Pura - Pura Miskin

Pura - Pura Miskin
Kak Marcel


__ADS_3

Marimar berbaring di ranjang sambil menatap ke arah langit - langit kamarnya dan pikirannya menerawang jauh.


"Jika aku memberikan harta berharga yang selama ini aku jaga, akankah Kak Marcel meninggalkan aku?" Tanya Marimar dengan mata berkaca-kaca.


"Ketika dekat dengan Kak Marcel aku merasakan nyaman dan terlindungi sama seperti yang aku rasakan ketika bersama dengan mantan kekasihku. Tapi ketika sebulan sebelum pernikahan kami pria itu memintaku untuk melakukan hubungan suami istri dengan alasan sebentar lagi kami menikah." Ucap Marimar.


"Aku menolaknya hingga akhirnya sifatnya yang perhatian mulai berubah sedikit demi sedikit hingga akhirnya sangat dingin padaku. Setelah Aku ketahui ternyata Dia melakukan hubungan suami istri dengan adik tiri ku." Sambung Marimar kemudian tidak berapa lama Marimar menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Dia saja yang sering aku tolak karena meminta hubungan suami istri saja bisa selingkuh, bagaimana jika aku sudah memberikan harta berharga yang aku jaga terus setelah bosan bisa dipastikan aku akan di tendang karena Kak Marcel sangat tampan dan baik." Ucap Marimar.


Marimar yang sangat kecewa dengan calon suaminya enggan menyebutkan namanya karena itulah Marimar hanya menyebut dengan sebutan Dia.


"Aku harus menjaga kehormatanku karena aku ingin memberikan ke suamiku karena jika aku berikan ke Marcel belum tentu Kak Marcel mau bertanggung jawab untuk menikah denganku." Ucap Marimar setelah beberapa saat terdiam.


"Walau Kak Marcel bilang aku sebagai kekasihnya dan ingin menikah denganku bisa saja itu bohong sama seperti pria brengs*k itu." Sambung Marimar.

__ADS_1


"Tapi kenapa aku merasa nyaman jika dekat dengan Kak Marcel? Apalagi pelukannya aku merasakan terlindungi. Sudah ahhhhhhhh... pusing." Ucap Marimar dengan nada frustrasi sambil memejamkan matanya.


Tidak membutuhkan waktu lama Marimar tidur dengan pulas berbeda pria di balik pintu kamar Marimar. Siapa lagi kalau bukan Marcel yang tidak sengaja mendengarkan semua ucapan Marimar.


Marcel membalikkan badannya dan berjalan ke arah tangga menuju ke kamarnya.


"Aku akan membuatmu percaya kalau aku bukan pria brengs*k seperti mantan kekasihmu tapi seorang pria yang pantas kamu cintai karena aku akan melindungi dirimu dari orang yang berniat jahat." Ucap Marcel sambil menaiki anak tangga satu demi satu.


"Kalau seandainya hal itu terjadi maka aku akan bertanggung jawab untuk menikah denganmu dan tidak akan pernah untuk mengatakan kata bosan karena aku sangat tulus mencintaimu. Sambung Marcel.


Ceklek


Kadang tidur terlentang, kadang miring kiri atau ke kanan dan terkadang tengkurap namun Marcel tetap tidak bisa tidur.


"Masa aku tidur harus memeluk Marimar?Kalau Marimar tahu bisa - bisa aku di usir sama Marimar." Ucap Marcel agak ragu.

__ADS_1


"Sudah hampir tiga puluh menit dengan segala posisi tapi aku tidak bisa tidur. Sudahlah jika aku di usir maka aku akan tidur di depan pintu." Ucap Marcel sambil turun dari ranjang.


Marcel keluar dari kamarnya menuju ke arah kamar Marimar yang berada di kamar bawah hingga di depan pintu Marcel perlahan membuka pintu kamar tersebut.


Ceklek


Marcel menatap ke arah ranjang di mana Marimar sedang berbaring di ranjang dengan posisi membelakangi dirinya.


Marcel melepaskan satu persatu pakaiannya hingga menyisakan celana boxernya kemudian berbaring di ranjang samping Marimar kemudian memeluk Marimar dari arah belakang.


"Kak Marcel." Panggil Marimar.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2