Putri Yang Ditakuti

Putri Yang Ditakuti
desa angin


__ADS_3

hari itu charles pulang lebih awal dari biasanya


"aku pulang"


"kau sudah pulang?"


"ya pekerjaan selesai lebih awal"


"jadi kita bisa liburan"


"apa kau bersenang-senang minggu ini?"


"ya tony sudah membawaku kesemua tempat tapi aku masih penasaran dengan tempat yang kau katakan itu"


"baiklah besok pagi kita akan berangkat kesana"


"apakah tempatnya jauh?"


"lumayan jauh"


"key bersiaplah kita akan makan malam diluar nanti"


Charles mengajak keyra keluar untuk makan malam disebuah restoran yang sangat terkenal dikota, disana tanpa sengaja mereka bertemu dengan tuan Baky


"bukankah ini tuan muda Gold?"


"hai tuan Baky"


"apa kalian sudah memesan tempat?"


"bagaimana jika bergabung denganku?"


"terimakasih tuan"


"tidak perlu sungkan tuan muda"


"aku tidak tahu kau ada disini"


"dan siapakah wanita cantik yang bersama denganmu ini tuan muda?"


"perkenalkan dia adalah istriku"


"apa kau sudah menikah?"


"selamat ya"


"ya sebenarnya kami sudah lama menikah"


"halo tuan Baky aku Keyra Allen"


"tunggu apa??"


"benar tepat seperti yang anda pikirkan"


"maafkan ketidak sopananku ini yang mulia"


"tidak apa-apa"

__ADS_1


setelah makan mereka kembali berbincang-bincang


"tuan Baky apa kalian masih menempati desa angin?"


"o?"


"ya disana adalah camp tentaraku"


"ada apa tuan muda?"


"waktu itu saat anda mengajakku kesana aku melihat sebuah tempat yang sangat indah"


"aku berniat membawa keyra kesana"


"tentu saja"


"silahkan anda bisa datang kesana"


"nanti aku akan memberitahu orangku bahwa anda akan berkunjung"


"terimakasih"


ditengah-tengah pembicaraan itu datang seorang pelayan membawakan sebuah bakpao untuk tuan Baky


"silahkan tuan"


"maaf tapi aku tidak memesan ini"


"koki kami membuatkan ini khusus untuk anda"


"nona bisakak aku bertemu dengan koki kalian?"


"tentu tuan saya akan memanggilnya"


setelah koki itu keluar, koki itu menangis tuan baki juga terlihat begitu senang dia memeluk koki itu


"aku terus berpikir kemanakah kau pergi"


"apa kau senang bekerja disini?"


"tuan bagaimana kabarmu?"


"apa kalian saling mengenal?"


"tuan muda dia adalah salah satu orang kepercayaanku"


"tapi beberapa tahun belakangan ini dia memutuskan untuk keluar"


"halo tuan gold lama tidak bertemu"


"apakah kau boby?"


"benar rupanya anda masih mengingatku"


"siapa dia charles"


"dia boby, dulu saat bekerja sama dengan tuan Baky aku dan daniel sering bertemu dengannya"

__ADS_1


"halo nona"


"boby mereka berencana pergi camp"


"benarkah?"


"kebetulan aku juga akan kesana besok untuk mengunjungi kakakku"


"bagaimana kalau boby ikut bersama kami saja?"


"tidak perlu nona"


"aku bisa sendiri"


"tidak apa-apa"


"mobil kami yang satu lagi masih ada tempat kosong"


"tidak perlu aku takut akan merepotkan kalian berdua"


"tidak apa-apa nanti kau bisa menaiki mobil pengawal"


"dan kau pasti lebih mengenal tempat itu daripada orang lain"


"jadi kami bisa minta tolong padamu mengajak kami berkeliling juga aku penasaran dengan sebuah rumah kecil yang ada disana"


"kau tahu keu rumah itu begitu kecil tapi bisa ada banyak sekali orang yang keluar dari sana"


"itu.."


"maafkan aku tuan muda tapi kita tidak bisa sembarangan masuk kedalam camp"


"aku juga tidak punya akses masuk lagi"


"apa kau tidak menganggapku disini?"


"boby kau akan selalu tetap pada posisimu sebelumnya"


"kau sudah seperti keluargaku sendiri"


"kalau begitu baiklah


"aku juga selalu ingin kesana untuk mengunjungi gadis cantik itu tapi aku selalu saja sibuk"


"boby mintalah beberapa tentara menjaga tempat itu nanti"


"baik"


"tuan rumah besar sekarang apakah ada orang?"


"ya hanya ada pelayan"


"setelah yuan dinan tidak ada siapa lagi yang berani masuk kesana"


"nanti yang mulia dan tuan muda menginap disana saja"


"terimakasih"

__ADS_1


__ADS_2