
"Sangat gurih dan harum." Ucap Marcel sambil menghirup jarinya tanpa ada rasa jijik sedikitpun.
"Tapi itukan menjijikkan." Ucap Marimar.
"Bagi Kakak tidak menjijikan." Ucap Marcel.
Tiba - tiba dirinya baru sadar kalau dirinya bukan siapa-siapa Marcel membuat Marimar menarik selimutnya untuk menutupi tubuh polosnya kemudian membelakangi Marcel sambil terisak.
"Hiks ... Hiks ... Hiks ..."
Grep
Marcel sangat terkejut melihat perubahan wajah Marimar membuat Marcel memeluk tubuh Marimar.
"Ada apa?" Tanya Marcel dengan nada lembut.
"Kita hampir saja melakukan hubungan suami istri dan aku seperti wanita mu x ra x han." Jawab Marimar sambil mengeluarkan air matanya.
Marimar sangat terpukul karena selama ini dirinya selalu menjaga kehormatannya. Mantan calon suaminya sampai meminta berciuman bahkan ingin melakukan hubungan suami istri selalu ditolaknya. Hingga akhirnya mantan calon suaminya selingkuh dengan adik tirinya bahkan mereka menikah.
"Kak Marcel, aku akan pindah dari apartemen ini untuk melupakan apa yang telah terjadi." Sambung Marimar sambil melepaskan pelukan Marcel.
"Kakak tidak pernah menganggap mu seperti wanita mu x ra x han karena Kakak sudah mulai suka. Maafkan Kakak kalau Kakak tadi tidak bisa menahan diri." Ucap Marcel sambil tetap memeluk Marimar tanpa mau dilepaskan.
__ADS_1
"Kamu jangan pergi dari apartemen ini karena Kakak tidak bisa jauh darimu." Ucap Marcel dengan nada tulus.
Marimar sangat kaget dengan apa yang dikatakan oleh Marcel membuat Marimar membalikkan badannya dan menatap wajah tampan Marcel.
"Sejak kapan Kak Marcel menyukai diriku? Apakah tidak terlalu cepat? Kita kan baru kenal." Ucap Marimar.
"Sejak kamu merawat Kakak ada perasaan nyaman dan kamu sangat tulus mau berteman dengan orang miskin seperti diriku." Ucap Marcel dengan jujur.
"Kalau seandainya ada gadis yang merawat Kak Marcel dan juga tulus berteman dengan Kak Marcel, apakah Kak Marcel juga akan mencintai gadis itu dan mengusir aku karena ada yang lebih baik?" Tanya Marimar.
"Tentu tidak." Jawab Marcel tegas tanpa banyak berpikir.
"Kenapa tidak?" Tanya Marimar penasaran.
"Jika Kakak mencintai satu orang maka Kakak akan mencintainya seumur hidup Kakak. Jadi mana mungkin kalau Kakak mengusir gadis yang Kakak cintai." Jawab Marcel sambil menatap wajah cantik Marimar.
Grep
Cup
Marcel memeluk tubuh Marimar kemudian mengecup pucuk kepala Marimar.
"Mulai sekarang dan seterusnya kita menjadi pasangan kekasih. Kakak janji untuk selalu melindungi, menjaga dan kita tidak akan melakukan hubungan suami istri sebelum kita resmi menikah." Ucap Marcel dengan nada tulus.
__ADS_1
"Kamu juga mencintai Kakak kan?" Tanya Marcel.
Marimar hanya membalas pelukan Marcel kemudian menganggukkan kepalanya sambil tersenyum bahagia.
"Apa yang membuat dirimu mencintai Kakak?" Tanya Marcel.
"Ketika semua orang penghuni kontrakan memakiku dan merendahkan diriku hanya Kak Marcel yang membelaku padahal di situ ada pemilik kontrakan. Di saat itu aku merasa di lindungi dan merasa nyaman dekat dengan Kak Marcel. Memang ini terlalu cepat tapi jujur jika dekat dengan Kak Marcel jantungku berdetak kencang dan aku ingin mengatakan kalau aku suka dengan Kak Marcel tapi aku berusaha untuk menepis perasaan itu." Jawab Marimar dengan jujur sambil memejamkan matanya karena dirinya sangat mengantuk.
"Jantung Kakak juga berdetak kencang jika dekat denganmu. Ternyata kita sama-sama ada perasaan suka. Kakak janji untuk selalu setia dan melindungi dari orang yang berniat jahat padamu." Ucap Marcel.
Hening
"Marimar." Panggil Marcel.
Hening
Marcel mendorong perlahan tubuh Marimar dan ternyata Marimar sudah tidur dengan pulas membuat Marcel tersenyum.
'Kamu tidur dengan pulas tanpa ada rasa takut kalau aku akan berbuat jahat. Terima kasih kamu percaya padaku dan tenang saja besok mereka akan merasakan apa yang selama ini kamu rasakan.' Ucap Marcel dalam hati.
Marcel mengangkat selimutnya untuk masuk ke dalam selimut karena tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun.
'Walau tubuh kita polos tanpa sehelai benangpun, aku tidak akan memakan dirimu karena aku sudah berjanji kita akan melakukan hubungan suami istri setelah kita resmi menikah.' Ucap Marcel dalam hati.
__ADS_1
'Terima kasih sudah mencintaiku apa adanya dan bukan ada apanya.' Sambung Marcel dalam hati sambil memejamkan matanya.
Tanpa memerlukan waktu lama Marcel tidur dengan pulas dan saling berpelukan dan memberikan kehangatan masing-masing.