Pura - Pura Miskin

Pura - Pura Miskin
Serang


__ADS_3

Marimar masuk ke dalam restoran dan bertemu dengan salah satu pelayan restoran.


"Selamat pagi, saya Marimar waktu itu melamar di restoran ini dan katanya hari ini saya di suruh datang oleh manajer restoran." ucap Marimar.


"Selamat pagi, oh ya kemarin Tuan Manager yang bernama Tuan Vicky sudah mengatakan ke kami, jika Nona Marimar datang di suruh langsung bekerja saja." Ucap pelayan tersebut.


"Baik, terima kasih." Jawab Marimar.


"Sama-sama, mari saya antar." ucap pelayan restoran tersebut sambil membalikkan badannya kemudian berjalan ke arah dapur.


"Terima kasih." Ucap Marimar sambil masih tersenyum sambil berjalan mengikuti langkah pelayan restoran.


"Tunggu!" teriak seorang pria.


Marimar dan pelayan restoran langsung menghentikan langkahnya kemudian berjalan ke arah pria tersebut dimana pria tersebut ternyata Manager restoran bersama seorang wanita yang sangat di kenal oleh Marimar.


"Selamat pagi Tuan Vicky." Ucap pelayan restoran dan Marimar bersamaan.


Marimar juga mengenal Tuan Vicky karena waktu interview dirinya bersama pria tersebut.

__ADS_1


"Maaf, kamu tidak bisa bekerja di restoran ini." Ucap Tuan Vicky tanpa basa basi.


"Kenapa tidak bisa?" Tanya Marimar dengan wajah terkejut.


"Karena wanita ini yang akan bekerja di restoran ku." Jawab Tuan Vicky tanpa memperdulikan perasaan Marimar yang sangat kecewa.


"Bukankah waktu itu saya di terima kerja? Tapi kenapa saya tiba-tiba tidak boleh bekerja di restoran ini?" Tanya Marimar sambil melirik sekilas ke arah wanita itu yang tersenyum sinis.


"Memang benar tapi karena dia adalah penghangat ranjang ku maka aku terima dia kecuali kalau kamu mau menjadi penghangat ranjang ku maka aku bisa pertimbangkan lagi." Jawab manager restoran tersebut tanpa punya rasa malu sedikitpun.


"Terimakasih, aku bukan wanita mu x ra x han." Ucap Marimar sambil membalikkan badannya meninggalkan mereka.


"Kalau kamu merasa kenapa mesti marah? Apalagi apa yang aku katakan benar bukan kalah kamu adalah wanita yang tidak punya rasa malu." Jawab Marimar dengan nada lembut namun menusuk perasaan wanita tersebut tanpa membalikkan badannya.


Tanpa menjawab wanita itu mengambil vas bunga yang ada di meja kemudian di lempar ke arah Marimar.


Tap


Marimar yang mengetahui kalau wanita itu melempar sesuatu ke arah dirinya membuat Marimar langsung membalikkan badannya sambil menangkap vas bunga tersebut.

__ADS_1


Bugh


Prang


"Akhhhhhhhh !!!" teriak wanita itu.


Marimar yang masih menyimpan amarahnya dengan sengaja melempar vas bunga tersebut ke arah dada wanita tersebut dan langsung jatuh mengenai ke dua kakinya hingga vas bunga tersebut pecah berkeping-keping bersamaan wanita itu berteriak kesakitan karena dada dan ke dua kakinya mengeluarkan darah segar.


"Bagaimana rasanya? Enak bukan?" Tanya Marimar sambil tersenyum devil.


"Kamu!" Ucap wanita itu sambil menahan kesal dan merasakan perih secara bersamaan.


"Sebenarnya aku ingin melempar vas bunga itu ke bibirmu agar mulut bisamu tidak menyakiti perasaan orang lagi." Ucap Marimar yang tidak memperdulikan wanita itu kesakitan.


"Sayang suruh anak buahmu untuk menyerang wanita ular itu." Ucap wanita itu dengan nada manja sambil duduk di kursi makan karena ke dua kakinya masih terasa perih.


"Kalian semuanya serang wanita itu!" Teriak manager restoran tersebut.


"Baik Tuan." Jawab mereka bersamaan dengan patuh.

__ADS_1


__ADS_2