Pura - Pura Miskin

Pura - Pura Miskin
Mana Marimar


__ADS_3

Malam menjelang pagi, suara burung saling bersahutan dan perlahan Marimar menggeliatkan tubuhnya di mana ke dua tangan dan ke dua kakinya direntangkan hingga tanpa sadar tangan kanan Marimar memukul wajah Marcel.


Duag


"Aduh!" Teriak Marcel.


Marimar dan Marcel serempak membuka matanya, Marimar melihat Marcel sedang mengusap wajahnya yang habis di pukul oleh Marimar.


Tap


Fiuhhh


Marimar langsung bangun kemudian mengusap wajah Marcel dengan perasaan bersalah sambil meniup wajahnya.


"Maaf Kak, aku benar-benar tidak sengaja." Ucap Marimar.


Grep


"Sakit tahu." Ucap Marcel dengan nada manja sambil memeluk tubuh Marimar.


"Maaf, apa yang harus aku lakukan agar menghilangkan rasa sakitnya?" Tanya Marimar merasa bersalah tanpa memperdulikan pelukan Marcel.


"Ada yang bisa kamu lakukan tapi aku yakin kamu menolaknya." Ucap Marcel.


"Aku tidak akan menolaknya, apapun yang Kak Marcel minta akan aku lakukan." Jawab Marimar.


"Apapun?" Tanya Marcel.


"Ya, apapun." Jawab Marimar.


"Baik dan kamu jangan protes." ucap Marcel.

__ADS_1


"Baik." Jawab Marimar.


Marcel membalikkan tubuhnya dan kini Marimar berada di bawah sedangkan dirinya berada di atas. Marcel mencium singkat bibir Marimar kemudian pindah ke leher Marimar dan memberikan tanda kepemilikan.


Tangan kanan Marcel melepaskan satu persatu kemeja yang dikenakan oleh Marimar sambil mencium dan menggigit leher Marimar membuat Marimar mengeluarkan suara merdunya.


Entah bagaimana kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun. Hingga dua belas menit kemudian Marcel mengarahkan tombak saktinya untuk digesek - gesekkan ke goa milik Marimar tanpa dimasukkan hingga beberapa saat keluarlah lahar dari tombak saktinya.


"Kamu juga ingin dikeluarkan?" Tanya Marcel tepat di telinga Marimar.


Marimar hanya menganggukkan kepalanya membuat Marcel memasukkan jari telunjuk dan berlanjut ke jari tengah dan terakhir jari manis. Tubuh Marimar menggelinjang hebat hingga akhirnya Marimar mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.


Cup


"Kalau kita sudah resmi menikah barulah adik kecilku aku masukkan." Ucap Marcel sambil menggulingkan tubuhnya ke arah samping.


Marcel menggendong tubuh polos Marimar untuk di bawa ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka yang lengket.


"Kamu nanti berangkat kerja bareng Kakak kerja atau berangkat sendiri?" Tanya Marcel.


"Bareng juga boleh." Jawab Marimar.


"Ok, sekarang pakailah pakaian yang aku belikan." Ucap Marcel.


"Berarti apa yang kemarin Kakak katakan benar kalau Kakak menyamar menjadi pria pura - pura miskin?" Tanya Marimar tanpa menjawab ucapan Marcel.


Grep


"Betul dan maaf kalau Kakak membohongi dirimu. Percayalah sama Kakak kalau Kakak bukan pria brengs*k seperti pria diluaran sana." Ucap Marcel sambil memeluk tubuh Marimar.


"Minggu depan kamu akan Kakak perkenalkan dengan keluarga Kakak." Sambung Marcel.

__ADS_1


"Kalau keluarga Kakak menolakku bagaimana?" Tanya Marimar sambil membalas pelukan Marcel.


"Keluarga Kakak sangat baik jadi kamu tenang saja. Sekarang kamu ganti pakaian dan pakai pakaian yang Kakak belikan." Ucap Marcel mengulangi perkataannya sambil melepaskan pelukannya.


Marimar juga melepaskan pelukannya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan Marcel sendirian.


"Tenanglah Sayang, akan ada kejutan untukmu." Ucap Marcel sambil tersenyum kemudian menggenggam erat ke dua tangannya.


Marcel akan membalaskan dendam untuk Marimar karena mereka telah membuat Marimar menderita dan dirinya ingin agar Marimar tidak merasakan kesedihan lagi.


Selesai mengatakan hal itu Marcel membalikkan badannya kemudian berjalan ke arah lemari pakaiannya untuk mengambil pakaian kerjanya.


Dua puluh lima menit kemudian Marcel sudah selesai memakai pakaian kerja kemudian keluar dari kamarnya menuju ke ruangan makan.


Marcel melihat Marimar sudah selesai menyiapkan sarapan untuk mereka berdua membuat Marcel tersenyum bahagia.


Grep


"Kakak jadi tidak sabar untuk secepatnya menikah denganmu." Ucap Marcel sambil memeluk Marimar dari arah belakang.


"Kak Marcel." Ucap seorang gadis dengan nada kesal sambil melepaskan pelukan Marcel.


Deg


Jantung Marcel berdetak kencang kemudian membalikkan badan gadis tersebut dan matanya membulat sempurna.


"Kenapa kamu ada di sini? Mana Marimar?" Tanya Marcel dengan wajah kesal.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2