Pria Aroganku

Pria Aroganku
Memuji


__ADS_3

"Iya Oma karena hari ini pekerjaan ku tidak terlalu banyak seperti kemarin" jawab Zev.


"Sibuk kerjaan atau sibuk sama kak Jessi" tanya nya curiga sambil memicingkan mata pada kakaknya.


"Sepertinya udah ada yang move on nih dari kak Alya" imbuh Ziva.


"Heh anak kecil tau apa kau hah" ujar Zev tersenyum sambil mengacak-acak rambut Ziva.


"Ish kakak rambutku jadi kusut" sungutnya marah.


"Kakak menyebalkan!" Ziva berkata sambil cemberut.


"Sudah-sudah kenapa malah jadi bertengkar" ujar sang Oma menengahi sambil menggelengkan kepala.


"Itu kakak menyebalkan Oma" adunya manja pada sang Oma.


"Iyaiya kaka minta maaf Ziva ku yang lucu" goda Zev pada adiknya.


"Baiklah aku akan memaafkan kak Zev jika kakak membelikan ku sepeda motor ya kak, kan aku sudah memiliki SIM, boleh ya kak?" bujuknya dengan mata berbinar.


"Huft baiklah akan ku beli kan asal kau mendapat nilai ulangan yang bagus mulai besok" ujarnya sambil menepuk pelan kepala adiknya.


"Serius kak? yesss terimakasih kakak ku" girang nya sambil memeluk Zev.


Dan Zev hanya tersenyum dengan tingkah adik kesayangan nya ini.

__ADS_1


"Zev makan lah ini tadi Oma membeli Cake di kedai cake langganan Oma" ujar Oma.


Lalu Zev mengambil cake itu dan memakan nya, namun Zev mengerutkan alisnya.


"Ini rasanya mirip seperti cake buatan Ibu dulu" gumam Zev dalam hati.


"Enak kan Zev cake nya?" tanya sang Oma.


"Iya Oma ini cake nya sangat enak rasa manis nya juga pas, mirip seperti cake buatan Ibu dulu" puji Zev.


Oma dan Ziva berubah menjadi sendu.


"Ya kau benar Zev, cake ini rasanya mirip dengan buatan ibumu makanya Oma suka membeli cake di kedai itu" Ujar Oma dengan tersenyum.


"Oma sering-sering beli cake ini yang banyak ya oma biar bisa ngobatin rindu ke Ibu dengan makan cake ini" pinta Ziva dengan tersenyum sendu.


Zev segera memeluk adiknya itu yang sepertinya teringat dan rindu pada Ibu.


Lalu Zev pamit pada Oma dan Ziva untuk ke kamar nya.


"Oma aku mandi dulu"


"Baiklah nak, setelah mandi turun lah dan makan malam"


"Baik oma"

__ADS_1


Zev berlalu menaiki tangga menuju kamarnya. Dan Oma hanya tersenyum menatap punggung kekar cucu laki-laki satu-satunya itu.


Cucu laki-laki yang memiliki bahu yang kuat setelah kehancuran keharmonisan keluarganya sewaktu dia remaja. Zev hanya menyayangi keluarganya saja, sekarang hanya tinggal ada Oma dan adiknya saja tidak dengan yang lain, maka dari itu dia hanya bisa tersenyum kepada Oma dan Ziva adiknya.


Disisi lain dibalik tangga didepan kamar bawah Meta yang tadinya akan ikut bergabung diruang keluarga hanya terdiam setelah mendengarkan pembicaraan meraka.


Dia merasakan iri kembali karena mendiang istri pertama suaminya itu selalu lebih unggul dan mendapat pujian dari siapapun dari pada dirinya padahal dia telah tiada.


"Kenapa kau selalu saja lebih beruntung dari ku Lyana" gumamnya dengan tersenyum kecut.


Lalu Meta kembali kekamarnya untuk meratapi nasib nya yang selalu saja seperti itu.


Setelah masuk kedalam kamar, Meta hanya terdiam dan menatap foto mendiang suaminya ayahnya Zev dan Ziva.


"Mike apa yang harus kulakukan, agar Zev mau mengakui sebagai ibunya juga, setelah kesalahan dimasa lalu yang pernah kulakukan" gumamnya dengan meneteskan air mata.


"Hanya Ziva yang mau menerimaku walapun hanya menganggap ku sebagai Mama nya saja"


Meskipun dia memiliki sikap yang jahat tapi Meta hanya ingin Zev menganggapnya sebagai ibunya saja tidak lebih. Karena dia menyayangi Zev dengan tulus. Juga karena agar dia bisa merasakan kembali memiliki putra nya.


.


.


.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2