Pura - Pura Miskin

Pura - Pura Miskin
Satu Syarat


__ADS_3

"Sejujurnya kami hampir saja melakukan hubungan suami istri." Jawab Alex yang tidak bisa berbohong dengan ke dua orang tuanya.


"Kenapa bisa?" Tanya Daddy Max penasaran.


Marcel pun menceritakan kenapa dirinya dan Marimar hampir melakukan hubungan suami istri sedangkan ke dua orang tuanya hanya diam mendengarkan cerita putra sulungnya.


"Itulah yang terjadi Mom." Jawab Marcel mengakhiri ceritanya.


"Coba ceritakan awal kalian bertemu." Pinta Mommy Dennisa.


Marcel kembali bercerita awal bertemunya dengan Marimar hingga mereka tinggal di apartemen milik Marcel sedangkan ke dua orang tuanya menahan amarahnya terhadap para penghuni kontrakan karena telah mencaci maki Marimar.


"Itulah Mom, Dad kenapa Marcel membawa Marimar ke apartemen milik Marcel." Jawab Marcel mengakhiri ceritanya.


"Kamu sudah selidiki masa lalu Marimar?" Tanya Mommy Dennisa.


"Sudah Mom, hidup Marimar sangat menyedihkan sejak ibunya meninggal Ayah kandungnya menikah lagi dan Marimar diperlakukan seperti pelayan." Jawab Marcel.


"Apakah Ayahnya sama sekali tidak memarahi istrinya?" Tanya Mommy Dennisa sambil menahan amarahnya.


"Tidak Mom, Ayahnya sama sekali tidak perduli bahkan Ayahnya lebih perduli dengan anak dari selingkuhannya dan membiarkan istri dan anaknya menindas Marimar." Jawab Marcel sambil menahan amarahnya.


"Apa? Jahat banget mereka." Ucap Mommy Dennisa sambil menahan amarahnya dan sedih karena hidup Marimar penuh dengan kesedihan dalam waktu bersamaan.

__ADS_1


"Bukan itu saja Mom, ketika Marimar satu hari sebelum menikah calon suaminya selingkuh dengan adik tirinya.'' Ucap Marcel.


''Keluarga yang sangat cocok ibunya merebut Ayahnya Marimar dan anaknya merebut calon suami Marimar." Ucap Daddy Max sambil masih menahan amarahnya.


"Betul kata Daddy." Jawab Mommy Dennisa dan Marcel bersamaan.


Ting


Ting


Tiba-tiba ponsel Marcel berdering sekali tanda ada dua pesan masuk membuat Marcel mengambil ponselnya dari saku jasnya untuk melihat siapa yang mengirim pesan ke dirinya.


Marcel membaca pesan dan juga gambar dari anak buahnya, setelah selesai membaca dan melihat gambar rahang Marcel mengeras dengan wajah yang sangat menyeramkan. Marcel mengetik sesuatu kemudian pesan tersebut terkirim.


"Marimar hari ini seharusnya sudah bekerja menjadi koki di sebuah restoran tapi tiba-tiba manager restoran tersebut memecat Marimar." Jawab Marcel.


"Memang apa kesalahannya?" Tanya Mommy Dennisa penasaran.


"Tidak ada." Jawab Marcel.


"Ceritakan lebih jelas." Pinta Daddy Max yang ingin tahu lebih jelas dengan apa yang di alami oleh calon menantunya.


"Ketika Marimar datang dan bersiap untuk bekerja datang manager restoran bersama seorang wanita. Manager tersebut mengatakan kalau Marimar tidak boleh bekerja karena wanita di sebelahnya tidur bersamanya dan kalau Marimar mau menjadi penghangat ranjangnya maka akan dipertimbangkan lagi." Ucap Marcel sambil menggenggam erat ke dua tangannya untuk mengurangi emosinya.

__ADS_1


"Marimar tentu saja menolak dan menghina wanita itu hingga akhirnya Marimar di keroyok sebanyak sepuluh pegawai restoran." Sambung Marcel.


"Apa? Kurang aj*r restoran itu harus kita beli kemudian mengusir mereka agar menjadi gemb*l." Ucap Daddy Max sambil menahan amarahnya.


"Apa yang dikatakan Daddy benar terlebih Marcel ingin membalas dendam ke wanita itu karena telah berani mengusik Marimar." Ucap Marcel.


"Apakah kamu mengenalnya?" Tanya Mommy Dennisa karena melihat Marcel sedang menahan amarahnya.


"Tentu saja Marcel mengenalnya, wanita itu yang mengejar - ngejar Marcel dan wanita itu pula yang membuat Marimar terpaksa pergi dari rumah kontrakan karena wanita itu mengompori semua warga agar mengusir Marimar." Jawab Marcel.


"Mengenai wanita itu dan manager restoran biar Daddy dan Mommy yang urus karena yang lebih penting kamu sekarang pulang dan temani Marimar karena saat ini pasti Marimar sangat sedih." Ucap Daddy Max.


"Betul apa yang dikatakan oleh Daddy dan mengenai kalau Marimar ingin bekerja di restoran menjadi koki, lebih baik pekerjakan Marimar di restoran kita dan mulai besok bisa bekerja." Sambung Mommy Dennisa.


"Oh ya mengenai kamu ingin memberikan pelajaran ke keluarganya Marimar lebih baik di tahan dulu karena Daddy punya rencana untuk menjatuhkan mereka termasuk mantannya yang tidak tahu malu itu." Sambung Daddy Max.


"Terima kasih banyak Mom, Dad." Jawab Marcel sambil tersenyum bahagia karena ke dua orang tuanya tidak melarang dengan siapa dirinya menyukai wanita terlebih ke dua orang tuanya melindungi Marimar.


"Sama-sama." Jawab Daddy Max.


"Tapi kami minta satu syarat dari mu." ucap Mommy Dennisa tiba-tiba.


"Apa itu Mom?" Tanya Marcel penasaran.

__ADS_1


__ADS_2