
SELAMAT MEMBACA SEMOGA SUKA DENGAN CERITANYA💖
.
.
.
Yang biasanya dia dengan mudah meminta di puaskan oleh wanita lain, tapi kini berbeda dia harus meminta izin dulu pada istrinya itu untuk memberikan hak nya walaupun harus mendapatkan penolakan dan harus menunggu dulu, dia akan dengan sabar menunggu nya.
Ceyda pun langsung ikut memejamkan mata nya kala mendengar suara dengkuran halus suaminya yang menandakan dia telah tertidur. Walaupun merasa sedikit risih dengan pelukan suaminya tapi dia harus membiasakan ini bukan.
.
.
Satu minggu kemudian..
Keesokan paginya, Ceyda telah terbangun kala matanya terkena sinar matahari yang lewat melalui celah korden yang ada di kamar mewah berkesan maskulin itu.
Ya sudah satu minggu dia tidur di ranjang milik pria arogan dan maskulin ini yang sekarang sudah berstatus sebagai suami nya kini.
Kala dia menggeliatkan badan nya, merasakan sesuatu berat yang ada di atas perutnya. Lalu dia melihat ke arah perut nya, yah seperti biasanya tiga hari belakangan ini ketika dia terbangun selalu ada yang memeluk nya dari belakang, siapa lagi jika bukan suaminya ini.
"Tuan" ujar Ceyda dengan mengusap lengan Zev yang melingkar indah di perut nya, karena posisi Ceyda membelakangi Zev.
"Hm" gumam Zev yang hanya menyahut dengan sedikit menggeliat.
"Sudah pagi, bukankah tuan akan berangkat ke kantor?" tanya Ceyda pelan.
"Biar begini sebentar, aku masih mengantuk" ujar Zev.
"Lagi pula bisnisku tidak akan bangkrut hanya dengan tidak atau terlambat pergi bekerja" ujar Zev sambil mengirup dalam aroma ceruk leher istrinya di pagi hari.
__ADS_1
"Humm benar juga" ujar Ceyda sedikit berfikir, karena memang benar adanya bisnis keluarga Winston memanglah besar dan kaya raya sampai tujuh turunan atau mungkin belasan turunan, itu yang dia tahu dari internet yang pernah dia baca.
Jadi benar juga tidak masalah kan jika Zev terlambat atau bahkan sehari saja tidak pergi bekerja. Toh tidak akan secepat itu bangkrut dan dia juga ingin tau sekaya apa sih pria yang baru saja menjadi suaminya ini.
Ceyda terdiam menunggu dan membiarkan suaminya puas memeluk nya dan terbangun.
5 menit...
10 menit...
15 menit...
Sampai..
30 menit.
"Tuan" ucap nya lagi sambil mengusap lengan suaminya karena dia sudah membiarkan terlalu lama sampai setengah jam kemudian.
Ya walaupun sering di ingatkan oleh Zev dan Oma jika sudah ada maid yang memasak jadi dia hanya perlu mengatur dan memerintah nya saja untuk membantu tanpa harus ikut memasak.
Padahal dirinya tidak ingin seperti itu, rasanya di rumah ini selama menjadi istri dia belum menyentuh dapur sama sekali untuk memasak.
"Hum" gumam Zev.
"Ini sudah terlalu siang, bangun lah tuan, aku tidak enak dengan oma dan yang lain nya" ujar Ceyda pelan.
"Huh baiklah" ujar Zev sambil beranjak bersandar di kepala ranjang.
"Ayo tuan bersiaplah ini sudah terlalu siang" ujar Ceyda lagi.
"Morning kiss dulu" ujar Zev dengan nada memaksa.
Ceyda dengan terpaksa pun melakukan nya agar cepat mereka bersiap.
__ADS_1
Cup
"Sudah kan? Ayo bersiap tuan" ujar Ceyda setelah memberikan kecupan di pipi suaminya.
"Bukan di pipi tapi di bibir, cepat!" tegas Zev yang tidak suka jika hanya di cium di pipi, dia padahal selalu meminta di bibir.
Dengan penuh kesabaran Ceyda menuruti nya tanpa protes seperti sebelum-sebelum nya.
Cup
Zev pun menahan tengkuk Ceyda dan memberi ******* yang dalam.
"Segeralah bersiap juga, kita akan pindah ke mansion pribadi ku hari ini" ujar Zev dengan beranjak dari tidur nya.
"Hari ini?" tanya Ceyda.
"Iya" ujar Zev lalu memasuki kamar mandi untuk bersiap.
.
.
.
Tbc
Jangan lupaa guyss💙✨
Like
Komen
Vote sebanyaknya💖
__ADS_1