Pura - Pura Miskin

Pura - Pura Miskin
Tamat


__ADS_3

"Mereka adalah orang suruhan Riana untuk memata-matai Marcel." Jawab Daddy Max.


"Benar bukan?" Tanya Daddy Max.


Glek


Riana menelan saliva nya dengan kasar karena dirinya tidak percaya kalau orang suruhannya bisa ketahuan dengan mudah.


"Untuk apa kamu memata-matai putra kami?" Tanya Mommy Dennisa dengan nada kesal.


"Untuk mengetahui siapa kekasihnya Marcel dan setelah tahu maka mereka berdua akan menghancurkan hubungan anak kalian sekaligus cucu kesayangan kami." Ucap Daddy Alvonso.


"Daddy dan suamiku tahu?" Tanya Mommy Dennisa dengan wajah terkejut.


"Tentu saja tahu." Jawab Daddy Alvonso dan Daddy Max bersamaan.


"Sejak tadi kami menahan diri untuk bersabar tapi ternyata kamu tidak bisa berubah. Kalau Oma tidak mengingat dengan kakek dan nenekmu sudah dari tadi Oma dan Opa menghukum mu." Sambung Mommy Laras.


"Sekarang kamu pergilah dan ingat apa yang dikatakan oleh putri dan menantuku. Sedikit saja kamu melukai cucuku atau calon istri cucuku maka aku tidak segan-segan menghukum mu dengan cara yang tidak pernah kamu bayangkan." Ucap Daddy Alvonso dengan nada sarkas.


Riana hanya terdiam ketika Mommy Laras, Daddy Alvonso, Mommy Dennisa dan Daddy Max berbicara hingga akhirnya Riana pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Semoga saja dia bisa berubah." Ucap Mommy Laras.


"Semoga saja Mom." Ucap Mommy Dennisa.


"Kita istirahat dulu badan Daddy masih pegal karena pulang dari luar negri langsung ke sini." Ucap Daddy Alvonso.


"Ayo Dad, badan Mommy juga masih pegal." Ucap Mommy Laras.


"Aku juga mau istirahat." ucap Mommy Dennisa.


Daddy Max hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berempat berjalan ke arah kamar masing-masing untuk istirahat.


Tiga Hari Kemudian


Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa pula hari ini pernikahan Marimar dengan Marcel di mana pernikahan mereka di gelar sangat mewah.


Semua stasiun televisi meliput acara pernikahan tersebut membuat para gadis banyak yang patah hati terlebih para gadis dan para wanita yang dulu pernah merendahkan Marcel sebagai pria miskin ternyata salah satu anggota keluarga terkaya nomer satu di negara mereka.


Penyesalan yang teramat sangat setelah mengetahui siapa sebenarnya Marcel terlebih orang - orang yang dulu merendahkan Marimar tidak lupa pula keluarga Marimar dan mantan calon suaminya.


"Tuan selama seminggu kita makan enak dan gaji kita naik dua kali lipat plus kita dapat bonus sepuluh kali lipat." Ucap seorang bodyguard yang berjaga di mansion.


"Betul sekali, semoga saja Tuan Muda Marcel dan Nyonya Marcel selalu bahagia dan mendapatkan momongan." Ucap orang kepercayaan Marcel.


"Syukurlah Tuan Marcel tidak menikah dengan wanita yang tidak punya malu itu." Celetuk Valen yang kini badannya kurus dan berbau begitu pula dengan mereka.


Hal itu dikarenakan Marcel memberikan hukuman dengan cara setiap hari membersihkan kamar mandi yang selalu bau, belum lagi kamar mereka juga berbau. Orang tua Valen sakit - sakitan karena tidak kuat menjalani itu semua.


Selain itu mereka juga makan makanan yang ada kecoa dan belatung hal itu dikarenakan mereka dulu sering memfitnah Marimar padahal ulah mereka dengan memberikan dua binatang yang sangat menjijikkan itu ke makanan yang di masak oleh Marimar waktu Marimar bekerja di restoran. Hal itu dilakukan agar memberikan pelajaran ke mereka untuk menghargai makanan.

__ADS_1


Bukan itu saja Marcel juga tega memberikan makan makanan bekas para anak buahnya. Marcel melakukan hal itu dikarenakan dulu Marimar sering makan makanan bekas mereka.


"Aku ingin menonton televisi katanya acara pernikahan Tuan Marcel dengan Nyonya Marcel karena katanya acaranya diliput di televisi." Ucap orang kepercayaannya sambil menyalakan televisi di lantai satu.


Di mana orang kepercayaan Marcel bersama empat bodyguard duduk di sofa sedangkan orang tua Valen, Valen dan suaminya yang bernama Tio duduk di lantai setelah mereka selesai membersihkan kamar mandi.


"Oh ya aku sampai lupa kalau mulai besok kalian tidak perlu membersihkan kamar mandi karena kamar mandinya tidak lagi kami kotori." Ucap orang kepercayaannya tanpa memperdulikan ucapan Valen.


Orang tua Valen, Valen dan Tio tersenyum bahagia karena besok mereka tidak lagi membersihkan kamar mandi yang sangat bau.


Wajah yang awalnya ceria berubah menjadi amarah, kebencian dan iri hati terhadap Marimar.


Di televisi terlihat jelas Marimar tersenyum bahagia sambil memeluk lengan suaminya terlebih ke dua orang tuanya Marcel berbicara dengan Marcel dan Marimar.


"Akhhhhhhhh... Si*l kenapa wanita yang tidak punya malu itu selalu beruntung?" Tanya Valen dengan nada frustrasi.


"Maling kok teriak maling." Celetuk orang kepercayaan Marcel.


"Jaga Uhuk ... Uhuk .... mulutmu... Uhuk ....Uhuk .... Jangan menghina putriku! Teriak Ririn sambil terbatuk-batuk.


Duag


"Akhhhhhhhh..." Teriak Ririn.


Prang


Bruk


"Akhhhhhhhh !!!" Teriak Ririn.


Tanpa punya perasaan tubuh Ririn di injak hingga pecahan guci tersebut menancap ke dalam tubuh Ririn membuat Ririn berteriak kesakitan.


"Lepaskan istriku!" Bentak suaminya.


Duag


Salah seorang bodyguard menendang wajah ayahnya Marimar sekaligus Ayahnya Valen hingga ambruk seketika.


"Akhhhhhhhh !!!" Teriak Ayahnya Marimar sekaligus Ayahnya Valen.


Sama seperti yang dilakukan oleh orang kepercayaan, anak buahnya menginjak tubuh pria tersebut hingga pria tersebut berteriak kesakitan.


Valen dan Tio ingin memakai apa yang dilakukan dua pria itu langsung di todong pistol ke arah kening mereka berdua membuat Valen dan Tio hanya bisa diam menyaksikan adegan yang sangat kejam di mata mereka.


"Ini akibat kalian tidak bisa berubah, hukuman yang kami berikan adalah hukuman yang pernah kalian lakukan pada Nyonya kami. Jadi kalian berdua pantas mati sekarang karena orang seperti kalian tidak pantas untuk hidup lagi." Ucap orang kepercayaan Marcel.


"Buang mereka berempat melalui jalan rahasia!" Perintah orang kepercayaan Marcel.


Jalan rahasia adalah di mana jika orang tersebut keluar dari mansion namun ketika mereka sudah sampai di luar mansion maka orang tersebut langsung di makan binatang buas yang sengaja di pelihara oleh Marcel.


"Baik Tuan." Jawab anak buahnya.

__ADS_1


Mereka berempat menarik tangan ke dua orang tua Valen, Valen dan Tio membuat ke empat orang tersebut terpaksa mengikuti langkah mereka.


Orang kepercayaan Marcel berjalan terlebih dahulu hingga pria tersebut menekan tombol hingga lantai tersebut terbuka seukuran manusia kemudian ke empat bodyguard tersebut satu persatu di dorong ke dalam lubang tersebut.


Setelah selesai orang kepercayaan tersebut menekan tombol dan jalan rahasia itupun tertutup dengan rapat. Hingga setengah jam kemudian terdengar suara teriakan kesakitan saling bersahutan tanda orang tua Valen, Valen dan Tio mati mengenaskan dengan cara di mangsa harimau 🐯, singa 🦁, beruang 🐻 dan buaya.


xxxxxxx


Kini Marcel dan Marimar berada di kamar pengantin di mana mereka sudah selesai mandi bersama dan kini mereka berbaring di ranjang dengan menggunakan jubah handuk.


"Sayang, kita sudah resmi menikah jadi boleh kan aku meminta hakku?" Tanya Marcel penuh harap.


Marimar hanya menganggukkan kepalanya membuat Marcel tersenyum bahagia kemudian Marcel menaiki tubuh Marimar sedangkan Marimar membalas senyuman Marcel dengan wajah memerah.


Marcel memberikan pemanasan terlebih dahulu hingga lima belas menit kemudian masuk ke permainan inti yaitu menyatukan tubuh mereka berdua. Di hentakkan pertama Marcel gagal hingga di hentakkan ke empat barulah Marcel berhasil itupun hanya kepala wortel import nya.


"Sstttttt... Sakit Kak." Rintih Marimar sambil mengalungkan ke dua tangannya ke arah leher suaminya.


"Berhenti atau lanjut?" Tanya Marcel yang tidak tega mendengar rintihan Marimar hingga mata Marimar berkaca-kaca.


"Lanjut saja." Jawab Marimar sambil memejamkan matanya untuk menahan rasa perih pada bagian intinya.


Marcel memberikan pemanasan kembali hingga Marimar mengeluarkan suara merdunya barulah Marcel mendorong pinggulnya hingga Marcel merasakan wortel import nya menembus penghalang bersamaan jerit kesakitan Marimar.


Marcel mendiamkan wortel import nya sambil memberikan pemanasan kembali agar rasa perih bisa teralihkan. Hingga Marimar mengeluarkan suara merdunya barulah Marcel menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga beberapa saat Marimar sudah tidak merasakan sakit lagi pada bagian privasinya.


Hingga setengah jam kemudian mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri.


Cup


"Terima kasih sayang." Ucap Marcel sambil mengecup kening istrinya dengan lembut.


"Sama-sama sayang." Jawab Marimar sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya dan tangan kanannya memeluk pinggang Marcel.


Marcel membalas pelukan istrinya sambil tersenyum bahagia karena dirinya pria pertama yang mendapatkan harta berharga yang selama ini di jaga oleh Marimar terlebih Marcel berulangkali mandi air dingin karena selalu menahan diri untuk tidak melakukan hubungan suami istri.


Marcel menyelimuti tubuh polos istrinya dan juga dirinya hingga beberapa menit kemudian mereka tidur dengan pulas dan memberikan kehangatan masing-masing.


Mereka hidup bahagia bersama dan tidak ada musuh atau siapapun yang ingin memisahkan mereka berdua karena keluarga besar Daddy Alvonso akan menyingkirkan siapa saja yang berniat menyakiti salah satu anggota keluarga besar Alvonso yang terkenal dengan melindungi keluarganya dan setia dengan pasangannya.


Tamat


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Tidak terasa novel ini sudah tamat dan terima kasih atas komentar, like, hadiah dan vote. Maaf kalau author tidak semua membalas komentar para pembaca satu persatu tapi yang pasti author sangat senang dengan komentar para pembaca setiaku.


Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua. Amin.


Maaf kalau ada kata-kata ku yang salah dan semoga para pembaca selalu sehat, bahagia dan sukses selalu.


Salam Author,

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


__ADS_2