Pura - Pura Miskin

Pura - Pura Miskin
Marcel dan Marimar


__ADS_3

"Kak Marcel, aku ingin pulang ke apartemen." Ucap Marimar ketika mereka berada di dalam mobil.


"Ok." Jawab Marcel singkat.


Marcel mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke apartemen miliknya sedangkan ke dua orang tua Marcel pulang ke mansion mereka dan membiarkan Marcel dan Marimar berduaan karena mereka tahu kalau Marimar hatinya sangat terluka.


"Daddy masih bersyukur mempunyai orang tua yang sangat tulus mencintai Daddy walau hanya sebentar." Ucap Daddy Max dengan mata berkaca-kaca.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Cerita tentang kehidupan orang tua Daddy Max dan juga Daddy Max silahkan baca di novelku dengan judul : Perjalanan Cinta Sang Psychopath


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Grep


"Daddy." Panggil Mommy Dennisa dengan nada lembut sambil menggenggam tangan Daddy Max.


"Hmmm." Jawab Daddy Max yang berupa deheman.


"Kita ke kuburan Mommy dan Daddy yuk." Ajak Mommy Dennisa.


Daddy Max hanya menganggukkan kepalanya dan membalas genggaman tangan istrinya. Dirinya sangat bersyukur istrinya sangat mencintai dirinya dan menerima dirinya apa adanya karena Daddy Max adalah seorang psycophath.


Mommy Dennisa nyaris kehilangan nyawanya ketika jiwa psychophat Daddy Max bangun. Namun Mommy Dennisa memaafkan dan melupakannya apa yang dulu pernah terjadi.


"Paman, antarkan kami ke kuburan." Ucap Mommy Dennisa.


"Baik Nyonya." Jawab bodyguard yang merangkap sebagai sopir.

__ADS_1


'Mommy tahu kalau Daddy sangat merindukan ke dua orang tua Daddy karena itulah kita pergi ke kuburan agar mengurangi kesedihan Daddy.' Ucap Mommy Dennisa.


'Daddy sangat bersyukur karena Mommy mengerti apa yang Daddy inginkan saat ini yaitu menemui ke dua orang tua Daddy yang sudah meninggal. Daddy sangat bahagia bisa menikah dengan Mommy dan membuat Daddy berjanji untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik buat Mommy.' Ucap Daddy Max dalam hati.


Mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke kuburan orang tua Daddy Max yang sudah lama meninggal secara tragis waktu Daddy Max masih kecil.


xxxxxxx


Kini Marcel dan Marimar berada di dalam kamar Marimar. Marimar yang sangat sedih berbaring di ranjang membuat Marcel ikut berbaring di ranjang.


"Kak Marcel, aku ingin memeluk Kak Marcel boleh?" Tanya Marimar penuh harap.


"Tentu saja boleh." Jawab Marcel yang tidak tahu apa yang dilakukan oleh Marimar.


Marimar menaiki tubuh Marcel dan memeluknya dengan erat hal itu membuat Marcel sangat terkejut namun dirinya tidak mungkin mendorong tubuh Marimar.


Marcel membiarkan apa yang dilakukan oleh Marimar hingga Marcel merasakan bajunya basah dan dirinya tahu kalau Marimar menangis membuat Marcel membalas pelukan Marimar.


"Sttttt... sudah jangan menangis." Ucap Marcel sambil membelai punggung Marimar.


"Sejak dulu aku selalu mengalah dan diperlakukan tidak adil hingga akhirnya aku pergi dari rumah. Tapi kenapa mereka selalu mengusik hidupku hingga sekarang padahal aku tidak pernah mengusiknya." ucap Marimar.


"Semua harta milik keluarga Mommy Ku dikuasai oleh mereka hingga akhirnya mereka bangkrut dan hidup sederhana. Bukan itu saja mereka juga merebut mantan calon suamiku dan menikah dengannya. Lagi-lagi aku mengalah namun mereka belum juga puas di manapun aku berada mereka selalu ada dan membuatku berhenti dari pekerjaanku." sambung Marimar.


Grep


"Sayang." Panggil Marcel sambil memegang ke dua pipi Marimar agar menatap dirinya.


"Ya." Jawab Marimar singkat dengan air mata tidak berhenti keluar.

__ADS_1


"Mulai sekarang dan seterusnya jangan pernah menyebut mantan calon suamiku karena Kakak sangat cemburu dan hari ini kamu sudah menyebut nama pria itu sebanyak dua kali." Ucap Marcel jujur.


"Maaf, aku janji tidak akan mengatakannya." Ucap Marimar sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Marcel.


Cup


"Terima kasih, aku sangat bahagia bisa memiliki pria sebaik Kak Marcel." bisik Marimar kemudian mencium leher Marcel sambil melepaskan satu persatu kemeja milik Marcel.


Marcel memejamkan matanya menikmati sentuhan Marcel hingga Marcel merasakan tangan Marimar meraba dada bidang Marcel.


Grep


"Jangan lakukan itu nanti Kakak tidak bisa menahannya." Ucap Marcel sambil menahan tangan Marimar.


"Kak Marcel sangat baik padaku dan aku akan memberikan apa yang aku jaga selama ini." Ucap Marimar yang sudah yakin memberikan harta berharga untuk pria yang sangat dicintainya.


"Jujur Kak Marcel juga ingin merasakan tubuhmu tapi Kakak sudah janji sama orang tua Kakak dan juga janji sama kamu untuk melakukan hubungan suami istri jika kita sudah resmi menikah." Ucap Marcel sambil mendorong perlahan tubuh Marimar.


"Sekarang kita tidur karena Kakak sangat lelah." Ucap Marcel sambil memeluk tubuh Marimar dari arah samping.


Marimar hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka tidur sambil berpelukan dan tidak membutuhkan waktu lama mereka tidur sambil berpelukan dan memberikan kehangatan masing-masing.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda, di mana ada sebuah mansion yang jauh dari keramaian karena berada di tengah - tengah hutan di mana sekelilingnya oleh tembok.


Mereka bisa masuk ke dalam mansion dengan menggunakan helikopter dan helikopter akan datang jika diperintahkan.


Ke dua orang tua Valen, Valen dan suaminya kini berada di dalam mansion bersama para bodyguard milik keluarga besar Alvonso.

__ADS_1


"Di situ ada sikat kalian berempat bersihkan semua toilet yang ada di sini!" perintah bodyguard tersebut.


"Tidak mau!" teriak mereka berempat dengan serempak.


__ADS_2