Pria Aroganku

Pria Aroganku
Masih Bimbang


__ADS_3

"Bukan begitu by, aku sangat mencintaimu jadi ku mohon kamu mau ya menikah dengan nya demi diriku, seperti perkataan ku tadi setelah kamu bercerai dan mendapatkan bukti maupun informasi kamu kembalilah padaku nanti kita bisa kan untuk menikah" ujar nya meyakin kan Ceyda.


"Aku mohon by, pliss kamu mau ya?" ujar Rendy.


"Aku akan memikirkan nya" Ceyda menatap wajah Rendy yang sedang memohon kepadanya.


"Baiklah pikirkan dulu, tapi aku harap kamu mau menerima tawaran itu by" ujar Rendy.


"Apa ada hal lain yang ingin di sampaikan lagi by?" tanya Rendy pada Ceyda karena dia melihat kekasih nya itu hanya diam saja.


"Tidak ada" jawab Ceyda sambil menggelengkan kepala nya.


"Baiklah jika tidak ada aku harus kembali bekerja karena jam makan siang sebentar lagi habis, bye by" ujar Rendy sambil berlalu meninggalkan kedai cake Azra.


Ceyda termenung melihat kepergian Rendy.


"Aku harus bagaimana" tanya nya pada diri sendiri.


Ceyda kemudian melanjutkan pekerjaan nya. Siang pun beranjak pergi dan menuju sore hari.


Ketika Ceyda sedang bersiap untuk mendatangi kediaman keluarga Winston seperti biasanya, tiba-tiba ibunya menelpon nya.


📞


"Hallo ibu"


"Nak cepatlah pulang, rumah kita di datangi beberapa pria berbadan besar di depan rumah nak" ujar Ibunya dengan suara sangat panik nya.


Brak Brak Brak. Terdengar suara gebrak kan pagar tralis di depan rumah Ceyda.


"Baik Ibu aku akan segera pulang sekarang juga"


"Aku mohon Ibu jangan panik yah, jaga diri ibu dan ayah aku akan pulang secepatnya" ujar Ceyda menenangkan ibunya padahal dirinya juga dilanda panik.


"Baiklah nak"


Tut


📞


Ceyda pun segera bersiap untuk pulang dan tidak lupa juga dia mengirim pesan pada Ziva jika dia hari ini tidak jadi mengunjungi kediaman Winston karena ada masalah di rumah nya.


Ceyda segera melajukan mobil nya secepat mungkin.


Beberapa menit berlalu Ceyda pun telah sampai di rumah nya, dia pun melihat tiga pria berbadan besar sudah memasuki halaman rumah nya, kondisi pagar rumah sudah cukup rusak dan sekarang pria-pria itu sedang menggedor rumah nya dengan kencang.


Kemudian Ceyda pun langsung berlari dan menghentikan kegaduhan yang di buat oleh tiga pria itu.

__ADS_1


"Hey maaf pak, bisakah tidak merusak rumah saya!" ujar Ceyda dengan geram.


"Oohh jadi kau penghuni rumah ini" ujar salah satu pria itu, yang melihat Ceyda dari atas sampai bawah.


"Iya memangnya kenapa?" tanya Ceyda sarkas.


"Dimana Bryan Wiratama?" ujar pria itu galak.


"Untuk apa kalian mencari ayahku?" tanya Ceyda.


"Ohh jadi kau putrinya bagus lah kita tidak salah rumah" ujar pria itu.


"Minggir" ketika pria itu membuka pintu rumah Ceyda dengan paksa sampai-sampai Ceyda terdorong karena badan nya yang mungil.


Brak


Salah satu pria menendang pintu rumah Ceyda.


"Hey kalian tidak sopan sekali masuk ke rumah orang hah?" ujar Ceyda geram.


Ayah dan Ibunya Ceyda pun langsung menuju ruang tamu karena mereka takut Ceyda di sakiti.


"Anda yang bernama Bryan Wiratama?" tanya pria itu spontan.


"Iya itu saya, ada apa kalian mencari saya?" tanya ayah Bryan bingung sekaligus khawatir takut terjadi apa-apa dengan istri dan anak nya.


Salah satu pria itu pun melemparkan berkas-berkas mengenai catatan hutang piutang ke meja ruang tamu. Yah mereka pria dari rentenir.


Ceyda pun langsung berjalan mengambil berkas-berkas yang ada di meja.


Seketika dia terkejut melihat nominal hutang yang sangat banyak atas nama ayah nya.


Ceyda menutup mulutnya dengan mata melotot tidak percaya hutang sebanyak itu.


"Ayah.." lirih Ceyda melihat ke ayahnya. Dia tidak percaya bahwa ayah nya akan memiliki hutang sebanyak itu.


Kemudian Ceyda menghampiri ayah dan Ibunya. Dan menyerahkan berkas itu pada Ibunya.


"Ayah apa ini benar?" tanya Ibu Aylin dengan terkejut sambil menutup mulutnya.


Kemudian Ayah Bryan pun mengambil kertas itu dan melihat isinya seketika dia syok dan terduduk melihat berkas itu.


"Ayah" ujar Ibu Aylin dan Ceyda bersamaan.


"Ayah tidak pernah berhutang pada siapapun" ujar Ayah sambil memegang dada nya karena terasa sesak, apalagi Ayah Bryan karena mengalami kebangkrutan dia jadi terkena serangan jantung.


"Anda jangan berkilah, sudah jelas itu atas nama anda" bentak pria itu.

__ADS_1


"Cepat bayar hutang nya sekarang sebesar 500 juta sekarang juga" tekan pria itu.


"Ayah serius tidak pernah berhutang di rentenir?" tanya Ceyda pelan-pelan pada ayah nya.


"Tidak nak" lirih Ayah Bryan dengan merasakan sesak di dada nya.


Kemudian Ceyda pun melihat para pria itu.


"Ayah saya tidak pernah berhutang pada siapa pun!" tekan Ceyda.


"Disitu sudah tertera nama dan alamat ayah anda nona jadi jangan berkilah dan segera bayar hutang nya!" bentak pria itu.


Ceyda pun hanya memejamkan mata nya mencoba menetralkan emosi nya.


"Bisa saja kan ada yang berhutang atas nama ayah saya jadi tagih saja hutang nya pada yang berhutang!" tegas Ceyda.


"Anda tidak usah berkelit nona, jika tidak mampu membayar sebaiknya kita sita rumah ini" ujar salah satu pria itu, dan menerobos masuk untuk mengambil barang-barang di rumah Ceyda.


"Hey apa yang kalian lakukan" teriak Ceyda. Ceyda sibuk menghalangi para pria itu untuk tidak mengambil barang-barang nya.


Sedangkan Ibu Aylin menangis karena melihat suaminya mengalami kejadian yang sama kembali seperti saat mengalami kebangkrutan perusahaan nya dulu.


"Ayah sadarlah ayah" ujar Ibu Aylin dengan panik.


Ceyda masih sibuk menghalangi para pria itu membawa barang-barang nya keluar rumah.


"Hey mau kalian apakan barang-barang kami, kami tidak berhutang apapun!" teriak Ceyda.


"Jika tidak mau kami mengambilnya maka bayar hutang nya sekarang!" tegas pria itu.


"Kami tidak berhutang apapun! jadi jika kami tidak mau membayar nya memang kenapa hah?" ujar Ceyda marah.


Kemudian salah satu pria itu mengangkat tangan nya akan menampar Ceyda. Ceyda pun menutup matany.


Namun ada tangan kokoh yang menghalangi tangan pria preman itu.


"Jangan berani sama seorang wanita!" tegasnya. Suara nya yang terdengar berat dan geram itu pun mengalihkan ketakutan Ceyda. Ceyda pun membuka matanya.


"Zev.." lirih nya.


"Siapa kau berani-berani nya menghalangi urusan kami hah?" tanya preman itu marah.


.


.


.

__ADS_1


Tbc


YUHUU LIKE NYA DONG JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK DI KOLOM KOMENTAR YAKK😉✨❤️


__ADS_2