siapa pun tapi di berkas itu tertera nama Om Bryan, jadi Om Bryan syok sampai pingsan terus tadi sama kak Zev dibawa ke rumah sakit, dan sekarang Om Bryan menjalani rawat inap di rumah sakit" jelas Ziva panjang lebar.
"Ya tuhan, besok Oma akan menjenguk Ayah nya Ceyda, kamu temani Oma ya nak setelah pulang kuliah" ujar Oma Laura.
"Okey siap Oma" ujar Ziva.
.
.
.
Tbc
Semoga suka bacanya ya✨
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Komen nya 💖