Putri Yang Ditakuti

Putri Yang Ditakuti
detik-detik hukuman mati


__ADS_3

berita tersebar, Kay industry kini dikecam publik saham mereka anjlok, para karyawan takut harus kehilangan pekerjaan. seperti yang dikatakan keyra istri dan anak dari sekretaris Lim mendapatkan dampak dari perbuatannya, teman dan tetangga menjauhi mereka, beberapa warga datang dan melempari mereka dengan telur dan sayuran busuk.


keyra tau itu bukan kesalahan istri dan anaknya lalu datang kesana, dikerumunan warga yang marah istri dan anak sekretaris Lim sangat ketakutan, mereka saling melindungi satu sama lain. keyra berjalan diantara kerumunan itu dan tidak sengaja terkena lemparan telur, dengan sigap pengawal menangkap orang yang melempar itu, dan kerumunan itu terdiam seketika saat melihat pengawal berdatangan


"semuanya diam!!!!"


"beraninya kalian melempar pada yang mulia!!"


mereka seketika bersujud


"ampun yang mulia"


"ampun yang mulia"


"apakah ini perilaku masyarakat kita sekarang?!"


"apa menurut kalian mereka berdua ini pantas mendapatkan perlakuan seperti ini?!"


"nyonya Lim masuklah ke rumahmu"


"dan bersihkanlah tubuh kalian"


"terimakasih yang mulia"


putri sekretaris Lim memapah ibunya masuk ke dalam rumah, keyra juga ikut masuk ke rumah mereka. rumah itu sangat kacau barang-barang berserakan dimana-mana, setelah membersihkan diri mereka menemui keyra


"maaf yang mulia, beginilah keadaan kami sekarang"


"kenapa rumahmu seperti ini?"


"yang mulia, saat kami pertama mendapat berita bahwa suamiku ditangkap"


"sekelompok orang masuk dan mengobrak-abrik rumah"


"tidak ada seorangpun yang membela kami"


"aku dan putriku hanya bisa diam saja melihat semua ini"

__ADS_1


"aku tau apa yang dilakukan oleh suamiku adalah kejahatan besar"


"tetap saja aku memohon pada yang mulia untuk melepaskannya"


nyonya Lim itu menangis sejadi-jadinya


"nyonya Lim"


"aku adalah seorang gadis berdarah dingin"


"nyawa orang tuaku harus dibalas dengan nyawa pembunuh itu"


"aku juga bukan orang buta yang tidak bisa membedakan yang salah dengan yang tidak"


"aku datang hari ini adalah untuk menyarankanmu dan putrimu pergi meninggalkan ibu kota"


"besok hukuman mati akan dijatuhkan, kalian mau tidak


mau harus menerimanya"


"pergilah ke tempat dimana kalian akan aman, hukuman masyarakat kau sudah merasakannya"


mereka menangis tidak tahu harus berbuat apalagi


"pergilah aku tidak akan meminta uang yang sekretaris Lim miliki, agar kalian bisa melanjutkan hidup, jika kalian mau aku akan mengatur orang mengantarkan kalian"


"yang mulia aku ingin menemui ayahku untuk terakhir kali"


"apakah itu mungkin yang mulia?"


"heeh"


"baiklah temuilah dia, dan katakan aku yang mengizinkanmu"


setelah keyra pergi istri dan anak sekretaris Lim pergi ke penjara dan menemuinya


"pak aku datang ingin menemui ayahku pak Lim"

__ADS_1


"maaf nona tidak seorang pun diperbolehkan menemuinya"


"sebaiknya kau pulang saja"


"tapi pak, yang mulia sudah mengizinkannya"


"hahaha"


"jangan berbohong, sejak kapan orang sepertimu bisa menemui yang mulia"


"aku tidak berbohong!!"


"kau tanyakan saja pada tuan Arnold!"


polisi tetap saja tidak mempercayai mereka, sampai hari berikutnya nyonya Lim dan putrinya masih menunggu disana. sebelum hukuman dijalankan keyra pergi menemui tuan Lim ke penjara, disitu dia melihat ibu dan anak itu sedang menangis


"nyonya Lim kenapa kalian masih disini?"


"yang mulia merek tidak mengizinkan kami menemuinya"


"apa??!!"


"dimana petugasnya?!"


"salam yang mulia"


"kenapa kalian membiarkan mereka berdua disini?"


"maaf yang mulia kami akan mengusir kedua wanita ini"


"mungkin kau salah paham dengan apa yang aku katakan"


"maksudku"


"kenapa kalian tidak membiarkan mereka masuk?!"


"maaf yang mulia, aku tidak tahu jika..."

__ADS_1


"hah sudahlah biarkan mereka menemuinya"


akhirnya mereka bisa bertemu untuk terakhir kalinya


__ADS_2