Pura - Pura Miskin

Pura - Pura Miskin
Mereka Kenapa Dad?


__ADS_3

"Kita ke ruang keluarga yuk." Ajak Marimar setelah beberapa saat mereka terdiam.


Marcel hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berjalan ke arah ruang keluarga. Marcel memeluk pinggang Marimar sedangkan Marimar menyandarkan kepalanya di dada bidang Marcel sambil memeluk pinggang Marcel.


"Kakak tidak sabar menikah denganmu." Ucap Marcel.


"Aku juga." Ucap Marimar sambil tersenyum.


"Kebetulan kalian sudah datang ada yang ingin kami bicarakan." Ucap Daddy Max ketika melihat Marimar dan Marcel berjalan ke arah mereka.


"Apa itu Dad?" Tanya Marcel sambil duduk di sofa begitu pula dengan Marimar.


"Hari ini kalian pergi ke butik langganan Mommy untuk mencoba pakaian pengantin." Ucap Mommy Dennisa yang menjawab pertanyaan Marcel.


"Baik Mom." Jawab Marcel dan Marimar bersamaan.


"Tiga hari lagi kalian langsung menikah di hotel milik keluarga kita." Ucap Daddy Max.


"Kenapa tidak besok saja Dad, menikahnya?" Tanya Marcel yang tidak sabar ingin menikah dengan Marimar.

__ADS_1


Peletak


"Aduh, Daddy sakit." Protes Marcel sambil mengusap kepalanya karena di jitak oleh Daddy Max.


"Biarin." Jawab Daddy Max dengan nada santai.


"Mommy, Daddy nakal." Adu Marcel.


"Karena Daddy nakal kalau begitu acara pernikahan kalian sebulan lagi." Ucap Mommy Dennisa usil.


"Akhhhhhhhh.... Tidak ... Mommy kok gitu Marcel kan ingin secepatnya menikah dengan Marimar." Ucap Marcel.


"Tiga hari saja Mom." Jawab Marcel.


"Ayo sayang kita pergi ke butik untuk mencoba pakaian pengantin kita." Sambung Marcel.


Marimar hanya menganggukkan kepalanya kemudian Marcel dan Marimar mencium punggung tangan Mommy Laras, Daddy Alvonso, Mommy Dennisa dan Daddy Max secara bergantian kemudian mereka pergi meninggalkan tempat tersebut.


Riana hanya bisa mengepalkan ke dua tangannya dengan erat untuk menahan amarahnya melihat keromantisan Marcel dan Marimar.

__ADS_1


"Riana." Panggil Mommy Laras.


"Iya Oma." Jawab Riana.


"Oma tahu kamu sangat menyukai cucuku Marcel tapi cinta tidak dapat dipaksakan." Ucap Mommy Laras berusaha menasehati Riana.


"Tante dan Paman menyukaimu dan berharap kamu menjadi menantu kami tapi putra kami tidak menyukaimu." Ucap Mommy Dennisa.


"Kami sebagai orang tuanya membebaskan ke dua anak kami dalam mencari jodoh. Putra kami Marcel sudah menemukan jodohnya yaitu Marimar dan kami melihat Marimar sangat tulus mencintai putra kami selain itu Marimar sangat menghormati kami sebagai orang tua." Sambung Mommy Dennisa.


"Sifat putra kami sangat mirip denganku dan hanya bersama Marimar, putra kami bisa mengendalikan emosi. Marimar tidak seperti wanita diluaran sana yang hanya menyukai Marcel karena harta hal itulah membuat kami menyetujui hubungan putra kami dengan Marimar." Ucap Daddy Max.


"Kami sangat menyukai Marimar dan menganggap Marimar sebagai putri kami jadi jangan pernah mempunyai pikiran untuk merusak hubungan putra kami dengan Marimar karena jika sampai kami tahu maka kami tidak segan-segan untuk menghukum mu." Ucap Mommy Dennisa.


"Kami tidak memperdulikan hubungan baik kakek dan nenekmu dengan ke dua mertuaku karena bagi kami Marcel, Marcelina dan Marimar adalah harta yang tidak ternilai begitu pula dengan keluarga besar istriku. Jadi jangan pernah mengusiknya ataupun mempunyai pikiran untuk memisahkannya." Ucap Daddy Max.


"Jika itu terjadi bersiaplah kamu kehilangan nyawamu." Ancam Daddy Max sambil menjentikkan jarinya.


Tidak berapa lama datang dua bodyguard sambil menarik dua Pria berpakaian pelayan.

__ADS_1


"Mereka kenapa Dad?" Tanya Mommy Dennisa dengan wajah terkejut.


__ADS_2