Pura - Pura Miskin

Pura - Pura Miskin
Tetaplah Tinggal Di Sini


__ADS_3

Marimar menghembuskan nafasnya dengan perlahan mendengar suara makian yang super pedas dari mulut para tetangga. Pemilik kontrakan yang melihat kejadian tersebut hanya diam dan tidak berani komentar karena mereka juga takut jika seandainya para tetangga memarahi dan mengusir pemilik kontrakan.


"Baik aku akan pergi dari sini tapi sebelum pergi aku akan mengemasi barang ku terlebih dahulu." Ucap Marimar akhirnya.


"Tidak boleh! Lebih baik kamu pergi dari sini!" Usir salah satu tetangganya.


"Betul, lebih baik pergi!" teriak para tetangga lainnya.


"Ada apa ini?" Tanya Marcel sambil berjalan ke arah Marimar.


"Perempuan yang tidak malu ini, keluar dari kamar kak Marcel dan kami mengusirnya." Jawab salah satu dari mereka.


"Betul." Jawab mereka bersamaan.


Marcel terdiam namun arah pandangan matanya ke arah Marimar yang sedang menundukkan wajahnya.


'Tidak ada orang yang membelaku, pemilik kontrakan yang sudah tahu saja tidak perduli apalagi dengan Kak Marcel.' Ucap Marimar dalam hati.


'Marimar kamu jangan bermimpi jika Kak Marcel yang kamu tolong mana mungkin membelamu karena kamu memang tidak pantas untuk di bela.' Ucap Marimar pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Jika aku pergi dari sini tanpa membawa barang-barang milikku, bagaimana aku bisa mengganti pakaian dan di mana aku tinggal? Karena uang dan pakaian milikku ada di kamar." Ucap Marimar dengan mata berkaca-kaca.


"Tidak bisa, kamu harus pergi!" usir salah satu tetangga tanpa punya rasa empati sedikitpun.


Grep


"Dia adalah adik sepupuku, jadi sudah sepantasnya seorang adik sepupu masuk ke dalam kamarku." Ucap Marcel yang tidak tega melihat kesedihan Marimar sambil memeluk tubuh Marimar membuat Marimar terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Marcel.


'Maaf, aku terpaksa melakukan ini agar kamu tidak di hina lagi.' Bisik Marcel.


Marimar hanya diam namun dalam hatinya sangat bahagia karena ternyata perkiraannya salah sedangkan Marcel entah kenapa hatinya sangat sakit ketika Marimar di maki oleh banyak orang.


"Kak Marcel, jangan membela wanita yang tidak malu itu." Ucap salah satu tetangganya sambil menahan amarahnya karena dirinya tergila-gila dengan Marcel namun Marcel selalu cuek padanya.


"Justru yang tidak tahu malu itu kamu, sudah jelas-jelas aku menolak mu tapi kamu selalu datang ke tempat kontrakan ku dengan berbagai alasan." Ucap Marcel sambil menatap tajam ke arah gadis tersebut.


"Kak Marcel jahat." ucap tetangga tersebut sambil membalikkan badannya dan meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah kontrakannya.


"Kalau dia memang adik sepupumu kenapa berada di dalam kamar kak Marcel?" Tanya tetangga lainnya.

__ADS_1


"Aku lagi demam dan adik sepupuku merawat ku. Jadi apakah salah adik sepupuku merawat Kakaknya yang sedang sakit?" Tanya Marcel.


Marcel tanpa sengaja melihat pakaiannya yang sudah di jemur oleh Marimar membuat Marcel menatap ke arah Marimar.


'Kamu mencuci pakaian milikku?' Tanya Marcel dengan suara berbisik agar tidak di dengar oleh yang lain.


'Iya, maaf kalau aku lancang.' Bisik Marimar.


'Tidak, santai saja.' Jawab Marcel sambil tersenyum untuk pertama kalinya.


Marcel sangat bahagia karena baru kali ini dirinya bertemu dengan seorang gadis yang baru dikenalnya sangat baik dan perhatian pada dirinya.


"Karena adik sepupuku di usir maka aku sebagai Kakaknya juga akan pergi dari kontrakan ini." Ucap Marcel setelah beberapa saat mereka terdiam dengan ucapan Marcel.


"Maafkan aku, aku tidak tahu kalau kalian adalah saudara sepupu dan kuminta tetaplah tinggal di sini." Ucap salah satu tetangga yang merasa tidak rela jika pria tampan pergi dari kontrakannya.


"Benar, maafkan aku juga." Jawab mereka bersamaan


"Tetaplah tinggal di sini." sambung yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2