
Grep
"Ada apa sayang? Kok berdiri di sini?" Tanya Mommy Dennisa yang belum melihat ada tamu datang.
"Ada tamu Mom." Jawab Marimar.
Mommy Dennisa mengarahkan pandangannya ke arah depan dan melihat sepasang suami istri yang sangat familiar dan dua gadis cantik, salah satu gadis tersebut melepaskan pelukannya kemudian mengobrol dengan Marcel.
"Mereka orang tuaku, ayo Mommy kenalkan ke mereka." Ucap Mommy Dennisa sambil menarik tangan Marimar menuju ke arah orang tuanya.
"Mommy, Daddy." Panggil Mommy Dennisa memanggil ke dua orang tuanya siapa lagi kalau bukan Daddy Alvonso dan Mommy Laras.
"Hallo sayang, Mommy kangen banget sama kalian berdua." Ucap Mommy Laras yang melihat Mommy Dennisa sedang berjalan ke arah dirinya.
Grep
"Dennisa juga kangen sama Mommy dan Daddy." ucap Mommy Dennisa sambil memeluk Mommy Laras.
Mommy Laras membalas pelukan Putri bungsunya setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya.
"Oh ya Mom, ini Marimar calon istrinya Marcel." Ucap Mommy Dennisa sambil memperkenalkan Marimar ke Mommy Laras.
"Calon istrinya cucuku?" Tanya Mommy Laras dengan wajah terkejut.
"Iya Mom, memang kenapa Mom?" Tanya Mommy Dennisa dengan wajah bingung.
"Tidak apa-apa." Jawab Mommy Laras dengan nada lembut.
'Waduh, cucu sahabatku Riana ikut lagi dan sekarang lagi mengobrol dengan Marcel. Kalau Riana tahu Marcel sudah mau menikah apa yang terjadi?' Sambung Mommy Laras dalam hati.
Riana adalah cucu sahabat Mommy Laras yang sangat menyukai Marcel sekaligus teman masa kecil Marcel. Ke dua orang tua Riana sudah meninggal dunia karena mengalami kecelakaan mobil.
Riana di asuh oleh ke dua orang tuanya dari Ibunya Riana sekaligus kakek dan nenek Riana karena keluarga dari Ayahnya tidak mau mengurus Riana dengan alasan mereka sibuk mengurus anak-anak mereka.
Mommy Laras ikut membantu sahabatnya mengurus cucunya karena itulah Riana kenal baik dengan keluarga besar Daddy Alvonso.
Ketika Mommy Laras dan Daddy Alvonso ingin pergi ke mansion milik Daddy Max bersamaan kedatangan ke dua sahabatnya bersama cucunya yang bernama Riana.
__ADS_1
Mommy Laras memberitahukan kalau mereka akan pergi ke mansion putri bungsunya membuat ke dua sahabatnya pulang ke mansion sedangkan Riana yang tahu minta ikut.
"Marimar, panggil Mommyku dengan sebutan Oma." Ucap Mommy Dennisa.
"Oma, apa kabar?" Tanya Marimar dengan nada lembut sambil mencium punggung tangan Mommy Laras.
"Kabar baik." Jawab Mommy Laras.
"Oh ya kenalkan ini cucuku kamu bisa memanggilnya Angela." Ucap Mommy Laras.
"Angela." Ucap Angela memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.
"Marimar." jawab Marimar sambil membalas uluran tangan Angela.
"Daddy apa kabar?" Tanya Daddy Max sambil berjabat tangan kemudian mencium punggung tangan Daddy Alvonso.
"Daddy baik-baik saja." Jawab Daddy Alvonso.
"Syukurlah Max ikut senang." Ucap Daddy Max.
"Oh ya siapa gadis itu? Apakah calon istri cucuku?" Tanya Daddy Alvonso yang melihat Marimar mencium punggung tangan Mommy Laras.
Daddy Alvonso langsung menarik tangan Daddy Max untuk bicara penting dan tidak ingin di dengar oleh Riana. Daddy Max yang tangannya di tarik menatap bingung namun Daddy Max dengan patuh mengikuti langkah Daddy Alvonso.
"Ada apa Dad?" Tanya Daddy Max ketika mereka berada di ruang makan.
"Kamu ingat Riana?" Tanya Daddy Alvonso.
"Lihat Dad, Riana teman masa kecil Marcel." Jawab Daddy Max.
"Kamu pasti sudah tahu kalau Riana sangat menyukai Marcel dan berharap bisa menikah dengan Marcel." Ucap Daddy Alvonso.
"Mau bagaimana lagi Dad, Marcel sangat mencintai Marimar dan berencana akan menikah secepatnya. Apalagi cinta itu tidak bisa dipaksakan dan kita tidak pernah tahu dengan siapa kita menikah. Seperti Daddy akhirnya bertemu dengan cinta sejatinya begitu pula dengan Max." Ucap Daddy Max.
"Daddy tahu dan Daddy harap Riana mau berbesar hati menerima kenyataan itu." Ucap Daddy Alvonso.
"Amin." Jawab Daddy Max sambil mencium aroma wangi masakan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Masakannya bikin Max lapar Dad." Sambung Daddy Max.
"Iya, Daddy sampai ikutan lapar." Ucap Daddy Alvonso sambil membalikkan badannya dan melihat masakan kesukaannya.
"Kita ajak mereka makan karena Daddy sudah lapar." Ucap Daddy Alvonso sambil membalikkan badannya begitu pula dengan Daddy Max.
Ke dua pria tampan tersebut berjalan ke arah ruang keluarga hingga mereka melihat Mommy Laras dan Mommy Dennisa sedang mengobrol sedangkan Marimar mengobrol dengan Angela begitu pula dengan Marcel mengobrol dengan Riana.
"Mommy kita makan yuk." Ajak Daddy Alvonso sambil berjalan ke arah istrinya.
"Bukannya tadi Daddy sudah makan?" Tanya Mommy Laras.
"Memang tapi melihat ada makanan kesukaan Daddy membuat Daddy lapar, Dennisa tahu saja kesukaan Daddy." Ucap Daddy Alvonso.
"Kesukaan Mommy ada tidak?" Tanya Mommy Laras.
"Ada dong, ayo kita makan bersama." Ajak Mommy Dennisa.
"Ayuk." Jawab mereka bersamaan kecuali Marcel dan Riana yang masih asyik mengobrol.
Mereka berjalan ke arah ruang makan sedangkan Marimar menatap Marcel yang masih asyik mengobrol di sudut ruang keluarga sambil sesekali tertawa bersama.
'Kalau memang Kak Marcel bahagia dengan gadis itu maka aku akan mundur karena gadis itu pantas berdampingan dengan kak Marcel.' Ucap Marimar dalam hati.
Dirinya melakukan itu karena merasa tidak pantas berdampingan dengan Marcel. Dirinya seorang gadis miskin sedangkan Marcel pria terkaya nomer satu. Hatinya sangat sakit namun tidak berdarah tapi dirinya tidak ingin egois dan Marimar ingin orang yang dicintainya bahagia walau tidak bersama dirinya.
Marimar berjalan ke arah Marcel dan Riana sambil tersenyum walau hatinya terluka.
"Kak Marcel, waktunya makan bersama." Ajak Marimar.
"Kak Marcel, dia siapa?" Tanya Riana dengan nada sinis.
"Dia ..." Ucapan Marcel terpotong oleh Marimar.
"Aku bukan siapa-siapa, permisi." Pamit Marimar sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu utama.
"Kamu mau kemana?" Tanya Marcel sambil berjalan ke arah Marimar namun tangannya di tahan oleh Riana.
__ADS_1
"Aku akan pergi dari sini karena kehadiranku tidak diperlukan lagi dan semoga Kak Marcel bahagia." Jawab Marimar sambil menahan agar air matanya tidak keluar.
"Salam buat Mommy dan Daddy, tolong katakan aku akan pergi dan tidak akan bertemu lagi untuk selama-lamanya. Terima kasih atas semuanya dan semoga Tuhan membalas kebaikan Kak Marcel dan keluarga Kak Marcel." Sambung Marimar sambil melangkahkan kakinya ke arah pintu utama.