Pura - Pura Miskin

Pura - Pura Miskin
Mimpi Marcel


__ADS_3

"Kita bicara di ruang keluarga." Ajak Marcel tanpa menjawab pertanyaan Marimar.


"Ok." Jawab Marimar singkat sambil berdiri dan diikuti oleh Marcel.


"Tapi sebelum mengobrol aku ingin mencuci piring dan gelas dulu." Ucap Marimar sambil membawa piring dan gelas yang tadi mereka gunakan.


"Kakak ikut bantu." Ucap Marcel sambil ikut membantu membersihkan meja makan.


Marimar hanya menganggukkan kepalanya kemudian merekapun saling membantu, Marimar mencuci piring dan gelas kotor sedangkan Marcel membersihkan meja makan yang kotor.


Dua belas menit kemudian mereka sudah selesai membersihkan meja dan mencuci piring serta gelas. Kini mereka berada di ruang keluarga sambil duduk bersebelahan di sofa yang panjang.


"Maukah kamu ... (Menjeda kalimatnya ) ... Aku perkenalkan dengan ke dua orang tuaku?" Tanya Marcel agak ragu.


"Tentu saja aku mau, kenapa Kak Marcel mengatakan hal itu agak ragu?" Tanya Marimar sambil menatap wajah tampan Marcel.


"Kakak takut kamu tidak mau berkenalan dengan keluargaku yang miskin." Ucap Marcel berbohong.


'Ini ujian terakhir setelah ini tidak ada ujian lagi. Walau kamu menolaknya untuk tidak menemui ke dua orang tuaku tapi aku akan tetap mencintaimu dan kita akan segera menikah denganmu karena aku sangat mencintaimu untuk selama-lamanya.' Sambung Marcel dalam hati.


"Pffftttt ... hahahaha ...." Tanpa menjawab Marimar tertawa lepas membuat Marcel menaikkan salah satu alis matanya.


"Kak Marcel, aku menyukai Kak Marcel apa adanya dan tentu saja aku mau berkenalan dengan orang tua Kak Marcel. Selain berkenalan dengan orang tua Kak Marcel aku juga ingin mengucapkan terima kasih." Ucap Marimar sambil tersenyum.


"Kenapa ingin mengucapkan terima kasih?" Tanya Marcel dengan wajah bingung.


Grep


Marimar menaiki tubuh Marcel lalu duduk di pangkuan Marcel kemudian memeluknya dengan erat sedangkan Marcel sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Marimar namun Marcel hanya membalas pelukan Marimar.


"Aku ingin mengucapkan terima kasih sama orang tua Kak Marcel karena sudah melahirkan Kak Marcel yang sangat baik, menyayangiku dan melindungi diriku dari orang yang ingin menyakitiku." Jawab Marimar sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Marcel.


"Aku sangat berharap orang tua Kak Marcel menyetujui hubungan kita." Sambung Marimar penuh harap.


"Orang tuaku membebaskan kami untuk mencari pasangan masing-masing jadi sudah tentu orang tuaku menyetujui hubungan kita." Ucap Marcel.

__ADS_1


"Oh ya, aku belum tahu ada berapa saudara Kak Marcel?" Tanya Marimar yang ingin mengenal lebih dekat.


"Aku hanya mempunyai adik kembar perempuan namanya Marcelina." Jawab Marcel menjelaskan.


"Aku tidak sabar ingin berkenalan dengan keluarga Kak Marcel." Ucap Marimar penuh harap sambil menatap wajah tampan Marcel.


"Pasti akan aku perkenalkan ke keluarga besar ku." Jawab Marcel yang sudah sangat yakin Marimar akan diperkenalkan oleh keluarga besarnya yaitu keluarga besar Alvonso.


"Terima kasih." Ucap Marimar sambil kembali memeluk tubuh kekar Marcel dan memejamkan matanya.


"Terima kasih untuk apa?" Tanya Marcel sambil membelai lembut tubuh Marimar dengan perlahan.


"Karena aku akan diperkenalkan oleh keluarga besar Kak Marcel." Jawab Marimar yang merasa nyaman dan membuat Marimar sangat mengantuk.


Marcel hanya tersenyum kemudian ikut memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama mereka berdua tidur dengan pulasnya.


Mimpi Marcel


Marcel menatap ke arah bibir Marimar yang sudah menjadi candunya kemudian Marcel mendekatkan wajahnya ke arah wajah Marimar membuat Marimar memejamkan matanya karena Marimar tahu kalau Marcel akan menciumnya.


Marcel mencium singkat bibir Marimar kemudian mencium kembali dan kini ciuman itu tidak singkat lagi melainkan berupa lu x mat x tan sedangkan tangan kanannya melepaskan kancing kemeja Marimar satu demi satu.


Marcel menurunkan tubuh Marimar kemudian menaikinya dan entah bagaimana kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun. Marimar memberikan pemanasan terlebih dahulu hingga pada akhirnya masuk ke permainan inti.


"Sayangku boleh?" Tanya Marcel dengan suara berapa.


Marimar hanya menganggukkan kepalanya karena dirinya juga ingin merasakannya terlebih dirinya percaya kalau Marcel adalah pria setia. Marcel tersenyum bahagia kemudian dengan perlahan menuntun tombak saktinya menuju ke arah goa yang belum pernah dimasukin oleh siapapun.


Dihentakan pertama Marcel gagal dan dihentakan ke dua baru saja kepala tombak saktinya berhasil masuk ke dalam goa bersamaan Marimar meringis menahan rasa perih.


"Lanjut atau berhenti?" Tanya Marcel sambil menahan tubuhnya agar tombak saktinya tidak masuk ke dalam.


Marimar memejamkan matanya antara lanjut atau teruskan membuat Marimar menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian membuka matanya.


"Lanjutkan, aku akan menahan rasa sakit." Jawab Marimar.

__ADS_1


"Kamu yakin?" Tanya Marcel.


"Aku sangat yakin." Jawab Marimar.


"Baiklah, kamu jangan menyesali atas semua keputusanmu karena aku tidak akan bisa menghentikannya." Ucap Marcel sambil perlahan mendorong pinggulnya agar masuk lebih dalam.


Jleb


"Akhhhhhhhh!" teriak Marimar.


Marcel berhasil membobol gawang milik Marimar bersamaan Marimar berteriak kesakitan. Marcel yang tidak tega mendiamkan tombak saktinya kemudian memberikan pemanasan kembali agar rasa sakit pada bagian privasi milik Marimar teralihkan.


Tidak berapa lama rasa perih terganti dengan rasa nikmat, Marcel menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar milik Marcel.


Tidak berapa lama Marcel menarik tombak saktinya dan melihat ada bercak darah membuat Marcel tersenyum bahagia karena dirinya pria pertama yang melakukannya.


Ting Tong


"Terima kasih sayang, karena Kakak pria pertama yang melakukan ..." Ucapan Marcel terputus karena tiba-tiba terdengar bunyi bel.


Ting Tong


Tiba - tiba terdengar suara bel apartemen kembali berbunyi membuat Marimar dan Marcel yang tidur dengan pulasnya memaksakan membuka matanya.


"Ada tamu, aku akan membuka pintunya." Ucap Marimar sambil turun dari tubuh Marcel dan berjalan ke arah pintu apartemen.


"Ok." Jawab Marcel singkat yang wajahnya masih bingung.


'Ternyata aku mimpi tapi kenapa seperti benaran?' Tanya Marcel dalam hati dengan wajah bingung.


'Si*l, celanaku basah lagi.' Sambung Marcel dalam hati sambil berdiri dan berjalan ke arah kamarnya.


Tanpa menunggu lebih lama Marcel berjalan dengan langkah cepat untuk membersihkan tombak saktinya yang sudah mengeluarkan laharnya dan mengotori celana panjangnya.


Sedangkan Marimar membuka pintunya dan menatap ke arah tiga tamunya yang menatap dirinya dari atas hingga ke bawah membuat Marimar tidak betah.

__ADS_1


"Maaf, mau bertemu dengan siapa?" Tanya Marimar sambil berusaha tersenyum.


__ADS_2