Pria Aroganku

Pria Aroganku
Penilaian Dari Zev


__ADS_3

Kemudian mereka berempat makan cake itu dengan tenang.


"Bagaimana kak rasa cake buatan ku dan kak Cey?" tanya Ziva pada kakak nya itu sambil menaik turun kan alisnya.


Zev menatap adik nya yang begitu antusias menunggu penilaian darinya.


"Hem enak" ujar Zev.


"Hanya itu? ih kak Zev tidak asik, setidaknya beri nilai dong dari 1-10 untuk ku dong!" Ziva menatap kakak nya sambil cemberut.


"Hum baiklah adik ku, nilainya 8" ujar Zev menatap Ziva yang masih cemberut itu.


"Wah serius kak? Yeyyy" ujar nya sambil memeluk kakak nya.


Sedangkan Ceyda dan Nyonya Laura ikut tersenyum melihat tingkah Ziva yang masih seperti anak kecil.


"Kak bagaimana dengan kak Ceyda?" tanya Ziva.


"Apanya?" Zev mengerut kan alis nya zaw dengan pertanyaan adiknya.


"Bagaimana dengan kak Ceyda dia sangat cantik bukan?"


"Apalagi dia sangat pantai membuat cake sama seperti Ibu dulu" goda Ziva sambil menaik turun kan alisnya.


"Apa maksudmu?" tanya Zev menautkan alisnya.


"Ish kakak tentu saja aku tanya bagaimana penilaian cake buatan kak Cey" ujar Ziva.


"Oh i-itu, sama dengan mu" ujar Zev tiba-tiba gugup.


"Ceilah kakak kenapa gugup seperti itu hum?" goda nya pada Zev.

__ADS_1


"Berhenti menggoda kakak mu itu Ziva" ujar Oma menggeleng kan kepala nya.


"Nak Ceyda maafkan kelakuan cucu saya ya" ujar Nyonya Laura sambil tersenyum.


"Tidak apa nyonya" ujar Ceyda tersenyum manis.


"Maaf nyonya karena ini sudah selesai saya langsung izin pulang saja ya karena sudah malam" pamit Ceyda tersenyum.


"Yah kak Cey padahal baru sebentar disini, bagaimana kalo setiap seminggu sekai kak Cey mau ya untuk mengajari ku membuat cake bersama lagi"


"Pliss kak Cey" pinta Ziva dengan mata yang berbinar.


"Iya nak, kamu sering-sering saja kesini untuk mengajari Ziva membuat cake, sekaligus biar rumah ini ramai dan Ziva ada teman nya" ujar Nyonya Laura.


"Mmmm..." Ceyda berfikir.


"Aku mohon ya kak plisss..." pinta Ziva lagi.


"Yey asik terimakasih kak Cey" ujar Ziva sambil memeluk Ceyda.


Zev hanya memperhatikan tingkah kedua perempuan itu yang terlihat sangat akrab padahal baru pertama kalinya mereka bertemu.


"Kau mau pulang sekarang nak?" tanya Nyonya Laura.


"Iya nyonya" jawab Ceyda mengangguk.


"Tapi ini sudah malam, lebih baik kau diantar saja ya"


"Zev antar nak Ceyda pulang kerumahnya" perintah Nyonya Laura pada Zev.


"Eh tidak perlu nyonya saya bisa pulang sendiri" jawab Ceyda tak enak hati.

__ADS_1


"Ayolah kak Cey biar kak Zev yang antar kakak ya?" pinta Ziva.


"Tidak usah Ziva lagian saya bawa motor sendiri jadi tidak perlu untuk diantar" ujar Ceyda.


"Baikalh kalau begitu saya permisi nyonya" ujar Ceyda.


"Iya hati-hati nak"


"Kak Cey hati-hati jangan lupa kesini lagi minggu depan ya kak" ujar Ziva dengan wajah ceria nya.


"Iya Ziva" Ceyda tersenyum tulus menatap Ziva.


Sedangkan Zev dia sedari tadi hanya memandang senyum tulus gadis cantik itu.


Ceyda pun berlalu dan pergi meninggalkan rumah mewah tersebut dan pulang menuju rumahnya.


"Kak Zev kenapa melihat kak Ceyda seperti itu si?" tanya sang adik dengan mata curiga.


"Tidak ada" Zev memalingkan wajah nya.


"Atau jangan-jangan kakak terpesona ya dengan kecantikan kak Cey?" goda nya sambil menaik turunkan alis nya.


"Untuk apa, lagian dia bukan tipe ku" jawab Zev sambil berlalu menuju kamarnya.


.


.


.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2