
Ke empat orang tersebut masuk ke dalam kamar mewah masing-masing membuat mereka bernafas lega karena kamar tersebut sangat rapi dan sudah pasti kamar mandinya pasti bersih.
"Kamarnya saja rapi, harum dan bersih pastinya kamar mandinya rapi, harum dan bersih tidak seperti yang aku bayangkan." pikir mereka bersamaan.
Ceklek
"Hoek .... Hoek .... Hoek ..."
Mereka serempak keluar dari kamar mandi masing - masing dan berlari keluar dari kamar tersebut.
"Bau banget." Ucap mereka bersamaan.
"Ririn, Valen dan Tio kenapa kalian pada keluar dari kamar?" Tanya Ayahnya.
"Aduh Ayah bau banget kamar mandinya." Ucap mereka bertiga bersamaan.
"Iya Ayah juga bikin Ayah mual." Ucap Ayahnya.
"Cepat bersihkan!" Teriak seseorang.
Mereka serempak menatap ke arah sumber suara dan melihat Marcel sedang menatapnya dengan tatapan dingin begitu pula dengan dua bodyguard yang berada di belakangnya.
"Aku akan laporkan pada putriku agar tidak mau menikah dengan pria sejahat dirimu." Ucap Ayahnya Marimar penuh percaya diri.
"Betul, aku juga akan melaporkan agar Marimar meninggalkanmu." Ucap Ririn dan Valen bersamaan.
"Pffftttt.... Hahahaha..." Tawa Marcel dan ke dua bodyguard bersamaan.
"Aku jahat? Bagaimana dengan kalian? Kalian baru melakukan sekali saja sudah mengeluh dan mengatakan aku jahat. Bagaimana dengan Marimar? Setiap hari Marimar membersihkan kamar mandi yang sangat bau dan kalian berdua sengaja membuat kamar mandi bau. Lebih Jahat mana? Aku atau kalian berdua?" Tanya Marcel sambil menggenggam erat ke dua tangannya menahan amarahnya dan menatap tajam ke arah Ririn dan Valen.
"Kini kalian tahu bagaimana rasanya tersiksanya dulu Marimar menahan rasa bau yang sengaja kalian berbuat." Sambung Marcel.
"Bersihkan kamar mandinya jika tidak maka kamu tidak segan-segan menembak salah satu kaki kalian." Ucap anak buahnya Marcel.
__ADS_1
Ke empat orang tersebut saling memandang seperti mengatakan apakah melakukan itu atau tidak.
"Marimar itu pembohong besar, kamu tidak pernah menyiksa atau melakukan sesuatu yang jahat terhadap Marimar." Ucap Ririn berbohong.
"Benar sekali, justru aku dan Ibuku yang setiap hari melakukan pekerjaan rumah." Sambung Valen.
Marcel sangat kesal mendengar kebohongan mereka membuat Marcel menjentikkan jarinya. Dua anak buahnya langsung mengarahkan tembakan ke mereka kemudian menekan pelatuknya.
"Cih ... pistol mainan kami tidak takut." Ucap Ririn dan Valen bersamaan.
Dor Dor Dor Dor Dor
"Akhhhhhhhh...." Teriak Ririn dan Valen bersamaan.
Bruk Bruk
Ke dua bodyguard tersebut menembak ke arah Ririn dan Valen. Walau pistol mainan dan pelurunya juga mainan tapi jika mengenai tubu tetap saja sakit membuat ke dua wanita itu berteriak kesakitan hingga jatuh bersamaan.
"Bersihkan sekarang? Atau kami tembak dengan pistol mainan." Ancam Marcel.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
"Tuan menyuruh kita kamar mandi semua mansion diberikan kotoran seperti bangkai tikus, bangkai ayam, sampah yang sangat bau dan jika buang air kecil jangan di siram." Ucap orang kepercayaan Marcel.
"Apa? Lalu kami nanti ke kamar mandi bagaimana?" Tanya para anak buahnya dengan wajah terkejut.
"Kecuali lantai empat di mana lantai empat adalah kamar kita jadi biarkan tetap bersih. Usahakan kalian makan jengkol dan pete agar mereka pingsan ketika membersihkannya." Jawab orang kepercayaannya.
"Tuan Muda, ada - ada saja." ucap salah satu anak buahnya.
"Iya biasanya menghukum tahanan tidak seperti itu." Ucap yang lainnya.
"Itu karena mereka sangat jahat terhadap kekasihnya Tuan Muda Marcel. Mereka pernah melakukan seperti itu terhadap kekasihnya Tuan Muda karena itulah Tuan Muda melakukannya agar mereka merasakan apa yang dulu pernah dirasakan oleh kekasihnya Tuan Muda." Jawab orang kepercayaannya.
__ADS_1
"Apa? Jahat sekali mereka, baik kami akan melakukan secepat mungkin." Ucap mereka bersamaan.
Merekapun melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh orang kepercayaan Marcel sedangkan pria tersebut kembali ke dalam kamar pribadinya.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxx
"Awasi mereka dan jangan segan-segan untuk menembak mereka dengan peluru mainan jika mereka tidak menuruti permintaan kalian." Ucap Marcel.
"Baik Tuan." Jawab mereka bersamaan.
"Aku ingin mereka tersiksa seperti yang dulu dialami oleh kekasihku dan jangan lupa setelah mereka membersihkan kamar mandi berikan makanan basi sama seperti dulu kekasihku makan makanan basi." Ucap Marcel dengan nada dingin.
"Besok hukuman masih sama membersihkan kamar mandi sampai kamar mandi bersih barulah melanjutkan hukuman berikutnya. Kabarin aku jika kamar mandinya bersih seperti semula." Ucap Marcel.
"Baik Tuan." Jawab mereka bersamaan.
"Maaf Tuan, untuk tempat tidur mereka apakah mereka tetap tidur di gudang?" Tanya orang kepercayaannya untuk memastikan.
"Mereka tetap tidur di gudang belakang agar mereka merasakan apa yang dirasakan oleh Kekasih ku." Jawab Marcel.
Gudang belakang adalah tempat penyimpanan barang-barang yang sudah tidak terpakai atau sudah rusak seperti kursi, sofa, lemari dan meja. Kebanyakan sudah lapuk karena di makan rayap di tambah banyaknya debu di dalam gudang tersebut.
Bisa dipastikan mereka sangat tersiksa jika harus tidur di gudang tersebut. Belum lagi Marcel menyuruh anak buahnya untuk membuang beberapa bangkai tikus dan bisa dipastikan baunya seperti apa.
"Baik Tuan." Jawab anak buahnya dengan patuh.
Marcel hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah lift dengan diikuti oleh orang kepercayaannya. Sampai di atas rooftop Marcel naik pesawat di mana pilot sedang menunggunya.
Satu jam kemudian Marcel sudah sampai di mansion ke dua orang tuanya di mana Marimar tinggal bersama ke dua orang tuanya karena sebentar lagi mereka akan menikah.
"Kak Marcel, habis darimana?" Tanya Marimar ketika melihat Marcel berjalan ke arah ruang keluarga.
Marcel tersenyum melihat Marimar berjalan ke arah dirinya membuat ke dua orang tuanya ikut tersenyum karena melihat putra sulungnya selalu tersenyum bahagia sejak mengenal Marimar.
__ADS_1
"Habis membeli ini." Ucap Marcel sambil mengeluarkan kotak berwarna merah kemudian membukanya.