
"Atau jangan-jangan kakak terpesona ya dengan kecantikan kak Cey?" goda nya sambil menaik turunkan alis nya.
"Untuk apa, lagian dia bukan tipe ku" jawab Zev sambil berlalu menuju kamarnya.
"Dasar menyebalkan, sekarang aja bilang nya gitu awas aja nanti kalo kakak suka pada kak Cey" sungut Ziva pada kakak nya.
"Sudahlah Ziva kau selalu saja menggoda kakak mu itu" ujar Oma nya sambil berlalu masuk ke dapur.
___
Keesokan harinya.
Hari berjalan seperti biasanya, semua orang selalu di sibuk kan dengan pekerjaan nya masing-masing.
Winston Group.
Seorang model cantik berjalan dengan seksinya memasuki perusahaan tersebut. Apalagi tujuan nya selain menemui kekasih hati yaitu Presdir Winston Group tidak lain tidak bukan Zev lah yang akan ditemui nya.
Jessica melangkah memasuki perusahaan itu dengan gaya angkuh nya tanpa mau melirik ke kanan dan ke kiri, dia berjalan dengan dagu terangkat menunjuk kan sikap sombong nya.
__ADS_1
Yah walaupun posisi dia hanya baru kekasih Zev saja ups lebih tepat nya pemuas ranjang nya.
Sebenarnya Jessica mencintai Zev presetan dengan kontrak, karena Zev dan Jessica menjadi kekasih hanya sebatas kontrak saja karena sama-sama saling membutuhkan namun dalam surat perjanjian itu Jessica tidak boleh menaruh perasaan apapun dalam menjalin hubungan dengan Zev.
Karena yang hanya di hati Zev sampai saat ini hanya lah Riva mantan tunangan nya yang sudah tiada itu. Zev bersifat seperti itu karena dia adalah korban dari penghianatan mantan tunangan nya itu sehingga menjadikan Zev hanya menganggap wanita sebagai mainan nya saja tidak lebih.
Walaupun dia telah di hianati oleh Riva tidak menutup kemungkinan dia masih memendam perasaan cinta nya pada wanita itu sampai sekarang. Meskipun setelah hari paling membahagiakan dimana dihari setelah pertunangan nya dengan Riva, Zev memergoki kekasihnya itu sedang bercumbu dengan pria lain. Namun sampai sekarang Zev masih sangat mencintai mantan tunangan nya itu.
Zev memperlakukan Jessica seperti itu karena dia memandang remeh wanita, tentunya selain Ibu, Oma dan Adiknya. Orang yang paling mereka sayangi itu.
Yah memang Zev selalu bermain-main dengan wanita manapun setelah kepergian Riva. Karena baginya semua wanita sama saja menjijikan.
Jessica memasuki lift menuju ruangan sang Presdir. Dia tidak sabar untuk bertemu sekaligus bercumbu dengan kekasih nya itu.
Ting
Pintu lift terbuka.
Dia langsung memasuki ruang Presdir melewati begitu saja sekertaris Presdir itu.
__ADS_1
Ceklek
Terlihat lah Zev yang sedang berhadapan dengan berkasnya.
Tanpa babibu lagi Jessica langsung menyambar bibir Zev.
Zev hanya biasa saja tidak terkejut karena ini merupakan hal yang sering dilakukan wanita itu.
"Ayolah honey kenapa kau hanya sibuk bekerja terus, setidaknya luangkan waktu sedikit saja untuk ku" Jessica meraba-raba dada bidang Zev.
"Apa kau tidak melihat aku sedang sibuk"
"Setidaknya jangan menuntut apapun dari ku, ingat perjanjian kita!"
"Ingat kau tidak berhak menuntut apapun!" tegas Zev.
"Yaya baiklah maafkan aku honey" Jessica tetap pada aktivitasnya meskipun terdengar nyeri di hati kala terus diingat kan dengan perjanjian yang mereka sepakati.
Tbc
__ADS_1