
"menurutmu kenapa yang mulia meminta kita memblokir daerah ini?"
"daerah ini tidak memiliki apapun kan?"
"tidak tahu"
"ada yang bilang yang mulia sangat ketakutan saat mengangkat telepon dan langsung meminta untuk memblokir jalan ini"
"jangan pikirkan hali lain"jalankan saja tugas kita"
saat keyra para pengawal melewati jalan itu disana sudah terdapat banyak mobil yang tidak bisa lewat para polisi yang tidak tahu juga menghadang mereka dan menyuruh mereka menepi, salah satu pengawal turun melihat dia dengan pakaian lengkap seperti itu para polisi itu langsung mengarahkan pistol mereka padanya
"hei hei hei"
"tunggu sebentar"
"apa yang kalian lakukan?"
"siapa kau kenapa kalian membawa senjata?"
"apa tujuan kalian?"
"dasar tidak berguna kami harus bekerja jalan ini ditutup untuk kami"
"tidak mungkin!"
pengawal lainnya menghubungi keyra dan beberapa detik berikutnya polisi itu mendapat telpon dari komandan mereka, lalu pengawal akhirnya bisa lewat. tak berselang lama keyra juga lewat sana karena tadi mereka sudah mendapatkan perintah maka keyra bisa masuk tanpa hambatan
"pak kenapa dua mobil tadi diperbolehkan masuk?"
"kenapa kami tidak bisa"
"kami hanya menjalankan tugas"
"mereka itu sedang dalam misi"
polisi itu menjawab sembarangan saja karena diapun tidak tahu apa yang terjadi,didalam hutan scar dan dua orang temannya sedang bermain kartu
"hei apa kita perlu memberi orang tua itu makan?"
"apa dia sudah bangun?"
"tidak tahu"
"apa kita memberi obat penenang terlalu banyak?"
"sudahlah jangan pikirkan"
"saat dia bangun berikan dia beberapa roti"
"bos bilang dia harus tetap hidup"
nenek masih pingsan dan tidak sadarkan diri, beberapa pengawal sudah menemukan lokasi mereka dan bersiap menyerang. scar merasa ada yang aneh disekitar mereka, dia segera masuk kerumah dan membawa nenek pergi dari pintu bawah tanah sedangkan dua rekannya dia tinggalkan begitu saja, pengawal menyergap mereka dan membuat keduanya terkejut
"dimana yang satu lagi?!"
__ADS_1
"cepat periksa kedalam"
keyra masih diperjalanan, setelah mengecek isi rumah mereka menemukan terowongan bawah tanah dan segera melaporkannya kepada keyra
"yang mulia scar kabur membawa nenek"
mendengar itu keyra menghentikan langkahnya dan berbalik arah
"key!!"
"tunggu"
"apa ada yang tertangkap?"
"ada dua orang disini yang mulia"
"baik, bawa mereka"
"aku dan keyra akan mencari scar"
"siap yang mulia"
keyra menghubungi Daniel
"apa kau menemukannya?"
"belum, belum ada yang keluar dari noya"
"berarti dia masih disini"
"tuan gawat"
"ada apa?!"
"dua orang kita tertangkap"
"dimana kau sekarang?"
"dirumahku"
"aku kabur dari terowongan bawah"
"bagus aku akan melakukan rencana berikutnya"
Dullet mengirimkan pesan kepada keyra yang isinya
"jika anda menginginkan kembali nenek ini temui aku sendirian tanpa orang lain di pabrik tua button"
"charles dimana itu button?"
"kenapa?"
"mereka menghubungiku lihat ini"
"tidak!"
__ADS_1
"kau tidak boleh pergi"
"aku akan baik-baik saja"
daniel menyela pembicaraan mereka
"kakak ipar terowongan itu menuju ke kerajaan Hu"
"jadi disana"
"baik kita pergi dengan mobil saja"
Charles tidak bisa menahan keyra, akhirnya mereka langsung menuju kerajaan Hu. Keyra mengenakan kembali stelannya diluar, dan menghubungi raja Hendrick
"raja Hendrick aku menuju selatan dari Vatican tolong bukakan gerbang perbatasan"
"nanti aku akan menjelaskannya kepadamu"
keyra mematikan telfon, raja Hendrick melakukan apa yang diminta keyra. mereka masuk melewati perbatasan militer dan langsung menuju pabrik button itu, daniel melacak melalui komputernya diatas mobil.
setiba disana keyra turun dan masuk, didalam ada nenek yang diikat diatas kursi rodanya, disaat ingin mengejar nenek scar dan beberapa orang lainnya menghadang keyra
"tunggu yang mulia"
"tidak semudah itu"
"ada pesan untukmu"
mereka memberikan telfon yang sedang tersambung dengan Dullet
"halo?"
"salam kepada yang mulia"
"apa maumu Dullet?!"
"wah rupanya aku sudah ketahuan"
"baiklah dengan begini akan lebih mudah membuat kesepakatan dengan anda"
"jangan basa basi lagi!"
"begini yang mulia aku hanya ingin meminta bantuan kecil dari yang mulia"
"lepaskan putriku, aku lepaskan nenek anda"
"bagaimana?"
"hahaha"
"jangan bermimpi"
"apa itu keputusan anda?"
"baik orang-orang disana juga sedang tidak terkendali"
__ADS_1
"hati-hatilah"