
Marimar menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya dan matanya berkaca-kaca. Marcel memberikan sebuah cincin yang sangat cantik sedangkan Marcel mengambil cincin tersebut kemudian memakaikan di jari manis Marimar.
Cup
"Kakak sangat mencintaimu dan sebulan lagi kita akan menikah." Ucap Marcel kemudian mengecup kening Marimar dengan singkat.
Grep
"Terima kasih, aku juga sangat sangat sangat mencintaimu." Ucap Marimar sambil memeluk tubuh kekar Marcel.
'Semoga, cintamu padaku tidak akan pernah pudar.' Sambung Marimar dalam hati.
'Aku akan melakukan apapun agar tidak ada lagi kesedihan dan hanya ada air mata kebahagiaan karena kamu berhak mendapatkan itu semua.' Ucap Marcel dalam hati.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian mereka duduk saling berhadapan dengan orang tua Marcel.
"Besok kalian datang ke butik untuk mencoba gaun pengantin dan jas pengantin." Ucap Mommy Dennisa.
"Besok pagi Marcel ada meeting, Marimar bisa datangkan ke kantor Marcel?" Tanya Marcel.
"Tentu saja bisa." Jawab Marimar.
"Kenapa tidak ketemu di butik saja? Kebetulan Mommy dan Daddy juga ingin pergi ke butik." Ucap Mommy Dennisa.
__ADS_1
"Marcel ingin pergi bersama Marimar, Mom." Ucap Marcel.
"Ya sudah kalau begitu nanti kami bersama Marimar pergi ke kantormu." Ucap Mommy Dennisa.
"Ok." Jawab Marcel singkat.
"Marimar, mau bantu Mommy masak?" Tanya Mommy Dennisa sambil berdiri.
"Mau Mom." Jawab Marimar sambil ikut berdiri.
Grep
"Kalau begitu kita masak bersama kebetulan kedua orang tuaku mau datang." Ucap Mommy Dennisa.
"Daddy apalagi." Sambung Daddy Max sambil ikut tersenyum bahagia.
Walau Daddy Max seorang menantu tapi ke dua mertuanya memperlakukan Daddy Max seperti anak kandungnya padahal Daddy Max seorang psycophath itulah sebabnya Max sangat menyayangi keluarga besar istrinya.
Cerita tentang kehidupan ke dua orang tuanya dan juga kehidupan Max silahkan baca di novelku dengan judul : Perjalanan Cinta Sang Psychopath.
Mommy Dennisa hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya dan putra sulungnya. Mommy Dennisa dan Marimar berjalan ke arah dapur untuk memasak sedangkan Marcel berdiri dan berjalan ke arah Daddy Max dan duduk di samping Daddy Max.
"Daddy, terima kasih karena berkat saran Daddy dan Mommy membuat Marimar tidak curiga dan menyukai cincin pemberian Mommy." Ucap Marcel.
__ADS_1
"Sama-sama, Mommy dan Daddy juga setuju kamu menikah dengan Marimar karena Marimar mencintaimu apa adanya bukan karena harta." Ucap Daddy Max.
"Iya Dad, Marcel sangat bahagia bisa bertemu dengan Marimar dan ingin segera menikah secepatnya. Karena Marimar sangat berbeda tidak seperti wanita diluaran sana yang hanya menyukai Marcel karena Marcel salah satu cucu terkaya nomer satu di negara ini." ucap Marcel.
"Oh ya bagaimana dengan mereka?" Tanya Daddy Max dengan nada berbeda dan tidak terlihat senyuman yang tadi ditunjukkan ke Marcel.
"Mereka mendapatkan hukuman untuk membersihkan toilet yang sangat kotor dan bau begitu pula nanti kamar tidur mereka. Selain bau tidak ada penerangan listrik agar mereka merasakan apa yang dulu Marimar rasakan." Jawab Marcel dengan nada yang juga berbeda.
"Bagus, bagaimana dengan makanan yang nanti mereka makan?" Tanya Daddy Max.
"Selama ini mereka sering memfitnah masakan Marimar ada kecoa dan belatung jadi Marcel sengaja menyuruh anak buah Marcel untuk memberikan kecoa dan belatung untuk makanan mereka bersama nasi basi." Jawab Marcel.
"Bagus-bagus hukuman yang pantas mereka dapatkan. Berikan lagi hukuman yang sangat berat hingga mereka menyadari akan kesalahannya." Ucap Daddy Max.
"Iya Dad." Jawab Marcel.
Daddy Max hanya tersenyum kemudian mereka kembali mengobrol tentang bisnis. Tidak berapa lama tercium bau aroma harum bersamaan kedatangan sepasang suami istri yang sudah paruh baya bersama dua gadis cantik.
Grep
"Kak Marcel." Panggil gadis tersebut sambil berlari ke arah Marcel kemudian memeluknya.
Tanpa disadari Marcel sepasang mata menatapnya dengan tatapan sendu dan matanya berkaca-kaca ketika melihat Marcel di peluk oleh gadis tersebut.
__ADS_1