
keyra mengeluarkan laptopnya
"Daniel keluarkanlah peralatanmu"
"baik"
"kita lacak dulu jejak mereka dan daniel bisakah kau mengamankan sistem dan jaringan vatican"
"aku akan mencoba mengakses semua cctv ditempat mereka terlihat terakhir terlihat"
"itu mudah kakak ipar"
keyra mengakses semua cctv disudut kota yaitu daerah Noya di Vatican tapi sayangnya hanya ada lima cctv didaerah itu dan rekaman yang menunjukkan keberadaan nenek tidak ada
"kakak aku menemukan mereka menggunakan mobil dengan plat b lima lima sembilan v"
"mereka langsung menaiki itu dari bandara"
"dan dari sana tidak ada rekaman mereka turun atau berganti mobil sampai ke daerah Noya"
"itu berarti mereka memang pergi ke Noya"
"apakah mobil itu ada keluar dari noya?"
"tidak kakak"
"bagus"
"baiklah sekarang sepuluh orang dari kalian pergi dan awasi daerah Noya"
"dan selebihnya menyamarlah agar tidak menarik perhatian cari tahu rumah mana yang mereka tempati sekarang"
"siap laksanakan yang mulia"
para pengawal segera menuju ke noya
"kita juga bersiap"
"daniel kau pantau semua dari sini"
"apa kau sudah memasang pelacak pada team?"
"sudah kakak ipar"
"komunikasi?"
"sudah kakak ipar semua HT sudah terhubung aku juga menyiapkannya untukmu dan kakak"
"baik"
keyra membuka stelannya dan memakai rompi anti peluru sarung tangan, membawa senjata api, boots dengan beberapa belati yang tersembunyi. Charles juga sama setelah itu mereka berangkat menuju Noya
"hubungi si tua Wiliam untukku daniel"
__ADS_1
"langsung nomor pribadinya"
"baik kakak ipar"
daniel menyambungkan telepon dari rumah
"halo siapa ini?"
"raja Wiliam tolong blokir semua akses menuju daerah noya dalam lima menit untukku"
"kami dalam perjalanan kesana"
"tidak ada yang boleh masuk atau keluar"
"jangan sampai kau membocorkan informasi ini"
"semua jaringan dan sistem kalian sedang dalam pengawasan kami"
"pesan atau telpon semuanya"
"jadi kami akan tahu apa yang kau lakukan"
"yang mulia ini.."
"raja Wiliam jika kau tidak mempersulitku aku tidak akan melakukan ini"
"baiklah yang mulia"
"daniel laporkan padaku jika situa itu sudah melakukan perintahku"
"baik kakak ipar"
"kakak ipar dia sudah menghubungi polisi"
"baik"
beberapa menit setelah itu daniel melihat adanya telpon masuk kepada raja Wiliam dan Daniel merekam dan mendengarkannya
"halo?"
"salam yang mulia"
"terimakasih atas peringatanmu"
"aku tidak menyangka wanita itu dalam sekejap bisa menemukan kami?"
keyra yang juga mendengarkan itu meminta daniel menghubungi sekretaris raja Wiliam
"halo?"
"berikan telpon ini pada rajamu"
"maaf tapi yang mulia sedang menerima telfon"
__ADS_1
"cepat berikan"
"bbaiklah"
mereka mendengar semua pembicaraan diistana raja Wiliam
"maafkan aku yang mulia ada telfon untukmu"
raja Wiliam tahu itu pasti adalah Keyra sehingga dia berkeringat dingin
"Dullet tunggu sebentar"
"baiklah yang mulia"
ia mematikan suara di hpnya yang terhubung dengan Dullet
"raja wiliam kami akan mengirimkan pesan pada hp ini"
"kau hanya perlu mengatakan itu pada dullet"
keyra mengatakan apa yang ingin ia ketahui dan daniel mengirimkan pesannya, saat menerima pesan raja wiliam langsung menanyakannya kepada Dullet
"halo Dullet?"
"ya yang mulia"
"maafkan aku tadi ada sedikit urusan"
"tidak masalah yang mulia"
"sekarang kau ada dimana?"
"aku masih di kerajaan Allen"
"oh jadi hanya anak buahmu saja yang sisini?"
"ya begitulah"
"aku ingin meminta yang mulia untuk menghalangi wanita itu agar jangan sampai kesana"
"begitukah?"
"memangnya dimana mereka sekarang?"
"di sebuah rumah didalam hutan Noya"
mendengar hal itu keyra langsung meminta pengawal untuk menyisir area itu
"Dullet kau benar-benar membuatku dalam situasi sulit"
"mengapa kau harus menangkap neneknya?"
"aku tidak punya pilihan"
__ADS_1
"baiklah terimakasih yang mulia"
Dullet menutup telfon