Putri Yang Ditakuti

Putri Yang Ditakuti
preman


__ADS_3

"el aku mendengar sesuatu tentang Irsyhan"


"apa?"


"kukatakan tidak ya......"


elia memberikan beberapa uang


"waah dua ratus ribu..."


"baiklah akan kukatakan"


"Irsyhan sudah tidak diawasi lagi oleh ibunya"


"kau pasti bercanda"


"aku tidak berbohong aku mendengarnya sendiri tadi malam"


"Irsyhan yang mengatakan pada Billy dan Niu"


"tidak ini tidak benar"


elia merasa cemas dia tahu dengan karakter Irsyhan dia tidak akan diam saja setelah semua itu


"kalau tidak percaya ya sudah"


"dia bilang Irsyhan Stewart telah kembali"


elia berlari kekamarnya


"eh mana elia?"


"dia sudah pergi"


"ah kalau begitu aku juga pergi dulu"


malam itu elia mengunci kamarnya dan bersembunyi dibalik selimut, dan rupanya Irsyhan juga ada disana dia memainkan trik yang sama dengan elia. Irsyhan yang bersembunyi dibawah ranjang elia mengulurkan tangannya dan menyalakan korek api, elia melihatnya dan tahu bahwa itu Irsyhan lalu dia kembali menutupi wajahnya dengan selimut


"hei kau sedang apa?"


elia pelan-pelan menurunkan selimutnya


"hehe..."


"apa lagi yang bisa kulakukan"

__ADS_1


"sayang kenapa kau gemetar?"


"kamu.."


"aku?"


"tidak"


"tidak apa-apa"


Irsyhan melompat ke ranjang elia


"aaaa"


"sayang bukankah kemarin kau bilang kau sangat merindukanku?"


"sayang aku sangat merindukanmu kenapa kau menghindar dariku"


"benarkan.."


"benarkan.."


"tidak!!"


elia mendorong Irsyhan lalu berlari keluar


"zia!!!"


"bianca!"


Irsyhan keluar dari kamar bianca dan membuat elia terkejut


"jika kau ingin meminta bantuan mereka lihat saja sendiri"


elia melihat kedalam kamar dan disana Bianca dan Zia sudah tertidur, elia sangat ketakutan


"sudahlah sayang tidak akan ada orang yang bisa membantumu"


"sekarang kemarilah"


Irsyhan merentangkan tangannya, hendak memeluk dan mencium elia


"ehm"


elia kabur dari sana sesampainya digerbang asrama, Irsyhan juga sudah sampai disana, dia melompat didepan elia dan membuatnya terkejut

__ADS_1


"aaaa..."


"sayang kau mau kemana?"


"kemarilah"


Irsyhan mau memeluk elia lagi tapi elia kabur dengan cepat


"sayang jangan kabur lagi"


"baiklah jika kau mau bermain seperti ini aku akan menemanimu"


Irsyhan mengejarnya, elia berlari sangat jauh sampai di area pertokoan yang sudah tutup, disana sangat sepi dan tiba-tiba dari gang gelap ada orang yang menariknya


"aaaaa...."


sementara Irsyhan sudah kelelahan mengejar


"elia sayang sudahlah jangan lari lagi.."


"sayang dimana kau"


Irsyhan yang sadar elia menghilang mulai panik


"elia!!!"


"el!!!"


"kau dimana?!!!!"


dia mendengar suara teriakan elia dari dalam gang dan pergi kesana, didalam gang itu elia tarik oleh beberapa preman dua orang memeganginya


"bos lihatlah"


bos itu melihat elia, dia berjalan pelan-pelan kearah elia


"tidak"


"lepaskan aku"


bos preman itu menginjak kaki elia dan memegangi kepala elia hendak menciumnya tapi tiba-tiba Irsyhan datang, dia menahan wajah bos preman itu lalu menghajarnya dua preman yang memegangi elia juga menyerang Irsyhan tapi Irsyhan lebih cepat, Irsyhan menarik elia lalu berkelahi dengan preman-preman itu, elia bersembunyi dibalik sampah sedangkan Irsyhan bertarung dengan preman itu, akhirnya preman itu dikalahkan oleh Irsyhan tapi saat Irsyhan hendak melihat elia bos preman itu menusuk kaki Irsyhan dengan pisau, Irsyhan berbalik dan kembali menghajar preman itu walaupun dia kesakitan, dia memukul preman itu sampai terkapar dan tidak bisa melawan lagi. Irsyhan yang kesakitan terjatuh, melihat itu elia keluar berlari mengejar Irsyhan yang kesakitan. melihat Irsyhan begitu kesakitan elia yang cemas mencoba mencabut pisau yang masih tertancap dipaha Irsyhan


"egh...."


"tunggu.."

__ADS_1


air mata elia terus mengalir, setelah tercabut elia merobek kardigan putih yang ia pakai lalu membalut luka Irsyhan, setelah elia membalut luka Irsyhan itu di dia melihat Irsyhan masih kesakitan, lalu dia memeluknya. setelah beberapa menit mereka berdua baru sadar, elia melepaskan pelukannya dia menatap mata Irsyhan yang sudah terlihat sedikit tenang, elia mengusap lembut pipi Irsyhan lalu mencium keningnya, Irsyhan kembali mengusap lembut pipi elia dia melihat elia yang sangat cemas, dia mengusap air mata elia dan menciumnya. mereka berciuman dan berpelukan, malam itu mereka akhirnya saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.


__ADS_2