Pura - Pura Miskin

Pura - Pura Miskin
Sampah


__ADS_3

Tidak berapa lama datang Marimar bersama pelayan restoran dengan di temani kepala koki. Mata Marimar membulat sempurna ketika melihat orang yang selama ini ingin dihindarinya namun selalu datang tanpa diduganya.


'Dunia ini apakah sempit? Kenapa aku bertemu dengan mereka lagi? Alamat aku di pecat lagi.' Ucap Marimar dalam hati kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan amarahnya.


"Maaf Nyonya - Nyonya dan Tuan, apa ada ma ..." Ucapan Marimar terpotong oleh Valen.


Brak


"Kamu bisa masak tidak sih!" Bentak Valen.


"Apa matamu buta? Belatung dan kecoa ikut kamu masak!" Teriak Ririn ibu tirinya.


Ketika Marimar ingin bicara namun tidak jadi karena kepala koki sudah bicara terlebih dulu.


"Maaf Nyonya - Nyonya, koki kami tidak mungkin melakukannya." Ucap kepala koki.


"Kamu kepala koki?" Tanya Valen dengan nada merendahkan kepala koki tanpa menjawab ucapan kepala koki.


"Benar sekali." Jawab kepala koki.

__ADS_1


"Apakah kamu juga buta? coba lihat itu di lantai makanannya ada kecoa dan belatung!" bentak Valen sambil menunjuk ke arah lantai.


Kepala koki mengarahkan pandangannya ke arah lantai dan melihat memang benar di makanannya ada kecoa dan belatung. Selesai menatap kepala koki menatap ke arah mereka dengan tatapan tajam.


"Selama proses memasak Nona Marimar selalu saya dampingi jadi tidak mungkin Nona Marimar memasak makanannya ada belatung dan kecoa." Ucap kepala koki sambil menahan amarahnya terhadap ke dua wanita tersebut.


"Jadi kamu menuduh kami berbohong?" Tanya Valen dengan nada kesal.


"Bisa jadi kalian berdua berbohong dengan alasan restoran kami ada belatung dan kecoa nya karena kalian ingin menjatuhkan restoran kami." ucap kepala pelayan tanpa ada rasa takut sedikitpun.


"Apa yang dikatakan kepala koki benar kalau begitu aku akan menghubungi polisi untuk menangkap kalian karena telah membuat keonaran dan menuduh restoran kami." Sambung manager restoran sambil mengambil ponselnya dari saku jasnya untuk pura - pura menghubungi polisi.


Brak


"Asal kalian tahu, wanita ini telah membuat beberapa restoran tutup gara-gara wanita ini memasak ada kecoa nya." Sambung Ayahnya Marimar.


Tes


Tes

__ADS_1


Tes


Marimar menatap ke arah Ayah kandungnya dengan tatapan sangat kecewa dan sangat marah yang teramat sangat secara bersamaan membuat tubuh Marimar bergetar hingga beberapa saat air mataku keluar.


"Ada apa ini?" Tanya Tio sambil berjalan ke arah mereka.


Grep


"Sayang, lihat masa di makananku ada belatung dan kecoa nya." Adu Valen sambil memeluk Tio.


"Tio, wanita ular itu ingin melapor ke polisi untuk menangkap Mommy dan istri tersayang mu." sambung Ririn berusaha agar Tio membencinya.


Tio melepaskan pelukan Valen kemudian menatap ke Marimar dengan tatapan kebencian.


"Aku sudah bahagia dengan istriku kenapa kamu jadi wanita tidak punya malu? Masih mengejar-ngejar aku dan ingin mencelakai istriku?" Tanya Tio sambil menatap tajam ke arah Marimar.


"Jadi orang jangan percaya diri deh, kamu itu sampah sama seperti istrimu dan juga ke dua mertuamu jadi bagaimana mungkin sampah sepertimu aku pungut." Ucap Marimar sambil ikut menatap tajam ke arah Tio.


Tio, Ririn, Valen dan Ayahnya Marimar sangat marah ketika mereka dikatakan sampah membuat mereka serempak mengangkat tangannya ke atas untuk menampar Marimar.

__ADS_1


"Dasar kurang aj*r!" teriak mereka bersamaan.


__ADS_2