Pria Aroganku

Pria Aroganku
Keseharian


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMOGA SUKA DENGAN CERITANYA💖


.


.


.


Sinar matahari memasuki celah tirai jendela, dan mengusik mata cantik itu.


Ceyda menggeliatkan badannya yang terasa berat akibat pelukan suami yang erat di perutnya.


Dia sudah terbiasa seperti ini selama pernikahan mereka berdua berjalan selama dua bulan. Jadi dia sudah tidak terkejut lagi jika bangun tidur sudah ada tangan kekar yang melingkar di perutnya yang ramping.


Ceyda mengerjap kan mata cantiknya, dan perlahan membuka matanya, begitu dia membuka matanya sudah di suguhkan dengan rahang tegas seorang pria yang ditumbuhi bulu tipis siapa lagi jika bukan sang suami.


"Sayang, bangun sudah pagi" ujar Ceyda sambil mengusap lembut rahang tegas itu.


Ceyda mulai belajar untuk memanggil Zev dengan panggilan itu karena tentu saja Zev yang memaksanya, walaupun cukup aneh karena dia belum mengetahui betul bagaimana perasaan nya yang sebenarnya pada pria arogan ini yang tidak lain adalah suaminya.


Karena Ceyda tipe perempuan yang cukup sulit untuk mencintai apalagi berpindah ke lain hati dengan begitu mudah nya.


"Hm" ujar Zev dengan membuka matanya perlahan dan dilihatnya istri cantik nya itu sudah terbangun.


"Selamat pagi" ujar Zev sambil mengecup tangan sang istri yang berada di pipinya.


Cup


"Pagi" ujar Ceyda sambil tersenyum.

__ADS_1


"Pukul berapa" tanya Zev menatap mata cantik istrinya.


"Sekarang jam setengah enam, ayo bangun" ujar Ceyda.


"Biarkan aku tidur 1 jam lagi" ujar Zev memejamkan matanya sambil menyusupkan wajah nya di dada Ceyda dan memeluknya dengan erat.


Ceyda menghembuskan nafasnya pelan, sudah dapat dipastikan dia tidak bisa mandi pagi dan memasak di dapur.


"Nanti telat ke kantor bagaimana?" tanya Ceyda.


"Biarkan, lagi pula itu milik ku" jawaban yang selalu Ceyda dengar ketika mendapati Zev beberapa kali yang tiba-tiba malas pergi ke kantor.


Katanya "Itu milik ku, dan tidak akan bangkrut walaupun aku telat atau tidak berangkat bekerja" ujar sang suami selalu seperti itu jadi Ceyda sudah cukup hafal akan hal satu ini.


"Baiklah tidurlah" ujar Ceyda sambil mengusap lembut rambut sang suami, mungkin suaminya kelelahan karena semalam pulang larut malam dari kantor.


Padahal Ceyda tidak tahu saja jika sang suami itu pulang larut malam bukan dari kantor melainkan dari markas nya.


Ceyda pun terdiam dengan segala pikiran yang memenuhi otaknya, entahlah dia merasa bingung sekarang, apakah dia menjalani pernikahan ini dengan sepenuh hati sebagaimana seperti yang seharusnya, tetapi di sisi lain dia mempunyai janji untuk membantu Reyno mantan kekasih nya, karena 1 bulan lalu dia bertemu Reyno dan Reyno memutuskan untuk putus hubungan agar tidak di curigai oleh Zev dan anak buah nya, dan Ceyda pun menurut saja, karena sejujurnya dia bingung dan takut apakah yang dia lakukan ini hal yang benar atau tidak.


Satu jam telah berlalu, dan Zev sekarang sedang mandi untuk berangkat ke kantor.


Ceyda pun menyiapkan pakaian kantor untuk di kenakan Zev, ini adalah rutinitas keseharian nya selama dua bulan menjadi istri dari Zev Winston.


Selama menunggu Zev selesai mandi, Ceyda pun ikut membersihkan diri mandi di kamar sebelah.


Ketika Ceyda selesai dengan kegiatan nya dia pun sudah cantik memakai dress rumahan karena hari ini dia tidak kemana-mana karena dia akan ke kedai seminggu tiga kali untuk mengecek perkembangan kedai dan itu sesuai permintaan dari Zev.


Ceyda memasuki kamar mereka dan melihat Zev sudah selesai mandi dan sedang memakai kemeja nya.

__ADS_1


"Sini aku bantu" ujar Ceyda dengan sigap membantu mengancingkan kemeja Zev, memasangkan Jas kantor dan memakaikan dasi.


Karena Ceyda yang terlalu pendek dia pun akan menjinjitkan kaki nya untuk memasangkan dasi pada Zev.


Zev yang paham dan sudah biasa melihat istrinya kesulitan menjangkau leher nya untuk memasangkan dasi pun mengangkat istrinya dan mendudukkan nya di meja rias.


Zev senantiasa menatap wajah sang istri yang sudah cantik tanpa mengalihkan tatapan nya pada Ceyda yang sedang membantunya bersiap.


"Sudah selesai" ujar Ceyda sambil mengusap pelan bahu suaminya.


Ceyda mendongakkan kepalanya dan menatap Zev yang sedang menatap nya.


Cup


Zev langsung menyambar bibis istrinya yang sejak tadi sudah menggodanya.


Zev ********** dengan pelan dan lembut. Dirasa Ceyda sudah kehabisan nafas Zev pun melepas tautan nya. Dia mengusap perlahan bibir istrinya yang basah akan ulah nya.


"Aku berangkat dulu" ujar Zev kemudian mengecup kening Ceyda.


Ceyda pun tersenyum dan mencium tangan Zev.


"Hati-hati" ujar Ceyda. Dan Zev hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.


.


.


.

__ADS_1


Tbc


Like dan komennya guys🧚🏻‍♀️


__ADS_2