Pura - Pura Miskin

Pura - Pura Miskin
Veni, Vena dan Venu 2


__ADS_3

"Pertama wanita mu x rax han itu serumah dengan Kakak mu dan ke dua pasti wanita mu x rax han itu menginginkan semua harta Kakakmu." Jawab Veni yang ingin Marcelina tidak menyetujui Kakaknya berhubungan dengan Marimar.


''Aku setuju apa yang dikatakan Veni, lebih baik kamu bilang ke dua orang tuamu kalau ada wanita ular yang mencoba mendekati Kakak kembarmu." Sambung Vena yang berusaha mempengaruhi Marcelina.


"Aku juga setuju, lebih baik bilang ke dua orang tuamu sebelum wanita ular itu hamil dan meminta Kak Marcel bertanggung jawab padahal belum tentu wanita yang tidak tahu diri itu hamil dengan Kakak mu karena bisa saja hamil sama pria lain." Sambung Venu yang berusaha agar Marcelina terpengaruh dan membenci Marimar.


"Kalian katakan saja pada Kakak kembarku karena aku percaya sama pilihan Kakak." Jawab Marcelina dengan nada tegas.


Marcelina mengatakan hal itu karena Marcel sudah mengatakan ke dirinya terlebih Marcel akan menjelaskan di mansion milik orang tuanya oleh sebab itu dirinya tidak ingin ikut campur.


"Kok kamu bela dia sih!" teriak Veni, Vena dan Venu bersamaan.


"Cukup! Lebih baik kalian keluar dari mobilku dan mulai besok kalian tidak usah bekerja di perusahaan milikku." ucap Marcelina dengan nada ikut tinggi.


Veni, Vena dan Venu sangat terkejut karena selama ini Marcelina tidak pernah bicara dengan nada tinggi dan tidak pernah sama sekali marah. Marcelina tipikal humoris dan tidak pernah menaruh dendam.


Sifat Marcel dan Marcelina gabungan dengan sifat ke dua orang tuanya. Mommy Dennisa, wanita yang humoris, mau memaafkan kesalahan orang lain dan tidak dendam sedangkan Daddy Max adalah seorang psycophath dan barang siapa yang menyakiti perasaannya dan bicara nada tinggi maka musuh akan berakhir kematian.


Karena itulah ketika ada yang bicara dengan nada tinggi maka Marcelina ikut bicara dengan nada tinggi mengikuti sifat Daddy Max hanya bedanya ke dua anak kembarnya yaitu Marcel dan Marcelina tidak menyiksa ataupun membunuhnya. Untuk saat ini belum tapi entah kapan mungkin saja Marcel dan Marcelina akan melakukannya karena ke duanya ada keturunan psychopath dari Daddy Max, Ayah kandung mereka.

__ADS_1


"Kok kamu marah? Akukan hanya kesal karena kamu membela wanita mu x ra x han itu." Ucap Veni.


"Betul." Jawab ke dua gadis itu bersamaan.


"Bagaimana tidak marah? Kalian bertiga berbicara dengan nada tinggi, aku itu tidak suka. Hari ini kalian naik taksi saja karena aku ingin menyendiri." Ucap Marcelina setelah dirinya sudah sedikit tenang.


"Tapikan katanya kita mau pergi ke mall, kok batal." Ucap Veni.


"Iya kok batal?" Tanya ke dua gadis tersebut.


"Aku lagi ngga mood dan ingin menyendiri." Ucap Marcelina sambil berusaha untuk bersabar.


"Tahu nih." Sambung Vena.


"Mulai besok aku tidak akan bekerja alias aku berhenti kerja." sambung Venu dengan nada mengancam sambil membanting pintu mobil.


'Aku yakin dengan ancaman ini membuat Marcelina berubah pikiran.' sambung Venu dalam hati.


"Aku juga berhenti kerja." Ucap Veni dan Vena bersamaan sambil ikut membanting pintu mobil.

__ADS_1


'Aku sangat yakin Marcelina tidak mungkin memecat kami bertiga.' sambung Veni dan Vena dalam hati.


Ke tiga gadis tersebut tidak menyadari kalau kesalahannya sangat fatal karena Marcelina sangat membenci ke tiga sahabatnya dan ingin menyumpal mulut ke tiga gadis tersebut namun berusaha untuk di tahan. Amarahnya disalurkan dengan menggenggam erat stir mobilnya ketika pintu mobilnya di banting oleh ke tiga sahabatnya.


"Baik, mulai sekarang kalian tidak usah bekerja dan persahabatan kita putus sampai di sini, anggap saja kita tidak saling kenal." Ucap Marcelina sambil menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan mereka bertiga di apartemen milik Marcel.


"Marcelina!" teriak ke tiga gadis tersebut.


"Akhhhhhhhh... Si*l, gara - gara wanita yang tidak tahu diri kita di pecat dan persahabatan kita putus." Ucap Venu dengan nada frustrasi.


"Tenang saja aku sangat yakin Marcelina tidak mungkin melakukan hal itu memecat kita dan memutuskan persahabatan karena kita sudah kenal sejak kita masih sekolah hingga lulus kuliah yang sama." Ucap Veni penuh percaya diri.


"Betul kata Veni, tidak mungkin Marcelina melakukan itu paling besok menghubungi kita." sambung Vena yang juga percaya diri.


"Betul juga kata kalian dan jika besok Marcelina menghubungi kita jangan ada yang mengangkat karena aku ingin dia mengemis di depan kita." Ucap Veni yang kesal dengan sikap Marcelina.


"Aku setuju, sekarang kita pergi dari sini." Ucap Venu.


"Ok." Jawab ke dua gadis tersebut.

__ADS_1


Merekapun pergi meninggalkan tempat tersebut dengan berjalan kaki menuju ke jalan raya untuk memesan taksi tanpa menyadari kalau percakapan mereka terekam di cctv tepat di depan dan belakang mereka terlebih suara mereka terdengar dengan jelas.


__ADS_2