
Malam menjelang pagi perlahan Marimar membuka matanya. Dirinya sangat terkejut karena kepalanya bersandar di dada bidang seorang pria membuat Marimar mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat siapa pria yang di peluknya.
'Kak Marcel, kenapa kami saling berpelukan?' Tanya Marimar dalam hati.
Marimar berusaha mengingat apa yang terjadi semalam setelah beberapa saat Marimar sudah ingat membuat Marimar turun dari ranjang dan meninggalkan kamar Marcel. Namun sebelumnya Marimar memunguti pakaiannya kemudian memakainya dengan cepat.
Marimar berjalan ke arah dapur untuk membuat sarapan pagi setelah hampir setengah jam Marimar sudah selesai memasak kemudian Marimar berjalan ke arah kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. Lima belas menit kemudian Marimar sudah selesai mandi dan berjalan ke arah lemari.
"Aku lupa bertanya pakaian yang ada di lemari ini bolehkah aku pakai atau tidak karena pakaiannya penuh dan aku tidak bisa menyimpan pakaianku." Ucap Marimar sambil menutup kembali pintu lemari.
Marimar mengambil pakaian yang masih di simpan di dalam tas kemudian memakainya. Hingga sepuluh menit Marimar sudah memakai pakaian kemudian berjalan ke ruang makan.
Marimar menulis sesuatu di kertas kecil kemudian meletakkan di meja makan. Setelah selesai Marimar pergi meninggalkan apartemen tersebut menuju ke tempat pekerjaan baru.
xxxxxxx
Perlahan Marcel menggeliatkan tubuhnya sambil membuka matanya hingga dirinya menatap ke arah samping.
__ADS_1
"Marimar kemana? kami semalam hampir saja melakukan hubungan suami istri." Ucap Marcel sambil meraba ranjang bekas tidur Marimar.
"Mungkin dia ada di kamarnya." Ucap Marcel sambil turun dari ranjang.
Marcel berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. Hingga lima belas menit Marcel sudah selesai mandi dan memakai pakaian kerja. Marcel keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni anak tangga hingga dirinya mencium bau masakan membuat Marcel berjalan ke arah ruang makan.
Sampai di ruang makan Marcel melihat secarik kertas membuat Marcel mengambil kertas tersebut kemudian membacanya.
"Kak Marcel, maaf aku tinggal pergi karena aku tidak ingin terlambat di hari pertamaku bekerja. Oh ya, Aku buatkan nasi goreng seafood dan semoga Kak Marcel suka. Jika sudah selesai makan dan minum, piring dan gelas letakkan di wastafel nanti aku cuci hanya aku minta di siram dengan air wastafel agar mudah di cuci."
"Maaf Kak Marcel, mulai besok aku akan mencari kontrakan karena aku tidak ingin kejadian semalam terulang kembali."
"Marimar, bukankah aku sudah mengatakan kalau : Mulai sekarang dan seterusnya kita menjadi pasangan kekasih. Kakak janji untuk selalu melindungi, menjaga dan kita tidak akan melakukan hubungan suami istri sebelum kita resmi menikah." Ucap Marcel yang ingat apa yang dikatakan semalam ke Marimar.
"Apa kamu trauma dengan masa lalumu makanya kamu takut untuk membuka pintu hatimu?" Tanya Marcel.
"Aku akan membuktikan kalau aku adalah pria yang pantas kamu cintai karena aku akan selalu melindungi mu dari orang yang ingin berbuat jahat." Ucap Marcel.
__ADS_1
Marcel menghembuskan matanya perlahan kemudian mulai memakan nasi goreng seafood buatan Marimar.
"Masakannya sangat enak dan aku tidak sabar untuk mengenalkan dirimu ke keluarga besar ku." Ucap Marcel sambil tersenyum bahagia.
Kebahagiaan Marcel untuk pertama kalinya karena dirinya merasa bahagia bisa bertemu dengan gadis yang sangat baik dan mau menerima dirinya apa adanya walau sebenarnya dirinya adalah pria kaya.
Setelah lima belas menit kemudian Marcel sudah selesai makan dan minum dan sesuai permintaan Marimar, Marcel meletakkan piring dan gelas di wastafel kemudian memutar kran agar piring dan gelas kotor terkena air.
Setelah selesai Marcel pergi meninggalkan apartemen menuju ke perusahaan miliknya karena dirinya mendapatkan telepon orang tuanya untuk datang ke kantor.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda Marimar naik kendaraan umum menuju ke tempat restoran di mana dirinya mulai bekerja.
'Semoga saja di restoran tempat pertama aku mulai bekerja tidak ada masalah lagi. Semoga keluargaku dan mantan kekasihku tidak mengusik hidupku karena aku ingin hidup tenang.' Ucap Marimar dalam hati.
Hingga dua puluh menit kemudian Marimar turun dari bis lalu berjalan ke arah restoran yang tidak begitu jauh terlebih Marimar sudah terbiasa berjalan kaki.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan Marimar ada dua pasang mata memandangi Marimar dengan penuh kebencian. Dua orang tersebut mengikut Marimar dari jarak jauh agar tidak diketahui oleh Marimar.