
keyra juga membuka rekaman cctv istana untuk mencari tahu siapa orang bertato itu,
"sekretaris Arnold yang mana orangnya?"
"ini yang mulia"
"tepat nomor dua disampingku"
"aku terus melihat tato itu sehingga aku mengetahuinya"
"baiklah"
keyra memperjelas wajah pria itu dan setelah dibandingkan dengan data yang telah ia dapatkan, akhirnya mereka mengetahui bahwa pria itu bernama scar dia sudah lama bekerja pada Dullet, dan yang mempertegas bukti itu adalah foto-foto scar dengan memperlihatkan jelas tato miliknya itu. tato seekor ular yang siap memangsa tapi tidak terlalu besar dan letaknya dipunggung tangan kiri scar
"bagus"
"segera hubungi vatican"
"katakan aku sendiri yang akan kesana dan suruh mereka melacak keberadaan scar secepat mungkin"
"jika tidak dapat aku sendiri yang akan membolak-balikkan kerajaan mereka"
"dan segera siapkan pesawat kita akan berangkat dalam tiga puluh menit"
"baik yang mulia"
"sebaiknya kau tunggu dirumah saja key"
"tidak"
keyra pergi ke sudut ruangan ia membuka tempat rahasia dan mengeluarkan sebuah box hitam besar
"siapkan perlengkapan kalian"
"baik yang mulia"
para pengawal segera mempersiapkan senjata dan perlengkapan lainnya seperti rompi anti peluru dan sebagainya
"sayang kau juga"
"tapi jika tidak mau ikut tidak apa-apa"
keyra membawa kotaknya tadi dan masuk kekamarnya
Daniel masih dalam kekagumannya pada keyra
"hei kau juga"
"baiklah"
"sudah lama aku tidak melakukan ini"
"ngomong-ngomong kakak aku tidak menyangka kakak ipar bisa melakukan ini juga"
"cepatlah atau dia akan meninggalkanmu"
daniel berlari keluar dengan cepat, dan charles menyusul keyra, didalam kamar keyra sudah memakai celana legging dan tank top hitam dan memakai stelan diluarnya karena dia akan datang secara baik-baik
__ADS_1
"apa isi kotak itu sayang?"
"senjata"
"apa!"
"tidak biar aku saja yang melakukan tugas berbahaya"
"aku tidak bisa"
keyra menghubungi kerajaan hu
"halo selamat siang tolong sambungkan kepada raja Hendrick"
"maaf siapa ini"
"bilang saja kerajaan Allen"
"mohon tunggu sebentar"
keyra menelfon sambil berdandan dan merapikan peralatannya
"halo?"
"ya yang mulia Hendrick"
"siapa ini"
"aku keyra"
"oh salam kepada yang mulia"
"ada apa yang mulia menghubungiku?"
"apakah ada yang bisa saya bantu?"
"yang mulia sebenarnya nenekku diculik"
"apa yang bisa saya bantu yang mulia?"
"dan yang menculiknya kemungkinan besar adalah orang dari selatan"
"bagaimana mungkin?"
"nanti sekretarisku akan menghubungimu"
"aku hanya meminta satu hal padamu agar mengizinkanku bertindak pada mereka"
"tentu yang mulia yang bersalah pada kerajaan harus dihukum"
"baik terimakasih"
"mereka bersembunyi di Vatican dan itu berarti ada rencana pemberontakan anda harus berhati-hati terutama pada Dullet"
"apa maksud anda yang mulia?"
"nanti aku akan menjelaskannya kepadamu"
__ADS_1
"kalau begitu sampai jumpa nanti"
keyra mematikan telfon iasudah siap dengan semuanya
"tunggu yang mulia"
"halo.."
"halo...."
raja Hendrick masih belum paham dengan apa yang dikatakan oleh keyra. diistana keyra sudah berjalan menuju mobilnya kopernya tadi dibawakan oleh pengawal, mereka berangkat ke bandara dengan empat mobil satu untuk keyra dan charles dan tiga lagi untuk para pengawal karena mereka berjumlah dua puluh orang sehingga tidak bisa dalam satu mobil, sedangkan daniel sudah tiba dibandara terlebih dahulu. diperjalanan keyra menanyakan respon Vatican pada sekretaris Arnold
"apa kau sudah menghubungi vatican?"
"sudah yang mulia"
"mereka tidak membantah"
"dan mempersilahkan kita masuk"
"baik"
"oh senjata kita bagaimana yang mulia?"
"aku melupakannya"
"hubungi mereka lagi"
"baik yang mulia"
"oh ya apa pesawat kita sudah siap?"
"aku sudah menghubungi bandara yang mulia"
"pesawat sudah siap"
"baik"
telpon ke Vatikan sudah tersambung
"ya tuan Arnold?"
"ada yang bisa kami bantu lagi?"
"tolong sambungkan pada yang mulia Wiliam"
"apa?"
"baik tuan, silahkan tunggu sebentar"
setelah beberapa saat
"halo?"
"salam yang mulia aku sekretaris kerajaan Allen"
"ratuku ingin bicara dengan anda"
__ADS_1
raja Wiliam sudah gemetaran, mendapat ancaman sebelumnya masih membuatnya takut dan mendengar keyra ingin bicara dia menjadi khawatir
"salam raja Wiliam"