Putri Yang Ditakuti

Putri Yang Ditakuti
menjemput adik


__ADS_3

"apa elios sudah diperiksa?"


"oh siapa mereka?"


nenek fu keluar dari dapur


"nenek ini adalah yang mulia ratu"


jelas elia


"salam kepada yang mulia"


"aku tidak tahu anda bisa datang kerumahku ini"


"ya"


"bagaimana elios bi?"


"yang mulia jika kita di ibukota mungkin dia tidak akan separah ini"


"disini tidak ada dokter"


"apa?"


nenek berbisik pada elia


"elia kenapa ratu sangat khawatir?"


"apa hubungan kalian?"


"nenek dia adalah kakak sepupuku"


nenek terkejut tidak percaya, beberapa jam kemudian dokter datang dan juga paman Edward sudah pulang


"eh"


"salam kepada yang mulia"


"kemarilah paman"


dokter memeriksa keadaan elios


"yang mulia maafkan aku, jika ditunggu lebih lama infeksi akan lebih parah dan bisa saja mengakibatkan kelumpuhan"


"tidak!!!!"


teriak keyra


"apa?!"


"putraku tidak boleh"


paman dan bibi menangis


"key paman mohon tolong selamatkan adikmu"


"aku mohon"


"elios kakak akan membawamu, maafkan aku sudah membuatmu menderita"


dengan cepat pengawal membawa elios ke lapangan helikopter keyra juga ikut


"sekretaris Arnold kau kembali besok kekota kerajaan, serahkan semua pada menteri-menteri itu agar mereka bekerja"


"aku harus pergi"


melihat keyra seperti itu elia menjadi sangat menyesal dan ingin meminta maaf pada kakaknya itu, dengan cepat helikopter bergerak menuju kota kerajaan. keyra menghubungi rumah sakit untuk mempersiapkan segalanya, saat mereka mendarat perawat dan dokter langsung menjemput mereka ke atap gedung lalu langsung menangani elios. setelah beberapa saat dokter keluar


"dokter bagaimana?"


"yang mulia maafkan kami"


"kaki kirinya luka berat dan infeksinya sudah menyebar"


"kemungkinan besar akan menjadi lumpuh total"


"untuk kaki kanannya kami sudah membersihkannya dan itu akan baik-baik saja"


"lumpuh?"


"maaf yang mulia"


"karena ini sedikit terlambat"

__ADS_1


"baiklah"


"apa dia sudah bangun?"


"dia tertidur yang mulia"


"baiklah terimakasih dokter"


keyra melihat elios kedalam dan duduk disampingnya, charles yang mendapatkan kabar keyra dirumah sakit juga segera menyusul


"key!"


"ha?"


"kapan kau datang?"


"barusan, flix yang bilang padaku"


"kenapa?"


"apa yang membebanimu?"


"Charles dokter bilang elios akan lumpuh sebelah kiri"


"jangan khawatir kita akan mencarikan dokter terbaik untuk menyembuhkannya"


"jika masih tidak bisa maka teknologi akan membantunya"


"kau benar"


"hanya saja aku merasa sangat bersalah"


"kau tahu dia sebenarnya adalah calon raja yang sesungguhnya"


"maksudmu kau berniat..."


"Charles adik-adikku ini tidak bersalah"


"orang tua merekalah yang salah"


"bagaimana menurutmu kalau aku menarik mereka semua?"


"itu bagus"


"didesa pendidikan mereka juga tidak tercukupi"


Elios terbangun


"kakak?"


"kau sudah bangun"


"oh kakak dimana kita?"


"dimana yang lainnya?"


"kita dirumah sakit"


"yang lainnya ada dirumah"


"apa masih terasa sakit?"


"sudah tidak sesakit kemarin lagi"


"kapan kakak datang?"


"emm itu radasia"


"apa elios lapar?"


"em ayah bilang tidak boleh terima makanan dari orang lain"


"apa?!"


"elios"


"apa aku orang lain?"


"tentu saja bukan"


"kakak adalah kakak ratuku"


"anak pintar"

__ADS_1


"itu berarti dia kakakmu juga"


"dia kakak iparmu suami kakak"


"paham?"


"emm"


keyra merawat elios beberapa hari dan mengantakannya kembali kepulau kubi


"ayah!!!"


"Elios"


"apa masih sakit?"


"tidak, kakak merawatku dengan sangat baik"


"begitu ya"


"ayah apa ini rumah kita?"


"ya"


"apa kau suka?"


"iya"


"tidak akan roboh lagi kan?"


"tidak"


"elios ayo kita lihat kamarmu kakak dan ayah pasti mau berbicara"


"baiklah"


elia membawa elios kekamarnya


"terimakasih yang mulia sudah merawat elios dengan baik"


"tegakkanlah kepalamu paman"


"aku sangat malu"


"kau walaupun bukan saudara kandung mereka"


"tapi memperlakukan sepupumu dengan baik"


"sudahlah paman"


"sebenarnya aku ingin menjemput mereka bertiga"


"kenapa?"


"paman sejujurnya dokter bilang kaki kiri elios tidak akan bisa seperti dulu lagi"


paman Edward tidak percaya


"aku berniat mencarikan perawatan apapun untuknua"


"terimakasih keyra"


paman Edward menangis


"paman walau bagaimanapun dia adalah raja selanjutnya"


"tidak!!!"


"kau pasti bercanda"


"dia..."


"aku takut permusuhan akan terjadi lagi"


"beberapa tahun ini aku sangat menyesal"


"cukup aku saja yang seperti ini"


"paman bukalah matamu"


"tidak ada pertikaian diantara kami"


"aku sekarang seorang pemimpin"

__ADS_1


"tapi kerajaan harus tetap dalam garis keturunan kakek"


"baru bisa disebut kerajaan Allen"


__ADS_2