Pura - Pura Miskin

Pura - Pura Miskin
Kamu Tidak Makan Puding


__ADS_3

Grep


Marcel yang ingin berkomentar tangannya langsung di genggam oleh Marimar seakan jangan menjawab ucapan Riana.


"Semua masakan yang aku masak di jamin tidak ada kolesterol karena daging hanya sedikit dan kebanyakan sayuran segar yang dipetik langsung di kebun belakang milik Mommy Dennisa selain itu tidak ada penyedap masakan." Jawab Marimar menjelaskan ke Riana dengan nada masih lembut.


"Apa yang dikatakan oleh Marimar benar adanya karena Mommy dan Marimar yang memetik sayuran di kebun belakang. Marimar yang memasak dan Mommy membantu memotong sayuran jadi Mommy tahu apa saja isi bumbu masakan yang kita makan barusan. Semua yang kita makan kebanyakan sayur dan untuk daging hanya sedikit untuk pengharum makanan." Sambung Mommy Dennisa menjelaskan panjang lebar.


"Sebelum berkomentar jelek pikirkan dulu jangan asal bicara." sambung Marcel dengan nada ketus.


Riana hanya terdiam namun ke dua tangannya di genggam erat untuk menahan amarahnya.


'Riana, sekali lagi kamu bikin masalah kamu pulanglah sendiri.' Bisik Mommy Laras yang tidak enak hati dengan Marimar karena perkara Riana sudah keterlaluan.


'Minta maaflah ke Marimar dan jangan buat masalah lagi.' sambung Mommy Laras sambil masih berbisik.

__ADS_1


Suasana kekeluargaan yang seharusnya bahagia tapi karena kehadiran Riana membuat suasananya menjadi tidak nyaman. Riana yang mendapatkan ancaman Mommy Laras menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk meredakan amarahnya.


"Maafkan perkataanku." Ucap Riana akhirnya.


"Tidak apa-apa, aku tahu kenapa kamu seperti ini karena sangat menyayangi Oma dan Opa." Ucap Marimar sambil tersenyum.


Selesai mengatakan hal itu Marimar merapikan piring-piring yang kotor dengan di bantu oleh Angela dan di bawa ke wastafel untuk di cuci.


'Pantas saja cucuku Marcel sangat mencintai Marimar karena Marimar berbeda dengan gadis diluaran sana.' Ucap Mommy Laras dalam hati.


'Si*l selama ini aku selalu di sayang sama kakek, nenek dan keluarga Kak Marcel tapi gara - gara wanita yang tidak tahu diri dan tidak punya malu membuatku dipermalukan. Awas saja akan aku balas atas penghinaan ini.' Ucap Riana dalam hati.


"Oh ya, Marimar tadi buat puding kesukaan kita semua. Apakah ada yang mau mencoba puding buatan Marimar?" Tanya Mommy Dennisa setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Tentu saja, sudah lama Mommy membuat puding kesukaan kami." Ucap Mommy Laras.

__ADS_1


Mommy Dennisa hanya tersenyum kemudian berjalan ke arah kulkas seukuran lemari dengan diikuti Marimar.



Marimar dan Mommy Dennisa membuka kulkas dan terlihat beberapa puding kesukaan Mommy Laras, Daddy Alvonso, Mommy Dennisa, Daddy Max dan Marcel yang di buat oleh Marimar.



Mommy Dennisa dan Marimar mengambil puding dengan di bantu Angel dan diletakkan di meja makan dimana meja makan tersebut sudah di bersihkan oleh Marimar dan Angela.


Marimar dan Angela memotong puding tersebut kemudian diberikan oleh Mommy Laras, Daddy Alvonso, Mommy Dennisa, Daddy Max dan Marcel sesuai kesukaan mereka.


Marimar bisa tahu karena sebelumnya Mommy Dennisa sudah memberitahukan apa kesukaan keluarganya. Marimar mengambil untuk dirinya sendiri begitu pula dengan Angela.


Marimar melihat semua sedang menikmati puding buatannya hanya Riana yang tidak mengambil puding membuat Marimar mengernyitkan keningnya.

__ADS_1


"Riana, kamu tidak makan puding?" Tanya Marimar dengan nada lembut.


__ADS_2