
Kini Tio berada di restoran dan bertemu dengan seorang pria yang merupakan rekan bisnisnya. Mereka membicarakan tentang bisnis di mana author tidak tahu apa yang mereka bicarakan.
Tidak berapa lama datang dua wanita dan satu pria kemudian mereka duduk tidak jauh dari Tio. Siapa lagi kalau bukan orang tuanya Valen dan Valen, Valen memesan makanan kesukaan mereka begitu pula dengan rekan bisnis Tio.
Sambil menunggu makanan datang, orang tua Valen dan Valen menatap sekeliling ruangan yang sangat berbeda dengan dekorasi restoran lainnya di tambah suasananya sangat sejuk dan bikin betah berlama-lama di restoran tersebut.
"Sangat nyaman." Ucap Valen sambil masih menatap sekeliling ruangan tersebut.
"Betul sekali sangat nyaman, seandainya saja suamimu sangat kaya dan memiliki restoran seperti ini maka alangkah bangganya Mommy dan Daddy." ucap Ibunya Valen dengan wajah sangat kecewa.
"Nanti Valen, akan meminta Tio untuk membeli restoran ini agar Mommy bisa sering ke sini." Ucap Valen dengan penuh percaya diri.
Tidak berapa lama datang pesanan milik orang tua Valen, Valen dan juga pesanan Tio serta rekan bisnisnya Tio. Ketika Tio, Valen dan orang tua Valen merasakan makanan dalam satu suapan langsung mengenali kalau itu masakan buatan yang sangat familiar siapa lagi kalau bukan Marimar.
Masakan Marimar sangat berbeda karena Marimar menambahkan bumbu yang sangat spesial di tambah takaran yang tepat membuat masakan Marimar berbeda dengan masakan buatan orang lain.
Istilah orang bumbu boleh sama tapi soal rasa masakan tidak sama apalagi di tambah aroma masakan spesial yang membuat keluarga Marimar tahu kalau yang memasak adalah Marimar.
__ADS_1
"Tidak ada kamera cctv." Ucap Valen sambil menatap ke sekeliling dan di setiap sudut ruangan.
"Ada, tapi sangat jauh jadi apa yang kita lakukan tidak mungkin ketahuan." Ucap Ririn.
"Kalau begitu kita jalankan rencana kita." Ucap Valen.
"Ok." Jawab Ririn singkat.
Ibunya Valen yang bernama Ririn dan Valen yang sudah melakukan persiapan untuk menjatuhkan Marimar mengeluarkan belatung dan kecoa yang sudah ma ti untuk diletakkan di piring mereka kemudian di aduk-aduk makanan tersebut.
Brak
Tiba-tiba Valen menggebrak meja membuat Tio, pemuda tersebut dan beberapa orang yang sedang makan menatap ke arah Valen dengan tatapan bingung. Terlebih Valen tidak ingin ada catatan kriminal.
"Panggil manager restoran!" Teriak Ririn dan Valen bersamaan.
Salah satu pelayan restoran yang sudah tahu kalau pemilik restoran membuat rencana untuk mereka, membuat pelayan restoran pura-pura tidak tahu kemudian memanggil manager restoran untuk datang ke tempat yang ditunjukkan oleh pelayan restoran.
__ADS_1
"Maaf Tuan dan Nyonya - Nyonya ada yang bisa saya bantu?" Tanya manager restoran sambil tersenyum.
'Cihhhh ... Kalian sangat jahat terhadap Nona Marimar jadi bersiaplah untuk menerima kejutan dari tuan kami.' sambung manager restoran tersebut dalam hati.
Prang
"Kamu lihat! Makanan kami banyak belatung dan kecoa! Makanan apa ini!" Teriak Valen.
"Panggil koki yang memasak makanan kami!" teriak Ririn.
"Panggil Nona Marimar kemari." Ucap Manager restoran tersebut ke salah satu pelayan restoran.
"Baik Tuan." Jawab pelayan restoran.
'Tepat dugaanku ternyata wanita ja x lang itu yang masak. Bersiaplah wanita ja x lang karena sebentar lagi kamu akan di pecat.' Ucap Ririn dalam hati.
'Aku akan membuatmu menderita hingga akhirnya kamu bu x nuh diri menyusul Ibumu agar suamiku tidak lagi memikirkan dirimu lagi.' Ucap Valen dalam hati.
__ADS_1