Putri Yang Ditakuti

Putri Yang Ditakuti
Serangan balik


__ADS_3

pagi hari Irsyhan bangun


"sayang aku juga merindukanmu.."


"haaa?!"


"matilah aku jika ibu melihatku seperti ini"


Irsyhan berlari kekamarnya sambil merapikan bajunya, saat membuka pintu kamar dia melihat elia yang masih tidur dengan kemejanya yang lain


"oh dia masih tidur"


saat hendak menutup pintu dia sadar lagi


"elia!!"


Irsyhan mendekati Elia dan membangunkannya


"bangun"


"bangun"


"pergilah dari sini"


elia terbangun


"emmm"


"selamat pagi"


"mana kopiku?"


"kopi?!!"


"pergilah"


Irsyhan menarik elia keluar dan saat dia membuka pintu ibunya sudah ada didepan pintu, Irsyhan langsung menutup pintu lagi dan menguncinya


"tidak tidak tidak"


"bagaimana ini"


"ada apa denganmu?"


"tadi menyuruhku pergi"


Irsyhan sangat cemas


"minggirlah"


"tidak jangan!"


"kenapa?"


"ada ibuku didepan kau tidak bisa kesana"


"ibu?"


"oh biarkan aku bertemu dengannya"


"tidak"


sedangkan diluar nyonya Stewart sudah memanggil-manggil Irsyhan


"Irsyhan!!"


"sedang apa kau didalam?!!"


Irsyhan menggendong elia kekamarnya elia meronta-ronta


"ibu tolong aku"


"ibu!!"


"diamlah"


Irsyhan memukul kepala elia dan elia jadi pingsan, Irsyhan menyembunyikan elia dibelakang sofa baru membukakan pintu untuk ibunya


"ada apa denganmu?"

__ADS_1


"kenapa lama sekali?"


"itu.."


"tadi aku tiba-tiba sakit perut"


supir nyonya Stewart membawa barang-barang


"nyonya dimana aku harusa meletakkan ini?"


"letakkan saja disamping sofa itu"


saat meletakkan barang dia melihat elia disana


"nyonya itu!!"


Irsyhan langsung menutup mulut supir itu


"kenapa pak?"


"tidak apa-apa bu"


"ibu aku lapar sekali bisakah ibu membuatkanku sarapan?"


"baiklah"


ibu Irsyhan pergi kedapur


"pak tolong antarkan dia ke asrama"


"tapi siapa dia tuan muda?"


"sudahlah jangan banyak tanya"


"antarkan saja dia ini upah untukmu"


"terimakasih tuan muda"


"kau harus menjaganya dengan benar jika sampai terjadi apa-apa padanya kau akan mendapatkan akibatnya"


"tenang saja tuan muda"


"tunggu aku saja yang membawa ke mobil"


Irsyhan menggendong elia ke mobil dan baru diantarkan oleh supir, dijalan elia terbangun


"siapa kau?"


"nona sudah bangun?"


"aku adalah supirnya tuan muda Irsyhan"


"dia memintaku mengantarmu ke asrama"


"ooh begitu"


"tuan bisakah kau membelikanku pakaian ditoko depan sana?"


"tidak mungkin aku pulang seperti ini"


supir itu tersenyum dia membayangkan apa yang terjadi pada tuannya dan elia


"tuan kenapa kau tersenyum?"


"eeh"


"ini tidak seperti yang kau pikirkan"


"aku mengerti nona"


"dasar anak muda"


setelah mengganti pakaiannya barulah elia kembali ke asrama, sekolah sedang libur musim panas makanya beberapa orang kembali kerumah mereka. tapi elia lebih suka diasrama, Bianca bony zia juga tinggal di asrama, teman-temannya sudah menunggu elia didepan kamarnya mereka sudah memanggil dari tadi tapi tidak ada yang menjawab, elia datang


"kenapa kalian didepan pintuku?"


"el....!"


"kau dari mana?"

__ADS_1


"apa kau tidak pulang semalam"


"em aku ada beberapa urusan jadi menginap ditempat saudaraku"


"dewi el...."


"apa kau yakin...?"


"sudahlah nanti aku akan mengatakannya pada kalian"


dirumah Irsyhan


"ibu masakan ibu memang yang paling enak"


"apa kau suka?"


"em"


"ibu janganlah mengusirku"


"ya..."


"aku hanya berteman saja"


"aku tidak akan membuat masalah lagi"


"apa kau benar-benar akan melakukannya?"


"ya"


"itu ibu kemarin kan ibu menahan kartu kreditku"


"bolehkah dikembalikan??"


"dasar"


"ini ibu tidak pernah bisa marah padamu"


"terimakasih bu"


"jadi apa aku boleh melakukan keinginanku lagi?"


"ya... asalkan jangan terlihat oleh paparazi lagi"


"baiklah kau adalah ibu yang terbaik"


setelah itu malam harinya Irsyhan dan teman-temannya pergi ke club lagi


"kau kenapa kawan?"


"sepertinya sangat bahagia"


"hahaha...."


"sekarang aku sudah tidak diawasi ibuku lagi"


"Irsyhan Stewart sudah kembali!!!"


bony juga disana dan tidak sengaja mendengar hal itu, keesokan harinya diasrama sore itu elia menceritakan apa yang terjadi pada teman-temannya dan mereka semua tertawa


"apa kalian tahu ekspresi wajahnya Irsyhan?"


"dia seperti melihat hantu"


"hahaha..."


"el kau berani sekali mengerjainya"


"itu salahnya sendiri"


"kenapa dia terus memprovokasiku"


bony datang


"kalian sedang membicarakan apa?"


"bukan urusanmu"


cetus zia

__ADS_1


__ADS_2