
"Loh mbak bukan nya yang penjual cake di kedai Azra Bakery kan?" tanya Nyonya Laura.
"Iya benar nyonya"
"Wah terimakasih banyak ya mbak sudah membantu saya, jika tidak ada mbak mungkin tas kesayangan saya sudah hilang"
"Iya sama-sama nyonya, hanya kebetulan saja saya lewat tadi" ujarnya tersenyum.
Flashback
Ketika Ceyda sedang berkeliling untuk mengantar cake sesuai dengan alamat pembeli.
Dan Ceyda berhenti di depan Swalayan untuk mengecek alamat terakhir mengantar cake di hp nya.
Namun begitu selesai mengecek alamat, Ceyda melihat seorang wanita paruh baya yang tas dijambret dan berteriak meminta tolong.
Kemudian Ceyda menyebrangi jalan dan melajukan motor nya dengan cepat untuk ke Swalayan tersebut dan menolong wanita paruh baya itu.
Ceyda melajukan motornya cepat dan dengan sengaja menabrakkan motornya ke penjambret itu sehingga penjambret tersebut terjatuh dan langsung di tangkap oleh warga.
Flashback off
"Kita sudah sering bertemu, tapi saya tidak tahu nama mbaknya siapa?" tanya Nyonya Laura.
"Nama saya Ceyda nyonya" jawabnya tersenyum.
Ya gadis yang menolong Nyonya Laura tadi adalah Ceyda.
"Wah namanya cantik seperti orang nya ya" ujar Nyonya Laura sambil tersenyum.
"Terimakasih banyak nyonya" Ceyda tersenyum ramah pada Nyonya Laura.
"Kalau begitu saya permisi lanjut mengantar cake nyonya" pamitnya.
"Baiklah hati-hati" Nyonya Laura melihat kepergian Ceyda.
__ADS_1
"Dia gadis yang cantik dan juga baik, persis seperti Lyana" gumamnya tersenyum sendu.
"Untung saja tas dari mendiang menantu kesayangan ku kembali" gumam nya sambil memeluk tas itu.
"Maaf kan atas keteledoran saya nyonya besar" kata Bimo sambil menunduk.
"Tidak apa Bim, yang penting tas ini kembali dan saya baik-baik saja"
"Kalau begitu mari kita pulang Bim".
"Baik Nyonya"
___
Sore harinya.
Di Gedung Winston Group
Zev sedang disibukkan dengan berkas yang perlu dicek dan di tanda tangani. Walaupun tinggal 1 berkas saja yang harus dicek karena hari sudah sore.
"Hey bro" sapa Reza dan Fariz, teman dan sahabat semasa kuliah sampai sekarang.
"Hm" Zev hanya berdehem saja, karna malas sekali jika sedang bekerja tapi diganggu olah dua orang ini.
"Dasar pria arogan" sungut Reza.
"Ayolah Zev lupakan berkas menumpuk mu itu sebentar ini sudah sore" ujar Fariz.
"Yap benar sekali mari kita bersenang-senang sampai malam bro" ujar Reza mengerlingkan mata nya dan duduk sambil menumpu kan kakinya di sofa.
"Menjengkelkan sekali wajahmu itu Za" ujar Zev dengan malas.
"Dia memang seperti itu Zev" ujar Fariz sambil menggelengkan kepala nya dan menyusul Reza duduk di sofa.
"Zev bagaimana kelanjutan mengenai bisnismu itu, aku dengar dari anak buah mu ada yang mencoba meretas sistem nya?" tanya Fariz dengan serius.
__ADS_1
"Yah anggota kepolisian itu mencoba bermain denganku" ujar Zev dengan smirk nya.
"Oh ayolah kalian ini membahas pekerjaan terus, ayo rileks sedikit dong" ujar Reza yang dari tadi malah mendengarkan pembicaraan serius Zev dan Fariz.
"Heh kau ini Za, tapi ada benarnya juga" ujar Fariz.
"Nah kan, ayo kita pergi ke club sudah 1 minggu kita tidak kesana" Ujar Reza dengan binarnya.
"Bagaimana Zev kau mau ikut?" tanya Fariz.
"Tentu saja dia ikut kenapa tidak, memang tidak bosan hanya dengan Jessica saja" Reza tertawa.
"Baiklah ayo" ajak Zev menyetujui.
Kemudian mereka bertiga pergi ke club malam dan bersenang-senang sampai malam hari.
___
Hari ini cukup melelahkan, dan Ceyda baru sampai di rumahnya.
"Pasti hari ini kedai sangat ramai ya sayang?" tanya Ibu Aylin pada putrinya.
"Wajah outri ayah kusut sekali" goda Ayah Bryan.
"Ih ayah Cey lagi cape malah diejek" jawabnya cemberut.
Ayah Bryan hanya tertawa terbahak karena sudah membuat putrinya cemberut.
Dan Ibu Aylin hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ayah dan putrinya itu.
.
.
.
__ADS_1
Tbc