
"paman aku kesini hanya ingin meminta restumu"
"pergilah kau sudah tidak ada hubungan dengan kami"
"aku setuju atau tidak kalian akan tetap menikah"
"benar, tapi karena aku masih menganggap kalian keluarga"
"baru aku pergi kesini"
"kalau begitu tuan Edward, aku dan keyra akan pergi"
"sampai jumpa lagi"
keyra dan charles kembali ke mobil
"sayang mana keyra?"
"sudah pergi"
"apa!"
"sayang apa dia meninggalkan kita uang?"
"tidak"
"huuh, dasar wanita pelit"
"ngomong-ngomong kenapa dia kesini?"
"dia akan menikah"
"menikah?"
"apa dia memintamu datang?"
"memintamu menjadi pendampingnya?"
"jadi walinya?"
"kau ini cerewet sekali"
"sudahlah aku akan kembali bekerja"
keyra merasa sedikit kasihan melihat adik-adiknya yang harus putus sekolah
"halo tuan arnold"
"ya yang mulia"
"apa di pulau kubi, kita memberikan biaya siswa gratis untuk anak yang kurang mampu?"
"sebentar, saya cek yang mulia"
"halo yang mulia"
"ya"
"kita tidak punya bantuan pendidikan disana yang mulia"
"apa kita harus melakukannya?"
"ya"
"berikanlah beasiswa gratis disini"
"karena ada banyak sekali anak-anak yang tidak sekolah"
"segera dilaksanakan yang mulia"
"apa kau mengkhawatirkan adik-adikmu key"
__ADS_1
"ya, seorang pangeran yang tidak sekolah"
"itu akan sangat menyedihkan"
"kau benar-benar membuatku kagum padamu"
"beberapa hari ini melakukan perjalanan"
"aku sangat lelah"
Charles menyenderkan kepalanya dipundak keyra
"hey tuan, kita masih harus ke pulau bintang"
"aku tahu"
Keyra dan Charles langsung menuju pulau bintang, dam pergi ke rumah kakek dan nenek. saat tiba kakek dan nenek sedang dirumah, saat keyra masuk
"nenek"
"kakek"
"aku pulang"
"o"
"putriku pulang"
kakek langsung memeluk keyra
"kakek kenapa sendirian?"
"aku tidak sendiri"
"nenekmu ada dikamar"
"kenapa?"
"dia akhir-akhir ini menjadi semakin lemah"
keyra langsung berlari kekamar nenek, disana nenek terlihat sedang tertidur, keyra mendekatinya dan menggenggam tangan nenek
"nek aku pulang"
nenek terbangun
"lihat siapa yang datang"
"apa kau baik-baik saja nak?"
"emm"
"nenek apa nenek sakit?"
"nenek kan sudah tua"
"jadi sakit seperti ini sudah biasa"
"apa kau sudah makan?"
"belum nek"
"apa nenek mau makan sesuatu?"
"aku akan membuatkannya"
"nenek tunggu aku ya"
keyra turun dan langsung ke dapur untuk memasak
"nak apa kau lapar?!"
__ADS_1
"iya kek"
"kakek juga pasti sedang lapar kan?"
"tunggulah aku akan menyiapkan makanan untuk kalian"
"yang mulia kami akan membantu anda"
"baiklah"
keyra menyiapkan makan malam dibantu oleh beberapa pengawalnya, tidak hanya makanan untuk mereka, keyra juga menyiapkan makanan untuk pengawal yang menjaganya
"kenapa banyak sekali yang mulia?"
"kita kan banyak"
"bukankah hanya anda, tuan charles, kakek dan nenek?"
"dasar bodoh"
"jadi kalian apa?!"
"ha?"
"benar-benar tidak perlu merepotkan anda yang mulia"
"kami baik-baik saja"
"hari ini kita tidak akan ke hotel"
"jadi apa kalian akan makan makanan kemasan dimobil itu?"
"bagaimana anda tahu?"
keyra hanya tersenyum pada mereka, akhirnya hidangan selesai, keyra dan yang lainnya makan bersama termasuk lima belas orang pengawalnya
"kalau begitu kami akan makan diluar yang mulia, permisi"
para pengawal itu berbalik dan berjalan keluar
"hei!!"
"siapa yg mengizinkan kalian makan?"
mereka semua bersujud
"ampuni kami yang mulia"
"kenapa?"
"kami akan pergi yang mulia"
"kenapa harus diluar?!"
"apa kalian kira rumah ini sempit?"
"ha???"
"kemarilah, makan bersama"
Charles, kakek, dan nenek tersenyum melihat keyra yang menjahili pengawalnya itu
"tapi ini tidak pantas yang mulia"
"apa kau berani menentangku?!"
"hamba tidak berani yang mulia"
"kemari!"
"ini perintah!"
__ADS_1
"kemarilah nak, tidak apa-apa"
malam itu mereka makan malam dengan gembira, para pengawal juga. kebanyakan dari pengawal itu adalah anak yang tidak mengenal keluarga sebelumnya, dan saat diluar bersama keyra, mereka selalu merasa diperlakukan seperti keluarga, dan itu membuat mereka jadi sangat terharu. dan mereka saat itu berjanji pada diri sendiri akan setia juga selalu mendampingi dan menjaga keyra sampai akhir.