
"Mommy minta, kalian jangan melakukan hubungan suami istri karena Mommy ingin kamu dan Marimar melakukan hubungan suami istri jika kalian sudah resmi menikah." Ucap Mommy Dennisa dengan tegas.
"Daddy setuju." Ucap Daddy Max.
"Mommy dan Daddy tenang saja karena Marcel akan melakukan hubungan suami istri jika kami sudah resmi menikah." Ucap Marcel.
"Kami percaya sama kamu, sekarang pulanglah temani Marimar." Ucap Mommy Dennisa.
"Baik Mom." Jawab Marcel sambil mengecup punggung tangan ke dua orang tuanya secara bergantian.
"Jangan lupa besok pekerjakan Marimar di restoran milik kita dan kita mulai pembalasan terhadap keluarga Marimar yang tidak tahu diri itu." Ucap Daddy Max sambil menahan amarahnya.
"Baik Dad." Jawab Marcel yang juga menahan amarahnya dan tidak sabar dengan hari esok.
Selesai mengatakan hal itu Marcel berpamitan dan pergi meninggalkan ruang kerja milik ke dua orang tuanya yang sudah diserahkan ke Marcel.
"Mommy, mengatakan hal itu membuat Daddy ingat masa lalu." Ucap Daddy Max dengan wajah sedih.
Entah kenapa Daddy Max tiba-tiba teringat dengan masa lalunya bagaimana dirinya melakukan hubungan suami istri sebelum mereka resmi menikah sama seperti Ayahnya Max.
Kisah tentang kehidupan Max dan Dennisa silahkan baca di novelku dengan judul : Perjalanan Cinta Sang Psychopath
"Sayang, itu masa lalu dan kita tidak mungkin bisa memperbaikinya. Di masa sekarang kita hanya berharap agar anak-anak kita jangan melakukan kesalahan yang sama. Maaf Dad, karena menurut Mommy alangkah baiknya melakukan hubungan suami istri jika sudah resmi menikah." Ucap Mommy Dennisa.
__ADS_1
"Mommy tidak perlu meminta maaf karena apa yang dikatakan oleh Mommy benar adanya." Ucap Daddy Max.
"Kita lanjutkan pekerjaannya yang tadi Dad, supaya pekerjaan kita cepat kelar karena tidak mungkin Marcel mengerjakan dokumen yang menumpuk itu." Ucap Mommy Dennisa mengalihkan pembicaraan.
"Betul kata Mommy, biar kita cepat selesai dan kita bisa cepat pulang." Ucap Daddy Max.
"Betul, jadi kita bisa melakukan yang enak-enak." Ucap Mommy Dennisa sambil mengedipkan matanya.
"Istriku tambah nakal." Ucap Daddy Max.
"Nakal sama suami boleh dong." Ucap Mommy Dennisa.
Daddy Max hanya tersenyum dan merekapun kembali mengecek dokumen yang menumpuk di meja sedangkan di tempat yang berbeda Marcel naik mobil menuju ke apartemen miliknya untuk menemui pujaan hatinya.
Skip
Kini Marcel berada di apartemen miliknya dan berjalan ke arah ruang keluarga di mana Marimar sedang duduk dengan kepalanya bersandar di kepala sofa sambil memejamkan matanya tanpa mengetahui kedatangan Marcel.
"Ada masalah?" Tanya Marcel sambil duduk di sebelah Marimar.
"Astoge!" Teriak Marimar sambil membuka matanya dan mengusap dadanya berulang kali saking terkejutnya dengan kedatangan Marcel yang tiba-tiba.
"Maaf kalau membuat dirimu kaget, apa yang kamu pikirkan?" Tanya Marcel.
__ADS_1
"Bolehkah aku men-charge tubuhku dulu?" Tanya Marimar.
"Maksudnya?" Tanya Marcel dengan bingung.
"Aku akan kasih tahu tapi bolehkah aku meminjam tubuh kak Marcel untuk men-charge tubuhku?" Tanya ulang Marimar.
"Silahkan." Jawab Marcel walau dalam hatinya masih bingung.
Hingga tiba - tiba Marcel paham apa maksud perkataan Marimar membuat Marcel tersenyum bahagia.
'Apa jangan-jangan Marimar ingin memasukkan goa miliknya ke adik kecilku? Aku sih tidak menolaknya dan maaf Mom, Marcel tidak bisa menolak permintaan Marimar.' Sambung Marcel dalam hati.
Marimar menaiki tubuh Marcel yang sedang duduk di sofa kemudian duduk di pangkuan Marcel sambil memeluk tubuh kekarnya dan meletakkan kepalanya di dada bidang Marcel.
"Biarkan seperti ini hanya sepuluh menit." Ucap Marimar sambil memejamkan matanya.
Marimar menghirup aroma tubuh Marcel yang membuat dirinya tenang. Hal itu membuat kemarahan dan rasa kecewa hilang entah kemana sedangkan Marcel membalas pelukan Marimar.
'Aku tidak salah memilih gadis polos seperti Marimar karena jika wanita lain pasti sama-sama ngeres nya seperti otakku dan bisa dipastikan hari ini kami melakukan hubungan suami istri.' Ucap Marcel dalam hati sambil memejamkan matanya.
Tidak berapa lama terdengar suara dengkuran halus dari mulut Marimar membuat Marcel tersenyum.
'Tidurlah yang nyenyak karena besok kita akan membalas perbuatan keluargamu yang telah membuat hidupmu menderita.' Ucap Marcel dalam hati.
__ADS_1
Tidak berapa lama Marcel ikut tidur dengan pulas menyusul mimpi indah Marimar. Mereka tidur sambil berpelukan di mana Marimar di atas sedangkan Marcel berada di bawah dengan posisi duduk.