
"Daddy sudah bicara dengan Marcel tentang rencana yang kita susun." Jawab Daddy Max.
"Bagus, Mommy tidak sabar untuk melihat mereka menyesali atas apa yang mereka lakukan terhadap calon menantu kita." Ucap Mommy Dennisa.
"Daddy juga tidak sabar melihat mereka." Jawab Daddy Max sambil menahan amarahnya.
Masa lalunya yang kelam membuat Max sangat membenci orang yang suka merendahkan orang lain. Max bisa merasakan apa yang di alami oleh Marimar, bagaimana dirinya dulu di hina dan direndahkan oleh orang lain hingga dirinya dipertemukan oleh Dennisa yang sekarang menjadi istrinya.
Kalau ingin mengetahui kisah perjalanan Max silahkan baca di novelku dengan judul : Perjalanan Cinta Sang Psychopath.
Grep
"Daddy." Panggil Mommy Dennisa dengan nada lembut sambil memeluk pinggang suaminya.
"Ada apa Mom?" tanya Daddy Max sambil membalas pelukan istrinya.
"Kita pergi yuk ke restoran sambil melihat yang terjadi di sana." Ajak Mommy Dennisa setelah beberapa saat terdiam.
"Ok." Jawab Daddy Max singkat.
"Aku ikut ya Mom, Dad." ucap Marcelina setelah beberapa saat dirinya terdiam.
Ke dua orang tuanya hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka bertiga pergi meninggalkan apartemen milik Marcel menuju ke restoran milik mereka.
xxxxxxx
Marimar dan Marcel berjalan ke arah parkiran mobil VVIP hingga mereka sampai di mobil yang sangat mewah.
"Ini mobil siapa?" Tanya Marimar ketika Marcel membuka pintu mobil.
"Tentu saja mobil milikmu." Jawab Marcel.
"Milikku? Kak Marcel jangan bercanda." Ucap Marimar sambil masuk ke dalam mobil dan duduk di samping pengemudi.
"Kakak tidak bercanda, apa yang ada padaku semuanya milikmu termasuk mobil ini." Jawab Marcel dengan wajah serius sambil menutup pintu mobil.
Marcel memutari mobilnya kemudian membuka pintu pengemudi dan masuk ke dalam mobil.
"Berarti apa yang dikatakan oleh Mommy dan Daddy itu benar kalau Kak Marcel adalah anak orang kaya?" Tanya Marimar yang masih belum percaya.
"Tentu saja dan bukankah Kakak juga pernah mengatakannya?" Tanya Marcel sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
"Iya sih, tapi aku pikir Kak Marcel bercanda ketika mengatakan hal itu." Jawab Marimar.
"Maaf, kalau Kakak membohongi dirimu tapi jujur Kakak melakukan ini semua karena ingin mencari seorang gadis yang sangat tulus menyukai Kakak bukan karena Kakak kaya." Ucap Marcel.
"Apakah ada kebohongan lainnya?" Tanya Marimar.
"Tidak ada, Apakah kamu mau memaafkan Kakak?" Tanya Marcel balik bertanya.
"Aku akan memaafkan Kakak tapi jika Kakak membohongi diriku lagi maka aku tidak akan mau memaafkan Kakak. Aku akan pergi menjauh dari kehidupan Kakak karena aku sudah lelah dibohongi dan dikecewakan." Jawab Marimar.
Grep
"Kakak janji tidak akan membohongi dirimu lagi." Ucap Marcel sambil menggenggam tangan Marimar.
"Aku pegang kata-kata Kakak." Ucap Marimar sambil membalas genggaman Marcel.
Marcel hanya tersenyum membuat Marimar ikut tersenyum.
"Oh ya nanti kamu kerja di restoran milik keluarga Kakak sebagai koki." Ucap Marcel.
"Ok." Jawab Marimar singkat sambil tersenyum.
'Kamu memang sangat berbeda biasanya jika seorang gadis tahu kalau Kakak anak orang kaya pasti langsung menolak untuk bekerja dengan alasan milik calon suaminya jadi tidak perlu bekerja.' Ucap Marcel dalam hati.
"Tidak, karena sebelumnya Kakak sempat menyamar menjadi pria miskin dan untuk menutupi identitas Kakak, Kakak tinggal di apartemen yang sempit dan berkerja sebagai pelayan restoran." Jawab Marcel.
"Lalu?" Tanya Marimar.
"Belum ada tiga hari apartemen yang Kakak tempati mengalami kebakaran dan untunglah Kakak dan semua penghuni apartemen selamat." Jawab Marcel.
"Kakak terpaksa pindah ke kontrakan baru namun belum ada seminggu Kakak sakit dan bertemu denganmu." Sambung Marcel menjelaskan.
"Saat itu Kakak sangat bahagia bertemu dengan seorang gadis yang sangat cantik dan baik hati karena mau merawat Kakak." Sambung Marcel lagi.
"Aku tidak tega melihat Kak Marcel sakit karena itulah aku merawat Kakak." Ucap Marimar.
"Karena itulah Kakak menyukaimu yang sangat perduli sama orang lain terlebih ketika kita makan di rumah makan kamu membeli makanan yang sehat untukku sedangkan kamu makan seadanya." Ucap Marcel.
"Itu karena aku lagi irit Kak, mengingat kita akan mengontrak rumah sedangkan aku belum mendapatkan gaji karena baru mau masuk kerja." Ucap Marimar.
"Aku tahu saat itu kamu sedang irit, hal itulah yang membuat Kakak semakin menyukaimu." Ucap Marcel sambil mengerem mobilnya karena mereka sudah sampai di parkiran restoran.
__ADS_1
"Ayo kita turun." Ucap Marcel sambil membuka pintu mobil kemudian keluar dari mobil.
"Ok." Jawab Marimar singkat sambil ikut membuka pintu mobil kemudian keluar dari mobil.
Mereka berjalan ke arah restoran dan sampai di restoran Marimar diperkenalkan sebagai calon istrinya. Hal itu dilakukan agar mereka menghormati Marimar dan tidak menyakiti perasaannya.
Marimar sangat bahagia karena Marcel mengakui dirinya sebagai calon istrinya di depan karyawannya. Marcel memberikan kepercayaan ke kepala koki untuk menjaga Marimar.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda di mana dua pasang keluarga berkumpul di ruang keluarga. Siapa lagi Ayah kandungnya Marimar dan Ibu tirinya Marimar bersama Valen serta suaminya yang bernama Tio.
"Hari ini Kakak akan pergi ke restoran di Jalan Bersiap Menerima Karma, Kakak ada meeting dengan perusahaan." Ucap Tio sambil berdiri.
"Aku ikut ya Kak." pinta istrinya yang bernama Valen.
"Kami juga." Ucap ke dua orang tuanya Valen bersamaan.
"Aku tidak bisa menemani Ayah, Ibu dan kamu karena setelah meeting Kakak akan kembali ke kantor." Ucap Tio.
"Tenang saja, kami di sana hanya makan dan tidak menggangu Kak Tio." Jawab Valen.
"Bisakah kamu masak? Kakak ingin merasakan masakan istri." Pinta Tio.
"Tidak mau Kak, aku tidak bisa masak apalagi Ibuku juga tidak bisa masak." Ucap Valen.
"Duitmu sangat banyak jadi orang jangan pelit sama kami." Ucap Ibunya Valen dengan nada kesal.
Tio menghembuskan nafasnya dengan perlahan dalam hatinya yang terdalam Tio sangat menyesal menikah dengan Valen. Tanpa banyak bicara Tio pergi meninggalkan mansion tersebut sedangkan ke dua orang tuanya tidak memperdulikan karena yang terpenting mereka akan makan di restoran yang mereka sukai.
"Semoga saja kita bertemu dengan wanita ja x lang dan kita buat lagi dipermalukan di depan umum." Ucap Valen yang ingin sekali Marimar menderita.
"Semoga saja karena dia pantas mendapatkan hal itu." ucap Ibunya Valen.
"Kalau begitu kita berangkat sekarang." Ucap Valen.
"Ok." Jawab ke dua orang tuanya.
Mereka bertiga pergi meninggalkan mansion tersebut milik Tio menuju ke arah restoran Jalan Bersiap Menerima Karma di mana restoran tersebut sangat besar dan hanya satu-satunya.
Di mana Jalan Bersiap Menerima Karma hanya serba satu yaitu satu restoran, satu hotel, satu perusahaan, satu mall dan satu rumah sakit. Karena pemilik Jalan Bersiap Menerima Karma adalah keluarga besar Daddy Alvonso.
__ADS_1
Mereka berangkat dengan di antar bodyguard yang merangkap sebagai sopir sambil berharap bisa bertemu dengan Marimar. Entah kenapa Ibu dan Anak itu ingin sekali menghancurkan hidup Marimar sehancur- hancurnya tanpa menyadari kalau sekarang semuanya akan berbalik pada dirinya karena Karma itu selalu ada.