
Hari telah petang, Ceyda baru selesai membereskan kedai dan kemudian menutupnya.
Setelah semuanya selesai dia langsung pergi ke kediaman Nyonya Laura dan Ceyda juga sudah mengabari Ibunya jika dia akan pulang telat dan ada pekerjaan lain.
Setelah setengah jam kemudian, Ceyda sampai di depan kediaman mewah keluarga Winston.
"Permisi mbak apa ada perlu sesuatu?" tanya pak satpam.
"Ini pak saya di minta oleh Nyonya Laura untuk mengajari membuat cake" kata Ceyda.
"Oh mbaknya yang mau mengajari membuat cake, silahkan masuk saja mbak, kebetulan sudah ditunggu oleh nyonya didalam" ujar pak satpam.
"Baik permisi pak"
Setelah Ceyda memasuki halaman kediaman mewah itu, dia langsung disuruh untuk masuk kedalam rumah itu.
"Akhirnya kamu datang juga nak" ujar Nyonya Laura.
"Iya nyonya" ujar Ceyda mengangguk.
"Kamu langsung ke dapur saja nanti diarahkan oleh maid saya" ujar Nyonya Laura.
"Bi antar mbak ini ke dapur ya" perintah Nyonya Laura.
"Baik nyonya, mari mbak" ujar maid tersebut.
Ceyda mengangguk dan tersenyum mengikuti maid itu.
Kemudian Nyonya Laura memanggil cucu perempuan nya itu.
Tok Tok
"Ziva sayang, yang mau mengajari bikin cake sudah datang nak"
__ADS_1
Ceklek
Keluarlah Ziva dengan wajah penuh binarnya.
"Benarkah oma?" tanya nya antusias.
"Iyaa, ayo turun sudah ditunggu"
"Ayo Oma"
Kemudian cucu dan Oma tersebut turun karena kamar Ziva berada di atas dan menuju ke dapur.
Setelah sampai didapur Ziva dan Nyonya Laura langsung mendekati Ceyda yang sedang merapihkan bahan-bahan untuk membuat cake.
"Nak Ceyda ini Ziva cucu perempuan saya yang minta diajari membuat cake"
"Dan ini mbak Ceyda yang akan mengajari kamu membuat cake Ziva"
"Hai kak saya Ziva" Ziva memperkenalkan diri dengan antusias.
"Saya Ceyda non" jawab Ceyda tersenyum.
"Panggil Ziva saja ya kak, biar terlihat lebih akrab" ujar Ziva.
"Baiklah Ziva" ujar Ceyda tersenyum dengan canggung.
"Ayo langsung mulai belajarnya kak" ajak Ziva antusias.
Ceyda pun tersenyum dan memulai mengajari Ziva membuat cake.
Nyonya Laura hanya duduk dan melihat interaksi antara Ziva dan Ceyda yang langsung akrab dan sedang bercanda tawa.
"Ziva tidak seperti biasanya yang langsung akrab dengan orang baru"
__ADS_1
"Ceyda itu sangat mirip dengan mu dulu, waktu pertama kali kau menjadi menantuku Lyana"
"Melihatnya rasanya seperti melihat dirimu kembali dalam dirinya"
"Andai saja Ceyda mau menjadi cucu menantu di rumah ini, pasti kami akan merasakan seperti ada kehadiran dirimu Ly" monolognya dalam hati sambil tersenyum.
___
Zev baru saja pulang dari kantornya dan begitu masuk kedalam rumah dia heran karena tidak melihat Adik dan Oma nya yang biasanya menyambutnya, apalagi dia pulang lebih awal.
Zev berlalu akan ke kamarnya, namun ketika akan menaiki tangga, dia berhenti karena mencium aroma sesuatu.
"Aroma harum ini, seperti harum cake buatan ibu" gumamnya dengan alis bertaut.
Lalu Zev mendengar suara gelak tawa Adiknya dari arah dapur.
Karena penasaran dengan apa yang dilakukan Adiknya di dapur sambil tertawa itu.
Zev berjalan menuju dapur dan mendapati Oma dan adiknya di sana beserta seorang perempuan yang tidak dia kenali.
Zev berjalan mendekati Oma nya.
"Oma ada apa ini?" tanya Zev.
Nyonya Laura yang dari tadi asik melihat interaksi cucunya dan Ceyda pun terkaget karena pertanyaan Zev.
.
.
.
Tbc
__ADS_1