
Charles sebenarnya sudah menyukai keyra semenjak mereka sekolah, tapi karna latar belakang keluarganya dia takut hal ini akan menyakiti keyra, charles adalah putra dari kepala kerajaan gelap karna hal inilah dia tidak boleh sembarangan menyukai wanita karna ayahnya akan menyingkirkan gadis tersebut, tapi saat mengetahui keyra adalah seorang putri dia tanpa ragu ingin menunjukkan perasaannya yang sebenarnya dan sekaligus dia memiliki alasan kepada ayahnya untuk terus bersama keyra yaitu menjaga sang putri yang ia cintai.
keesokan hari keyra berangkat ke peresmian taman kota dengan para pengawal dan sekretarisnya, di taman kota semua tampak baik-baik saja tidak ada sesuatu yang aneh terlihat berikutnya mereka menuju ke acara pembukaan lahan rumah sakit dipinggir kota jalannya agak sepi dan juga melewati hutan, disanalah rencana jahat mereka mulai, mobil yang membawa keyra mengalami rem blong dan tidak bisa dikendalikan pengawal di mobil belakang segera mempercepat mobil mereka untuk menghadang keyra sayang mereka terlambat mobil yang ditumpangi keyra sudah terlebih dahulu menabrak pohon, Charles yang baru saja tiba bergegas menghampiri keyra saat dia membuka pintu mobil dia melihat keyra yang sudah pingsan dia segera menyelamatkannya sopir dan sekretaris di kursi depan sudah tidak bernyawa tanpa memeriksa Charles langsung menggendong keyra dan membawanya kerumah sakit
"key!!!"
"bangun!!"
"kumohon kau harus baik-baik saja, tolonglah"
setiba dirumah sakit keyra langsung dibawa ke unit gawat darurat dan ditangani oleh dokter, dan diluar
"kenapa bisa seperti ini?!"
"bukankah kalian adalah yang terbaik?!!"
"aku sudah berpesan pada kalian untuk berhati-hati dalam perjalanan ini, apa kalian hanya menghiraukannya saja?!"
"maaf tuan muda, tadi saat akan berangkat sekretaris itu bersikaras melarang kami memeriksa mobilnya"
"jadi kau membiarkannya begitu saja?!"
"sudahlah flix periksalah mayat sekretaris dan sopir itu sebelum orang-orang dari kerajaan datang juga tempat mereka singgah sebelumnya, aku mau tau dengan jelas semuanya, laporkan padaku dalam tiga jam!"
"tttiga jam bos?"
"apa itu terlalu lama?!"
__ADS_1
"tidak kau memang pemurah bos"
flix langsung pergi setelah mendapatkan perintah dan dokter yang menangani keyra juga sudah keluar
"bagaimana keadaannya dokter"
"dia baik-baik saja semua organ vitalnya aman tapi apakah pasien memiliki trauma sebelumnya?"
"apa?"
"begini selama pemeriksaan dia terus mengigau ketakutan"
"jadi bersabarlah dan kau bisa terus mencoba berkomunikasi dengannya agar dia cepat sadar"
Charles pergi melihat keadaan keyra dan berusaha membuat keyra bangun
"jika kau begini mereka yang membencimu akan lebih mudah menjatuhkanmu"
charles menggenggam erat tangan keyra, setelah beberapa jam keyra masih belum siuman dan keyra mulai berteriak keras lagi dan akhirnya ia tersadar, Charles yang tertidur disamping keyrapun ikut bangun mendengar keyra
"kau sudah bangun?"
"akhirnya, aku sangat mengkhawatirkanmu"
"ya aku"
charles memeluk keyra dan mencium rambutnya
__ADS_1
"kau pasti banyak melalui masa sulit, maafkan aku yang datang terlambat"
"ini bukan salahmu"
keyra membalas pelukan Charles dan iapun menangis dipelukan Charles dia merasakan kembali kehangatan yang sangat ia rindukan, di momen itu flix tiba-tiba masuk dan melihat mereka, charles dan keyra dengan cepat melepaskan pelukan mereka flix yang canggung hendak keluar tapi Charles menghentikannya
"mau kemana kau?"
"bos aku"
"bukankah ini telah lebih dari tiga jam?"
"itu bos, tadi saat aku masuk kau sedang tidur jadi"
"sudahlah bagaimana hasilnya?"
"bos tidak ada bukti apapun ditaman kota tempat mobil putri terparkir tidak terdapat cctv, jika kita melihat mobil dengan teliti maka akan diketahui bahwa ada yang sudah merombak mobilnya, dan sekretaris itu sudah meninggal sebelum kecelakaan karna kami mendapatkan bahwa dia telah diracuni, kita harus berhati-hati menyelidikinya"
"teruslah selidiki"
"baik bos"
flix pun berlalu pergi
"apa kau mendengarnya?"
"ya, aku sudah tau ini akan terjadi tapi kali ini mereka melakukannya dengan sangat rapi"
__ADS_1
"sudahlah pulihkan dulu tubuhmu apa kau mau makan?"