Pura - Pura Miskin

Pura - Pura Miskin
Mommy Dennisa, Daddy Max dan Marcel


__ADS_3

Sepuluh pegawai restoran berjalan ke arah Marimar sedangkan Marimar yang akan di keroyok memasang kuda-kuda hingga akhirnya terjadilah perkelahian yang tidak seimbang hingga tiba-tiba datang empat orang yang sejak tadi diam-diam mengikuti Marimar membantu Marimar.


Bantuan yang mereka berikan sangat berarti buat Marimar hingga tidak membutuhkan waktu lama Marimar dan empat orang tersebut berhasil mengalahkan mereka.


"Cihhhhh ... Beraninya main keroyokan." Ucap Marimar sambil tersenyum sinis.


"Terima kasih atas bantuannya." Ucap Marimar ke arah empat pria tersebut.


"Sama-sama Nona." Jawab ke empat pria tersebut.


'Untung Nona tidak apa-apa kalau tidak bisa-bisa kami mendapatkan hukuman dari Tuan.' Sambung ke empat pria tersebut dalam hati.


Selesai mengatakan hal itu Marimar membalikkan badannya dan meninggalkan tempat tersebut berikut ke empat pria tersebut.


Wanita dan manager restoran tersebut menatap kepergian Marimar sambil menahan amarahnya dan ingin membalas apa yang dilakukan oleh Marimar.


xxxxxxx


Marimar berjalan sambil menahan amarahnya pasalnya dirinya di pecat padahal dirinya belum bekerja.


'Dasar wanita tidak tahu malu tidak dapat Kak Marcel, pria tua di embat juga demi membalaskan dendam. Padahal Kak Marcel orang biasa saja sudah jadi incaran para wanita, bagaimana kalau Kak Marcel jadi pria kaya? Pasti banyak wanita yang mengejar-ngejar.' Ucap Marimar dalam hati sambil masih berjalan.

__ADS_1


'Jika Kak Marcel ternyata pria kaya maka aku tidak mau dekat dengan Kak Marcel karena aku ingin hidup damai dan tidak jadi sasaran kebencian para wanita.' Sambung Marimar dalam hati.


'Lebih baik aku pulang saja ke apartemen ingin istirahat.' ucap Marimar setelah beberapa saat berpikir.


Tidak berapa lama Marimar menghentikan langkahnya kemudian Marimar menghentikan bus lalu naik bus tersebut menuju ke apartemen milik Marcel.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda tepatnya di perusahaan milik Marcel di mana ke dua orang tuanya sedang berbicara.


"Sudah ketemu belum?" tanya Mommy Dennisa.


"Pasti belum." Jawab Daddy Max.


"Jodohkan saja Mom karena Daddy ingin menggendong cucu." Ucap Daddy Max.


"Mommy dan Daddy." Panggil Marcel sambil tersenyum.


"Ya sayang." Jawab Mommy Dennisa dan Daddy Max bersamaan sambil tersenyum.


"Aish ... Marcel bukan anak kecil lagi." Ucap Marcel dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Pffftttt ... " Tawa ke dua orang tuanya.


Marcel hanya menatap kesal ke arah ke dua orang tuanya karena telah menertawakan dirinya sedangkan ke dua orang tuanya sangat senang menggoda anak sulungnya.


"Bagi kami kamu masih anak kecil." ucap Daddy Max.


"Max bukan anak kecil Dad." Ucap Marcel sambil memutar bola matanya dengan malas.


"Daddy tahu kamu sudah besar dan dewasa tapi bagi kami kamu tetap masih anak kecil." Ucap Daddy Max.


"Marcel sudah menemukan jodoh, Mom, Dad." Ucap Marcel tiba-tiba karena dirinya tidak ingin ditertawakan oleh ke dua orang tuanya dan di panggil anak kecil.


"Benarkah? kapan dikenalkan ke kami?" Tanya Mommy Dennisa dengan wajah terkejut sekaligus senang.


"Suatu saat nanti Marcel akan mengenalkan ke Mommy dan Daddy." Jawab Marcel.


"Kenapa tidak sekarang saja? Tinggal di mana? Namanya siapa? Sejak kapan kenalnya?" Tanya Mommy Dennisa dengan beruntun.


"Marcel menyamar menjadi pria miskin jadi belum saatnya diperkenalkan sama Mommy dan Daddy. Mengenai tinggal dimana? Marimar tinggal di apartemen milik Marcel dan namanya Marimar, kami kenal baru kemarin." Jawab Marcel.


"Apa kalian tinggal bersama?" Tanya Mommy Dennisa.

__ADS_1


"Iya Mom." Jawab Marcel.


"Apa kalian sudah melakukan hubungan suami istri? Ingat Marcel kalian berdua baru kenal, kalau wanita mau menyerahkan kehormatannya berarti bukan wanita baik-baik." Ucap Mommy Dennisa.


__ADS_2