Pura - Pura Miskin

Pura - Pura Miskin
Ciuman Pertama


__ADS_3

"Selama ini aku ingin nonton film horor tapi aku takut jadi bisakah Kak Marcel menemaniku menonton film horor?" Tanya Marimar sambil tersenyum malu.


"Memangnya selama ini kamu nonton film horor sama siapa?" Tanya Marcel tanpa menjawab pertanyaan Marimar.


"Selama ini aku hanya mendengar suara musik yang sangat menyeramkan dari balik pintu kamar karena saat itu aku tidak boleh menonton film horor." Jawab Marimar dengan wajah sedih karena keluarganya sangat jahat terhadap dirinya.


"Kalau begitu Kakak akan menemanimu menonton film horor." Ucap Marcel yang tidak tega melihat kesedihan Marimar sambil berdiri.


Cup


Marimar ikut berdiri kemudian mengecup pipi Marcel singkat lalu berlari meninggalkan ruang makan.


"Terima kasih Kak, itu upah karena mau menemaniku menonton film horor." Ucap Marimar sambil masih berlari.


Marcel langsung membeku sambil memegangi pipinya yang baru saja di cium oleh Marimar karena selama ini tidak ada yang berani mencium dirinya waktu Marcel belum menyamar menjadi pria miskin karena sudah dihalangi oleh para bodyguardnya.


Sedangkan waktu Marcel menjadi pria miskin Marcel melarang semua gadis dan wanita mencium pipinya. Hal itu dikarenakan pernah ada wanita yang berani menciumnya dan Marcel langsung memaki gadis itu sambil menghapus bekas ciuman tersebut dengan sapu tangan yang dibawanya dan langsung di buang di wajah gadis tersebut.


Namun ketika Marimar mencium pipinya Marcel tidak marah malah membuat Marcel tersenyum bahagia karena mendapatkan ciuman pertama walau hanya pipi.


Bagi Marcel, Marimar sangat menggemaskan dimatanya bersamaan dirinya menahan amarahnya secara bersamaan.

__ADS_1


'Kakak akan melakukan apapun asalkan kamu bahagia dan mengenai mereka tenang saja Marimar, besok mereka akan mendapatkan hukuman yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Penderitaan yang kamu alami akan di alami oleh mereka.' Ucap Marcel dalam hati.


Marcel berjalan menuju ke arah ruang keluarga di mana Marimar sedang menunggu dirinya. Marcel melihat Marimar sedang menggonta-ganti Chanel televisi untuk mencari film horor.


"Kok tidak ada film horor ya Kak?" Tanya Marimar dengan wajah lesu.


"Mungkin filmnya sudah habis." Jawab Marcel sambil duduk di samping Marimar.


"Padahal aku ingin nonton horor dan ada yang menemani nonton." Ucap Marimar sambil menyandarkan kepalanya di bahu Marcel.


Grep


Marcel sempat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Marimar dan tanpa sadar tangan Marcel memeluk bahu Marimar.


"Benarkah?" Tanya Marimar sambil mengangkat kepalanya kemudian menatap ke arah wajah tampan Marcel.


"Tentu saja benar." Jawab Marcel.


"Di mana kak film horor nya?" Tanya Marimar.


"Ada di laptop milik Kakak." Jawab Marcel tanpa sadar.

__ADS_1


'Aduh aku lupa kalau akukan menyamar menjadi pria miskin, kira-kira Marimar nanyain tidak ya?' Tanya Marcel dalam hati ketika dirinya baru tersadar akan perkataannya.


"Laptopnya ada di mana?'' Tanya Marimar.


"Ada di kamar Kakak." Jawab Marcel.


'Untung tidak curiga kalau aku punya laptop.' Sambung Marcel dalam hati.


Grep


"Ayo Kak, kita ke kamar Kakak." Ucap Marimar sambil berdiri kemudian menarik tangan Marcel.


"Ayo." Jawab Marcel sambil membiarkan Marimar memegang tangannya.


'Rejeki nomplok.' Sambung Marcel dalam hati yang membiarkan Marimar memegangi tangannya.


"Oh ya kamar Kak Marcel di mana?" Tanya Marimar setelah tersadar kalau dirinya tidak tahu kamar Marcel.


Marcel hanya menunjuk kamarnya sedangkan Marimar hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Mereka berdua masuk ke dalam kamar Marcel, Marimar dan Marcel berjalan ke arah ranjang.


"Mau nonton di mana?" Tanya Marcel sambil mengambil laptopnya kemudian diletakkan di ranjang.

__ADS_1


"Terserah Kakak saja." Jawab Marimar.


"Ok, kalau begitu kita nonton di ranjang." Ucap Marcel sambil mencari film horor dan untungnya dirinya suka mengoleksi film horor hingga akhirnya Marcel memperlihatkan salah satu film horor ke arah Marimar lewat laptopnya.


__ADS_2