
Charles menghubungi sekretaris Arnold yang sedang bersama keyra di taman nasional
"halo tuan arnold"
"salam yang mulia"
"tolong sambungkan dengan keyra"
"baik yang mulia"
"permisi yang mulia, yang mulia pangeran ingin berbicara dengan anda"
"apa?"
"ada qpa?"
"hamba juga tidak tahu yang mulia"
"baiklah"
"aku permisi sebentar pangeran"
"tentu yang mulia"
"halo ada apa Charles?"
"key dengarkan aku"
"tapi kau harus tenang"
"ada apa?"
"key seseorang menculik nenek"
"apa!!!!"
pangeran Tony yang bersama keyra terkejut mendengar keyra berteriak
"tenanglah key"
"jika mungkin, mintalah tuan arnold mengosongkan acara kita"
"baiklah"
"aku akan menunggumu dirumah"
"ada apa yang mulia?"
"oh maafkan aku pangeran Tony"
"terjadi sesuatu aku harus segera menyelesaikannya"
"aku minta maaf sekali lagi sepertinya lain kali aku baru bisa menjamu pangeran"
"tidak masalah yang mulia"
"kalau begitu aku pamit dulu"
"tentu sampai jumpa lagi yang mulia"
"tentu pangeran"
keyra masuk kedalam mobil
"tuan arnold tolong kosongkan jadwal untuk beberapa hari ini"
"baik yang mulia"
keyra kembali ke istana disana ia sudah ditunggu oleh Charles
"bagaimana ini bisa terjadi?"
"tenanglah dulu key"
"bagaimana aku bisa tenang charles"
"dengarkan aku dulu"
"key aku curiga ini semua perbuatan Dullet"
"kenapa?"
__ADS_1
"karena orang-orang itu membawa nenek ke Vatikan"
"sedangkan kita tidak mempunyai masalah apapun dengan mereka"
"dan Dullet adalah satu-satunya orang yang bermasalah dengan kita"
"dan dia juga sedang bekerja sama dengan Vatican"
"aku mengerti"
"sekretaris Arnold tolong segera hubungi kerajaan Vatican"
"sekaligus berikan bukti nenek menuju kesana"
"katakan pada mereka"
"jika mereka sengaja menyembunyikan keberadaan nenek"
"maka itu artinya mereka siap menjadi musuh kerajaan"
"segera hamba laksanakan yang mulia"
"siapa yang mendapatkan lokasi terakhir nenek?"
"Daniel"
"siapa itu?"
"sebentar lagi kau akan bertemu dengannya"
"aku sudah menyuruhnya kesini"
kakek tiba-tiba datang dengan penuh kecemasan
"key"
"apa yang terjadi pada nenekmu?"
keyra bersujud didepan kakek dan menangis
"maafkan keyra kek"
"ini semua salahku"
kakek merangkul keyra dan membantunya duduk diatas kursi
"nak jangan menangis"
"Charles bagaimana sekarang?"
"kakek tidak usah khawatir, jika perlu aku sendiri yang akan menyelamatkan nenek"
keyra memeluk kakek
"aku janji nenek akan baik-baik saja"
seseorang masuk
"oh salam kepada yang mulia"
"kau siapa?"
"key biar kuperkenalkan"
"dia adalah daniel"
"dia yang melacak keberadaan nenek"
"begitu rupanya"
"kakek sekarang kembalilah kekamarmu"
"dan istirahat kami akan menemukan nenek"
"aku berjanji padamu"
kakek kembali kekamarnya
"Daniel silahkan duduk dan ceritakan apa yang kau dapatkan"
"terimakasih yang mulia"
__ADS_1
Daniel mengeluarkan laptopnya dan memperlihatkan rekaman cctv kepada keyra
"mereka pasti sudah mengetahui posisi cctv"
"wajah mereka sama sekali tidak terlihat dikamera"
"biar kulihat"
keyra melihat dengan teliti rekaman cctv
"tunggu tato apa ini?"
"tato?"
"yang mana yang mulia?"
"ini"
keyra mengambil alih laptop Daniel, ia memperbesar dan memperjelas gambarnya, daniel melihat charles karena dia tidak menyangka keyra bisa dengan mudah melakukannya dan charles membalas tatapan daniel dengan ekspresi ejekan
"tunggu sepertinya aku pernah melihat tato ini yang mulia"
sela sekretaris Arnold, dia mengingat-ingat kembali dimana dia melihatnya
"dimana?"
"ah benar waktu itu, saat anda bertemu dengan menteri Dullet"
"aku melihat tato aneh itu pada salah satu pengawalnya yang berjaga diluar"
"baik"
keyra mencari informasi siapa saja orang yang dibawa oleh menteri Dullet dari kerajaan Hu, semua data mereka dalam sekejap sudah keluar beserta foto mereka juga yang jumlah seluruhnya adalah enam orang. daniel kembali terheran melihat keyra karena keyra hanya melakukan itu dalam hitungan detik sedangkan dia pasti membutuhkan waktu lebih lama.
"dari cctv kita dapat melihat mereka yang satu mobil dengan nenek hanya bertiga"
"dua yang membawa, dan satu lagi supirnya"
"sedangkan yang lain tidak mengikuti mereka"
"benarkan Daniel"
Daniel masih terpana disana memandang dengan tatapan kosong
"hei!!"
Charles menepuk pundak Daniel
"ha apa?!"
"apa yang kau pikirkan?"
"aku sedang berbicara padamu"
Daniel duduk didepan keyra
"kakak ipar nanti bisakah kau mengajariku lebih banyak tentang sistem?"
"agar pria itu tidak selalu mengancamku"
"aku mohon kakak ipar"
"ha?"
keyra melihat charles
"ya sebenarnya kami sudah seperti kakak beradik"
"oh apa yang kupikirkan"
"maafkan aku yang mulia"
"aku hanya kagum anda lebih hebat dari guruku"
"makanya tadi..."
"ya tidak apa-apa"
"sebenarnya kakak ipar lebih enak didengar"
"oh tuhan beruntung sekali kakakku yang cerewet ini bisa mendapatkan malaikat seperti kakak ipar"
__ADS_1
keyra menjadi malu dan suasana tegang sedikit mencair berkat Daniel