
pagi hari keyra mengadakan rapat dengan para pejabat untuk membahas masalah kerajaan
"hari ini aku menunjuk sekretaris baru, silahkan"
"halo para tetua salam kenal namaku Arnold kepala sekretaris yang baru ditunjuk mohon bimbingannya"
"kau harus teliti memilih panutan tuan sekretaris!"
"apa?, baik yang mulia"
para tetua itu merasa tersindir oleh sikap keyra
"baiklah aku tidak akan basa basi, hari ini aku ingin merombak dan membongkar semua masalah yang terjadi, dimulai dari pengeluaran dan hasil yang tidak sesuai dan kita akan membahasnya dari sepuluh tahun terakhir, bagi siapa yang ketahuan melakukan sesuatu maka persiapkanlah diri aku akan memberimu hadiah yang tak pernah kau lupakan!"
mereka mulai sibuk untuk menutupi kesalahan masing-masing, hari itu terasa panjang dan melelahkan tentu keyra baru melakukan permulaan saja
"sepertinya kita harus meminta tolong bagian penyelidik kerajaan, kalau begitu kita akhiri hari ini"
"oh ya jika ada diantara kalian yang merasa ingin menyerah dan mengakui kesalahan aku menunggu sampai besok siang, sebelum aku menyerahkan tugas kepada penyidik"
lalu keyra pergi meninggalkan ruangan
"hheeeh"
"dia benar-benar tidak membuang-buang waktu"
"aku hampir mati kehabisan nafas hari ini"
keluh mereka yang tersangkut masalah
"apakah kita akan ketahuan?"
"bagaimana ini aku hanya ingin menjalani hidup damai di hari tua ku ini"
"apa kita mengaku saja?"
"kita harus menemui yang mulia Andrew dulu"
di ruangan paman Andrew
__ADS_1
"yang mulia bagaimana sekarang, apa kita benar-benar akan tamat?"
"aku hanya ingin hidup tenang"
"para tetua percayalah padaku, mereka tidak akan menemukan bukti apapun"
"lagipula dikerajaan ini dia adalah orang baru, dan semua orang disini adalah orang kita"
"kalau begitu kami percayakan semuanya padamu"
lalu mereka pergi, paman Andrew sebenarnya agak ragu-ragu tapi dia meyakinkan diri sendiri bahwa mereka tidak akan ketahuan"
dikamarnya keyra sedang bersantai dengan melakukan perawatan diri, dan seseorang menghubunginya
"ya...?"
"apakah lelah memimpin sebuah kerajaan?"
"Charles, apakah menurutmu aku bisa?"
"tentu saja kau bisa, kau adalah seorang gadis yang sangat tangguh"
"yang mulia apa ini masih keyra yang selalu penuh energi itu?"
dan saat itu seseorang mengetuk pintunya
"yang mulia tuan bounce ingin menemui anda"
"ya suruh tunggu aku di kebun luar"
lalu suara mereka pergi menjauh
"apakah kau ada tamu?"
"ya...."
"hanya seekor rubah tua yang ketakutan"
"wah kau memang cepat, kalau begitu pergilah"
__ADS_1
"ya"
di kebun tuan bounce sudah menunggu keyra, dari tiga puluh pejabat tetua dua puluh diantaranya adalah pejabat korup dan boby bounce salah satunya
"maaf anda sudah lama menunggu, ada apa?"
"yang mulia, aku merasa gelisah setelah rapat itu"
"aku..."
"tuan boby bounce melakukan penggelapan dana bantuan bencana untuk rakyat selama tujuh tahun terakhir, dan membeli beberapa saham atas nama perusahaan cangkang dari hasil penggelapan apa aku salah?"
"ampun yang mulia aku mengakui itu semua adalah kesajahatanku, aku mohon belas kasih darimu"
dia langsung bersujud dan memohon kepada keyra
"apa kalian pikir aku hanya menggertak?"
"karna kau adalah orang yang pertama mendatangiku maka akan kuberitahu kau sebuah rahasia"
"aku memiliki data tentang kalian semua jadi jangan berpikir untuk bermain-main denganku"
"aku mohon padamu yang mulia ampunilah aku"
"apa aku terlihat seperti seorang yang pemaaf?"
"satu-satunya jalan untukmu adalah serahkan semua asetmu yang berasal dari uang kerajaan, karna kau berinisiatif mendatagiku maka kau tidak akan dihukum mati"
"tuan arnold apa kau sudah menyimpan bukti ini?"
"sudah yang mulia"
"baik, boby bounce melakukan kejahatan keji semua asetnya yang berasal dari hasil konsepsi akan dikembalikan pada kerajaan, dan diturunkan jabatannya menjadi staff biasa badan sosial di daerah teluk bulan"
"baik yang mulia"
"terimakasih yang mulia, anda masih membiarkan aku hidup"
"bawalah keluargamu kesana dan jagalah mereka"
__ADS_1
berita tersebar cepat tentang seorang pejabat yang dihukum, hal ini membuat yang lainnya merasa was-was seakan kematian sedang mengintai mereka