
"Benar, tubuh Kakak terasa lemas dan panas sepertinya Kakak demam." Jawab Marcel sambil berjalan dengan sempoyongan.
Grep
"Aku akan membantu Kakak, Kakak tinggal di mana?" Tanya Marimar sambil memeluk tubuh kekar Marcel yang terasa panas.
"Kakak tinggal di kamar itu." Jawab Marcel sambil menunjuk ke arah kamarnya sambil membalas pelukan Marimar.
Marimar dan Marcel berjalan ke arah kamar Marcel hingga pemilik kontrakan tanpa sengaja melihat Marimar dan Marcel saling berpelukan dan berjalan ke arah kamar Marcel.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya sepasang suami istri pemilik kontrakan yang mengira mereka akan melakukan hubungan suami istri di kamar Marcel.
"Maaf Tante dan Paman, Kak Marcel demam dan saya ingin membantu Kak Marcel membawa ke kamarnya." Jawab Marimar.
Suami pemilik kontrakan mendekati Marcel kemudian mengulurkan tangannya ke arah dahinya dan benar perkataan Marimar kalau Marcel demam.
Pria itupun membantu Marimar memapah Marcel ke arah kamarnya. Sedangkan istrinya berjalan mendahuluinya untuk membuka pintu kamar Marcel.
Marimar dan pria itupun masuk ke dalam kamar Marcel kemudian membaringkan di ranjang. Marimar meletakkan barang belanjaannya ke meja Marcel kemudian Marimar berjalan ke arah dapur untuk mengambil baskom dan handuk kecil.
Marimar kembali ke ranjang Marcel di mana Marcel tinggal sendirian sambil memejamkan matanya sedangkan sepasang suami istri yang merupakan pemilik kontrakan pergi entah kemana. Marimar tidak memperdulikannya kemudian Marimar duduk di sisi ranjang dan mulai mengompres dahi Marcel.
"Kita baru kenal, kenapa kamu mau menolongku?" tanya Marcel dengan nada lirih sambil membuka matanya dan menatap wajah cantik Marimar.
Walau Marimar tidak berdandan dan memakai pakaian yang agak lusuh namun kecantikan Marimar tidak ada yang menandingi jika Marimar memakai barang mewah dan berdandan. Sepertinya Marimar sengaja menyembunyikan kecantikannya.
"Sesama manusia harus saling tolong menolong jadi sudah sepantasnya aku menolong kak Marcel yang sedang sakit." Jawab Marimar.
__ADS_1
Marcel hanya tersenyum kemudian kembali memejamkan matanya sedangkan Marimar meletakkan kembali kain basah di kening Marcel yang tadi sempat kering.
"Kak Marcel, sudah makan dan minum obat?" tanya Marimar.
"Belum." Jawab Marcel singkat.
"Aku akan membeli bubur ayam, semoga masih ada sekalian membeli obat." Ucap Marimar sambil hendak berdiri.
Grep
"Tidak usah, Ibu kos sedang memasak bubur dan membawa obat untukku." Ucap Marcel sambil menahan tangan Marimar agar tidak berdiri kemudian melepaskannya.
"Syukurlah, aku tidak bisa memasak karena aku belum membeli bahan masakan." Ucap Marimar.
"Tidak apa-apa santai saja." Jawab Marcel.
"Buburnya sudah siap." Ucap pemilik kontrakan sambil masuk ke dalam kamar Marcel yang pintunya sengaja tidak tertutup.
Hal itu dilakukan agar penghuni lain tidak menuduh Marimar dan Marcel melakukan hubungan suami istri karena berada di kamar berduaan.
"Terima kasih Tante." Jawab Marcel.
"Sama-sama, Marimar kamu bisa kan menyuapi Marcel dan setelah itu berikan obat?" tanya pemilik kontrakan sambil memberikan bubur tersebut.
"Bisa Tante." Jawab Marimar sambil tersenyum dan menerima mangkok yang berisi bubur.
"Ok, pintu kamarnya jangan di tutup agar kalian tidak di tuduh melakukan yang bukan-bukan." Ucap pemilik kontrakan.
__ADS_1
Pemilik kontrakan sengaja mengingatkan Marimar dan Marcel agar tidak di tuduh yang bukan-bukan terlebih pemilik kontrakan sangat yakin kalau sepasang muda mudi tidak mungkin melakukan yang tidak-tidak.
"Baik Tante." Jawab mereka bersamaan.
Pemilik kontrakan hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan mereka berdua karena dirinya ingin indehoy bersama suami tercintanya.
"Aku suapi ya Kak." Ucap Marimar.
"Maaf ngerepotin." Ucap Marcel tidak enak hati.
"Santai saja." Jawab Marimar.
Marimar mulai menyuapi Marcel, sebelum masuk ke dalam mulut Marcel terlebih dahulu Marimar meniup dengan perlahan karena bibirnya masih panas kemudian memasukkannya ke dalam mulut Marcel.
'Ternyata seperti ini rasanya diperhatikan.' Ucap Marcel dalam hati sambil menelan bubur yang di suapi oleh Marimar.
Sesuap demi suap Marcel makan bubur hingga lima menit kemudian Marcel sudah selesai makan dan minum obat.
"Makan dan minum obat sudah sekarang Kak Marcel tidurlah." Ucap Marimar sambil menyelimuti tubuh Marcel.
"Kamu mau kemana?" tanya Marcel.
Entah kenapa dekat dengan Marimar dirinya sangat nyaman dan tidak rela jika Marimar pergi.
"Aku mau mencuci piring dan gelas sekalian mengembalikan ke pemilik kontrakan." Jawab Marimar.
"Mencuci piring dan gelas nanti saja karena aku ingin di temani tidur." Pinta Marcel.
__ADS_1
"Temani Kakak tidur?" Tanya Marimar dengan wajah terkejut.