
setelah makan malam keyra dan charles baru menyampaikan tentang pernikahan mereka pada kakek dan nenek
"kakek nenek"
"kami kemari, sebenarnya"
"key biar aku yang mengatakannya"
"ada apa nak?"
"kakek nenek"
"aku dan keyra akan menikah"
"benarkah"
"nenek sangat senang mendengarnya"
"kakek nenek"
"kami mohon restu dari kalian"
"tentu saja nak, keyra adalah putri dan cucu kami satu-satunya"
"kakek"
"kakek harus mendampingiku ya"
"apa?"
"tentu kakek mau, tapi kau yakin tidak mau orang lain?"
"mm, tidak"
"sekarang kalianlah satu-satunya keluargaku"
"aku sudah lama memikirkan ini"
"aku mau membawa kakek dan nenek untuk tinggal bersamaku"
"apa?"
"nenek rasa itu tidak perlu"
"nenek aku merasa kesepian diistana yang begitu besar"
"dan lagi, lihatlah"
"kakek dan nenek menjadi semakin tua"
"hari ini jika aku tidak datang mungkin kakek akan kelaparan sepanjang malam"
"keyra benar nek"
"kalian adalah keluarga"
"kami tidak mungkin membiarkan kakek dan nenek menderita disini"
"tapi nak kakek tidak biasa berdiam diri dirumah, disini kakek bisa bekerja"
"tidak"
"aku tidak mau kakek bekerja lagi"
"lagipula pria itu sangat kaya kek"
"dia akan memberi kita banyak uang"
"keyra"
mereka semua tertawa, dan keyra berhasil membujuk kakek nenek untuk ikut bersamanya.
keesokan harinya keyra dan charles pergi mengunjungi Mike, dengan membawa beberapa bunga
__ADS_1
"halo mike"
"kami datang"
keyra mengusap batu nisan Mike
"mike kau tahu, akhirnya pria bajingan ini melamarku"
"key"
"si brengsek ini akan cemburu"
"mike dia juga melakukan itu karena ejekanmu"
charles juga duduk disamping kuburan mike
"aku sudah tidak penakut lagi"
"aku berjanji padamu, aku akan terus menjaga keyra"
"mike aku harap semua sahabatku bisa datang di acara pernikahanku"
"tapi kau meninggalkanku lebih dulu"
"key jangan menangis"
"aku membawakan bunga untukmu"
"aku tau kau tidak suka binga"
"tapi ini membuat tempatmu lebih indah"
"mike kami akan datang lagi"
"tidurlah yang nyenyak"
keyra meletakkan bunga, dan kembali pulang. mereka kembali ke kota kerajaan bersama kakek dan nenek.
berita pernikahan akhirnya disebar, beberapa orang yang penting dikirimkan undangan khusus, dan masyarakat yang ingin datang juga dipersilahkan untuk hadir. semua orang sangat gembira, tapi Jasmine
"key apa kau masih menganggapku sahabatmu?!"
"kenapa?"
keyra menahan tawanya
"bisa-bisanya kau tidak memberi tahuku tentang pernikahan kalian"
"kalian bahkan tidak mengirimiku undangan!"
"bisa-bisanya aku tau dari berita di internet"
"apa kau sudah selesai?"
"key!!!!"
"hahaha"
"apa aku perlu mengirimimu surat undangan?"
"kau sangat jahat!"
suara merengek
"baiklah, sebenarnya ini idenya charles"
"kami bermaksud membuat kejutan untukmu"
"apa!!"
"dasar si brengsek itu"
"aku tidak mau tau, kalian harus membawaku melihat gaunmu"
__ADS_1
"dan kau harus membelikan aku juga"
"hahaha, baiklah bos"
"benarkah?"
"kapan?"
"besok"
"kalian baru mencari gaun besok?"
"bukan"
"paman Ryan sudah menyiapkan beberapa gaun, dari designer kerajaan"
"aku tinggal memilihnya"
"dia bilang designer itu sangat bersemangat, sehingga dia membuat dua puluh pasang gaun pengantin"
"apa dua puluh???"
"pokoknya kau harus membawaku, aku sangat ingin melihat gaun-gaun itu"
"iya"
"nenek juga akan pergi"
"kau ke pulau bintang?"
"ya"
"kami baru kembali, makanya tidak sempat memilih gaun"
"key seharusnya kau mengajakku"
suara Jasmine tiba-tiba menjadi sedih
"maaf Jasmine"
"kami kesana dari pulau kubi"
"maafkan aku"
"apa kau melihat mike?"
"tentu saja"
jasmine terdengar menagis
"Jasmine apa kau baik-baik saja?"
"key aku sangat merindukan bocah itu"
"sudahlah dia baik-baik saja sekarang"
"dia tidak akan senang melihatmu seperti ini"
"apa kau bercanda?"
"dia akan sangat bahagia melihatku menangis"
Jasmine sedikit tertawa
"tidurlah kau tidak boleh telat tidur"
"atau kantong mata tidak akan bisa ditutupi makeup saat pernikahanmu"
"apa kau tidak apa-apa?"
"ya"
"sampai jumpa key"
__ADS_1
"sampai jumpa Jasmine"