
Baru saja Marcel memejamkan matanya mendengar Marimar memanggil dirinya membuat Marcel membuka matanya kemudian mengangkat tubuhnya untuk menatap wajah cantik Marimar namun ternyata Marimar masih memejamkan matanya.
'Kamu mimpi apa sayang? Sampai - sampai namaku di sebut.' Ucap Marcel dalam hati.
Marcel kembali membaringkan tubuhnya kemudian memejamkan matanya. Namun belum ada lima menit Marcel merasakan ada pergerakan di mana Marimar membalikkan tubuhnya kemudian memeluk Marcel layaknya guling.
Kepalanya bersandar di dada bidang Marcel, tangan kanannya memeluk pinggang Marcel sedangkan kaki kanannya memeluk kaki Marcel. Marcel membuka matanya kemudian membalas pelukan Marimar kemudian menyelimuti tubuh mereka.
Cup
'Semoga mimpi indah, I love you.' bisik Marcel.
Selesai mengatakan hal itu Marcel kembali memejamkan matanya dan tidak berapa lama Marcel tidur dengan pulas. Mereka memberikan kehangatan masing-masing dan Marimar sesekali tersenyum karena dalam mimpinya dirinya bertemu dengan orang yang disayanginya yaitu ibunya.
Tiga Jam Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat dan perlahan Marimar membuka matanya dan dirinya sangat terkejut karena dirinya memeluk tubuh polos dan kekar milik seorang pria dan dirinya tahu siapa pemilik tubuh itu siapa lagi kalau bukan Marcel.
Marimar mendongakkan kepalanya ke atas dan melihat Marcel masih setia memejamkan matanya membuat Marimar menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian melepaskan tangan Marcel yang memeluk dirinya.
Grep
__ADS_1
"Mau kemana?" Tanya Marcel dengan suara khas bangun tidur sambil memeluk kembali pinggang Marimar.
"Mau ke kamar mandi, bisakah pelukannya di lepas?" Tanya Marimar.
Marcel melepaskan pelukannya sedangkan Marimar berjalan ke arah kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan buang air kecil. Hingga lima menit kemudian Marimar keluar dari kamar mandi dan melihat Marcel sedang bersandar di kepala ranjang sambil menatap dirinya.
"Kenapa Kak Marcel tidur di sini?" Tanya Marimar sambil duduk di sisi ranjang.
"Kakak tidak bisa tidur jika tidak peluk kamu karena itulah Kakak tidur di sini." Jawab Marcel.
"Berarti sebelum aku datang, Kak Marcel tidur sama gadis lain ya?" Tanya Marimar dengan nada cemburu.
Ctak
"Apakah di matamu, aku pria seperti itu?" Tanya Marcel dengan wajah kesal karena di tuduh oleh Marimar membuat Marcel memalingkan wajahnya ke arah samping.
Marimar yang melihat perubahan wajah Marcel membuat Marimar panik dan langsung menggenggam tangan Marcel dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menyentuh rahang Marcel.
Grep
"Maaf aku tidak menuduh Kak Marcel hanya saja aku ingin tahu katanya Kak Marcel tidak bisa tidur karena tidak memelukku. Kalau memang benar seperti itu sebelum kenal denganku, apakah Kak Marcel pernah tidur bersama gadis lain?" Tanya Marimar dengan nada lembut.
__ADS_1
Grep
"Jujur seumur hidup hanya kamu gadis satu-satunya yang aku perlakukan seperti ini. Kakak tidak mengerti kenapa jika dekat denganmu membuat Kakak merasa nyaman dan tidak bisa tidur jika tidak memeluk tubuhmu. Kakak sangat mencintaimu dan jangan pernah mempunyai pikiran untuk selingkuh karena Kakak sangat membencinya." Ucap Marcel dengan nada serius sambil membalas genggaman ke dua tangan Marimar.
Grep
Marimar menatap mata Marcel dan tidak terlihat kebohongan di matanya membuat Marimar melepaskan genggaman tangannya kemudian memeluk tubuh kekar Marcel dan Marcel pun membalas pelukan Marimar.
"Aku tidak mungkin melakukan hal itu justru akulah yang harus mengatakan ke Kak Marcel untuk jangan pernah mempunyai pikiran untuk selingkuh karena aku sangat membenci perselingkuhan. Aku juga sangat mencintaimu Kak Marcel dan sekaligus aku takut untuk terluka tapi aku akan berusaha menghilangkan rasa takut itu." Ucap Marimar dengan nada tulus.
"Percayalah padaku kalau Kakak tidak akan pernah menyakiti perasaanmu." Ucap Marcel.
Marimar hanya menganggukkan kepalanya dan beberapa saat kemudian mereka melepaskan pelukannya. Marcel menatap wajah cantik calon istrinya hingga dirinya menatap bibir seksi Marimar.
Marimar yang tahu apa yang terjadi nanti membuat Marimar turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu.
"Mau kemana?" Tanya Marcel dengan wajah cemberut karena dirinya ingin melakukan yang enak-enak.
"Mau masak." Jawab Marimar sambil membuka pintu kamarnya.
Marcel ikut turun dari ranjang dan keluar dari kamar Marimar. Marimar berjalan ke arah dapur sedangkan Marcel berjalan ke arah ruang kerjanya.
__ADS_1
"Kak Marcel." Panggil Marimar ketika dirinya ingat sesuatu sambil menghentikan langkahnya.
"Ya." Jawab Marcel sambil membalikkan badannya begitu pula dengan Marimar.