Putri Yang Ditakuti

Putri Yang Ditakuti
retakan kedua


__ADS_3

polisi itu membunyikan bel, dan Lady Scarlett langsung membukakan pintu


"apa ada yang bisa kubantu?"


"yang mulia anda kami tangkap atas tuduhan pembunuhan terhadap raja Frederick"


"apa yang kalian bicarakan mana mungkin aku membunuh ayahku sendiri!!!"


mereka langsung menyeretnya pergi, media langsung memberitakan masalah ini rakyat tidak menyangka ada konspirasi besar didalam kerajaan yang selama ini terlihat damai itu. sedangkan paman Andrew dan bibi Anne semakin gelisah


"kak"


"sial"


"darimana dia menemukan pelayan itu?"


"bagaimana ini semakin lama kita semakin terancam"


"kita berpura-pura saja tidak tahu"


"Scarlett tidak akan diam saja"


"aaaah sial!!!"


"kau pergilah bujuk dia agar tutup mulut"


"ya aku akan kesana"


bibi Anne menemui bibi Scarlett dipenjara, setelah menunggu lama akhirnya dia diperbolehkan menemui adiknya itu


"kakak!!"


"Anne"


"adik.."


"kak kau tidak boleh mengatakan apapun pada mereka, jangan membawa kami!"


"apa?!"


"adik bukannya mengkhawatirkan aku kau malah"


"jika kau menyerah dan tidak menyeret kami maka kakak dan aku akan berusaha mengeluarkanmu dalam waktu dua tahun"


"dua tahun?!!"


"apa kalian ingin mnyingkirkanku juga?"


"pelankan suaramu"


"tidak"

__ADS_1


"jika kau tidak menyerah kami bisa melakukan apa saja pada keluargamu"


"dasar iblis aku ini kakak kandungmu!!"


"apa bedanya kau dan aku justru kaulah yang memberikan racun pada ayah"


"kauu.."


"kami berjanji akan mengeluarkanmu asal kau tetap diam"


"kau begini padaku karena kau ingin menjadikan putramu raja kan?"


"lalu siapa lagi putramu lebih muda dari putraku"


"kakak setelah kau keluar nanti kami akan membiarkan kau hidup enak selamanya"


polisipun datang


"yang mulia waktu anda sudah habis"


"ya aku mengerti"


bibi Anne pergi meninggalkan adiknya dipenjara, disisi lain keyra pergi menemui paman Andrew di rumah persembunyiannya


"keyra"


"paman apa kau sudah mendengar beritanya?"


"aku tidak mengerti dengan kalian"


"apa kakek itu bukan ayah kalian?"


"apa ayahku bukan kakak kalian?"


paman Andrew memalingkan wajahnya


"bisa-bisanya kalian membuat seorang pelayan hampir gila"


"apa untungnya membunuh demi tahta?"


"apa tahta itu bisa menyelamatkanmu dari kematian?"


"aku tidak mau membiarkan ini lagi"


"paman aku juga mendapatkan beberapa bukti keterlibatan dirimu dalam kasus peracunan air"


"aku tidak mengerti kau juga seorang raja, dimana tanggung jawabmu dalam melindungi rakyat?"


"kau tega sekali membunuh begitu banyak nyawa"


"apa kau tak malu saat nanti bertemu dengan kakek"

__ADS_1


"sudahlah jika kau mau penjarakan saja aku"


"baik aku akan menyeret kalian semua kepenjara"


"dan pertahankan saja keegoisanmu itu"


keyra pergi dari sana, tapi sebenarnya dalam hati kecil paman Andrew dia menyesali semua perbuatannya terutama pada ayahnya. dia teringat saat ayahnya sekarat dia seolah baru tersadar dan dia sangat menyesal


"Andrew"


"ayah maafkan aku"


"apakah kau begitu ingin naik tahta?"


"kau bahkan melakukan ini"


"maafkan aku ayah aku menyesalinya, tolong maafkan aku"


hingga yang mulia Fredrick meninggal dipelukannya.sebenarnya pada saat itu dia sudah berjanji tidak akan membunuh lagi dan juga dia tidak bisa tidur nyenyak sejak saat itu bayangan ayahnya selalu muncul saat dia menutup matanya, tapi karena harga dirinya dia terus saja melakukan apapun yang bertentangan dengan hatinya.


keyra juga pergi mengunjungi bibinya di penjara


"halo bibi"


"kenapa kau kesini"


"melihat kau seperti ini sepertinya tidak ada penyesalan dalam dirimu"


"aku heran melihat kalian semua"


"orang-orang gila yang melakukan semuanya demi tahta, tapi tidak memiliki kepercayaan satu sama lain"


"membunuh yang terkena masalah"


"apa maksudmu?!"


"apa kau tidak tahu?"


"pembunuhan paman Andrew itu direncanakan oleh paman Edward"


"dan sepertinya mereka juga sudah memperingatkanmu"


dia hanya diam dan mulai gelisah


"bibi aku pernah melihat anak yang durhaka tapi tidak seperti dirimu"


"bahkan mereka tidak membunuh orang tua mereka"


"dan seekor anjing tau cara menyayangi induknya"


"diaaaam"

__ADS_1


"aku berharap kakek tidak akan pernah memaafkan kalian"


__ADS_2