
Charles memeluk keyra
"Charles"
"apa?"
"menyingkirlah!"
mereka berdua saling tertawa, upacara pemakaman dilaksanakan semua anggota keluarga hadir bibi Alexa dan paman Andrew sangat terpukul mengantar putra mereka satu-satunya.
orang jahat akan selalu mempunyai rencana disituasi apapun, setelah Andreas tidak ada otomatis penggantinya adalah Elios putra paman Edward, akan tetapi dia belum cukup umur. jadi berikutnya adalah pangeran Kristian yang memiliki hak tahta jika mereka menyingkirkan keyra, upacara pemakaman berjalan lancar namun sikap mereka mulai berubah pada paman Andrew, mereka mulai memperlakukannya sama seperti memperlakukan raja philips ayah keyra.
"ada apa dengan kalian?!"
"kakak bukannya kami tidak menghormatimu tapi kau sudah tidak punya apa-apa lagi"
"jika kau bisa mengalahkan keyrapun kau tidak bisa mendapatkan apapun"
"kakak, kak Andrew benar lebih baik kau mengalah dalam pertarungan ini"
mereka bertengkar dan akhirnya paman Andrew pergi begitu saja.
keyra mengajukan laporan kedua kepada kehakiman kerajaan, yaitu kasus pembunuhan dua mendiang raja sebelumnya. dengan beberapa bukti mereka langsung menyelidiki kasus ini, dimulai dari seorang pelayan dari rekaman cctv yang ditemukan keyra.
mereka mencari keberadaan pelayan itu tapi dia sangat sulit ditemukan.
"kenapa wajahmu seperti itu key?"
"apa terjadi sesuatu?"
"oh charles apa kau bisa mencari seseorang untukku?"
"siapa?"
keyra memperlihatkan rekaman cctv itu pada charles
"ini..."
__ADS_1
"akan kucoba"
"terimakasih charles"
kerajaan juga mengumumkan dan mencari pelayan itu dan meminta rakyat menyerahkan dia jika mengetahui keberadaannya, paman dan bibinya yang terlibat ikut khawatir rencana mereka akan terungkap.
"kakak"
"dia harus segera kita singkirkan"
"dan bagaimana dengan kak Andrew, kita sudah meninggalkannya dia tidak akan bekerja sama"
"dia juga harus disingkirkan"
lalu mereka menemui paman Andrew
"ada apa kalian mencariku?"
"kakak bukankah lebih baik kalian tinggal diluar istana saja?"
"apa!"
"kau tinggallah di villa selatan"
"kurang ajar!!"
"kak kami akan baik jika kau menurut"
paman Andrew tak berkutik dia tak bisa lagi mengontrol adik-adiknya, terpaksa dia menuruti permintaan mereka. sebelum pergi dia menemui keyra terlebih dahulu
"ada apa paman"
"keyra paman akan pergi"
"kemana?"
"aku akan tinggal di villa selatan"
__ADS_1
"kenapa?"
"aku sudah tidak berguna diistana"
keyra curiga seorang yang melakukan apapun demi tahta menyerah begitu saja
"aku akan menyiapkan tempat yang lebih baik untukmu"
"tidak, kau tidak perlu melakukannya"
"paman aku masih memerlukan dirimu"
"aku tau kau adalah kunci kasus kakek dan ayahku"
"ini bukan tawaran tapi perintah, jika kau ingin menebus kesalahanmu pada ayah dan kakek kau harus mengaku atau ikut perintahku"
"atas dasar apa kau menuduhku"
"paman aku memiliki bukti dan itu semua mengarah pada kalian"
"aku hanya perlu beberapa saksi lagi"
"aku tidak tau apa-apa tentang itu"
"terserah kau mau bilang apa tapi bagiku kau adalah saksi atau tersangka utama"
"tuan sekretaris tolong siapkan tempat dengan keamanan tinggi untuk paman Andrew, ada pastikan dia selamat sampai sana"
"kemungkinan akan ada penyerangan"
"baik yang mulia"
"apa maksudmu penyerangan?!!"
"paman kau terlalu percaya pada adik-adikmu itu"
"mereka tidak akan melepaskan dirimu saat ini, apalagi aku sedang mencari bukti"
__ADS_1
benar saja sesaat setelah meninggalkan istana beberapa mobil mulai mengikuti mereka dengan segala persiapan yang sudah dilakukan mereka memulai rencananya. saat sampai didaerah hutan-hutan mereka mulai baku tembak, mobil yang mengikuti tadi menyalip mobil yang ditumpangi paman Andrew dan istrinya, mereka berhasil membunuh supir dan beberapa pengawal, dan juga menembak paman Andrew dan istrinya. beruntung paman Andrew mengikuti instruksi keyra dia pura-pura terkena tembakan dan mati agar mereka terkecoh.