
Marimar yang melihat mereka akan menampar dirinya membuat Marimar bersiap untuk menahan tangan mereka dan akan memberikan mereka pelajaran.
'Aku tidak perduli jika aku di pecat karena yang terpenting aku ingin membalaskan dendam ku.' Ucap Marimar dalam hati.
Grep
Grep
Grep
Grep
Ketika mereka berempat bersiap untuk menampar Marimar bersamaan kedatangan Daddy Max, Marcel, kepala koki dan manager restoran sekaligus menangkap tangan mereka agar tidak menampar Marimar.
"Jauhkan tangan sampah mu untuk melukai calon istriku." Ucap Marcel dengan tatapan tajam sambil menggenggam tangan Tio kemudian menekuknya.
"Akhhhhhhhh ....Sakit." teriak Tio.
Bruk Bruk
Bruk Bruk
Marcel mendorong tubuh Tio, Daddy Max mendorong tubuh Ayahnya Marimar, Kepala koki mendorong tubuh Ririn sedangkan Manager restoran mendorong tubuh Valen hingga tubuh mereka jatuh ke belakang.
__ADS_1
Grep
Marcel memeluk pinggang Marimar sambil mengusap punggungnya agar mengurangi rasa sesak di hatinya.
'Maaf, Kakak sengaja lama tidak keluar agar mereka semua mengatakan sesuatu yang jahat padamu. Tapi tenang saja perkataan mereka adalah perkataan mereka yang terakhir karena Kakak akan menghukum mereka semua agar bisa merasakan sakit hati dan kesedihan yang kamu alami.' Ucap Marcel dalam hati.
Ke dua orang tuanya Valen, Valen dan Tio langsung bangun, mereka sangat terkejut karena Marimar di peluk seorang pria yang sangat tampan dan kaya raya karena terlihat dari pakaiannya.
'Si*l, kenapa wanita mu x ra x han mendapatkan pria yang sangat tampan dan kaya raya? Aku harus bisa merebutnya dari tangan Marimar." Ucap Valen dalam hati.
"Berapa harga tubuhmu? Kalau aku tahu kamu menjual tubuhmu maka aku akan membayarnya dua kali lipat dari pria itu." Hina Tio sambil menahan amarahnya.
'Si*l, aku tidak terima kalau Marimar dimiliki oleh pria lain." Sambung Tio dalam hati.
Bugh
Bugh
"Uhuk ... Uhuk ... Uhuk." Tio terbatuk-batuk hingga darah segar keluar dari mulutnya.
Bruk
Brak
__ADS_1
Marcel mendorong tubuh Tio dengan sekuat tenaga ke arah meja membuat tubuh Tio menabrak meja kemudian jatuh ke lantai.
"Siapa kamu? Apakah kamu tidak tahu siapa aku?' Tanya Tio dengan nada sombong sambil berusaha untuk berdiri.
"Aku tahu siapa kamu, kamu adalah Tio Palanok kepanjangan dari Paku Lancip No Karatan anak dari Tuan Palanok dan mempunyai perusahaan Palanok yang diwariskan oleh Ayahmu." jawab Marcel.
"Awan." Panggil Marcel.
"Ya tuan." Jawab Awan patuh sambil berjalan ke arah Marcel kemudian menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.
"Tuan Awan, bukankah Tuan Awan orang kepercayaan Tuan Marcel kenapa menghormati pria itu? Apakah kamu tidak tahu kalau dia itu orang kepercayaan Tuan Marcel?" Tanya Tio dengan wajah terkejut.
Bugh
Bruk
"Tunjukkan rasa hormatmu, Dia adalah Tuan Muda Marcellino Alionso Taylor dan mereka adalah ke dua orang tuanya Tuan Muda Marcellino Alionso Taylor." Ucap Awan kemudian memukul wajah Tio dengan keras membuat Tio kembali terjatuh ke lantai.
"Apa?" teriak ke dua orang tuanya Valen dan Tio secara bersamaan.
'Si*l kenapa Marimar selalu beruntung mendapatkan pria kaya? Aku tidak terima dan aku akan merebutnya sama seperti merebut Tio.' Ucap Valen dalam hati.
'Aku akan membujuk putriku untuk merebut pria kaya itu dari tangan wanita yang tidak malu itu.' Ucap Ririn ibu tirinya Marimar dalam hati.
__ADS_1
'Hah! Putriku dapat pria kaya? Aku akan mendekati putriku agar aku bisa hidup lebih enak. Putriku tidak mungkin menolakku karena pasti dirinya tidak ingin jelek di depan keluarga pria kaya itu jika menolakku ataupun tidak mengakui aku sebagai Ayah kandungnya.' Ucap Ayah kandungnya tanpa punya rasa malu sedikitpun dalam hati.