
setelah kembali keyra segera mengadakan rapat lagi
"tetua bagaimana hasil penyelidikan dari polisi"
"mereka masih belum menemukannya yang mulia"
"aku mendapat laporan mereka yang menjadi korban adalah rakyat biasa para kalangan atas dan bangsawan tidak terdampak, jika ini terus berlanjut perekonomian kita akan terhenti dan krisis akan terjadi"
"apa yang membedakan kita dengan mereka selain status?"
"yang mulia menurutku dari segi makanan"
"benar apa petugas sudah menyelidikinya, tapi tidak ada apapun, makanan yang mereka konsumsi aman dan tidak berbahaya"
"yang mulia awalnya kami juga berfikir ini racun tapi setelah diselidiki dan dites para korban itu tidak terkena racun, anehnya gejala yang mereka tunjukkan adalah keracunan"
"benar, bagaimana dari segi minuman?"
"yang mulia, kita meminum minuman yang sudah disterilkan"
"karna harganya mahal rakyat biasa hanya mampu membeli air biasa, tapi stoknya akhir-akhir ini berkurang jadi mereka terpaksa meminum air PAM yang tersedia"
"kami juga sudah mengeceknya tidak ada racun didalamnya"
"apakah lab masih memiliki sample airnya?"
"masih yang mulia"
"baik,dan segera selidiki bagaimana stock obat bisa hilang"
keyra memeriksa kecurigaannya di lab
__ADS_1
"bagaimana hasilnya?"
"tidak menemukan apa-apa yang mulia"
keyra menghubungi profesor Smith dan memintanya datang
"profesor aku yakin air ini bermasalah"
"yang mulia, tapi hasil tes menunjukkan tidak ada masalah"
"oh tolong teteskan sedikit air itu kedalam zat asam"
benar saja kecurigaan keyra setelah digabungkan hasil tes menunjukkan hasil yang berbeda
"yang mulia apa ini racun baru?"
"ini aneh"
"setelah tes yang panjang tidak terdeteksi adanya unsur racun"
"penawarnya sama dengan racun biasa, gejala seperti keracunan makanan"
"berikan aku kesimpulanmu nanti sore, yang terpenting obatnya segera siapkan kita akan kirim ke semua rumah sakit"
"tuan arnold segera tugaskan orang untuk menetralisir airnya"
"baik yang mulia"
keyra kembali ke istana dan memastikan kali ini tidak ada masalah lagi. disisi lain charles sedang bersama dengan ayahnya Bryan Gold
"aku mendapat laporan bahwa kau sering terlibat dengan masalah kerajaan"
__ADS_1
"kau adalah penerusku kita tidak mengurus masalah kerajaan, kita memiliki urusan sendiri"
"tapi ayah"
"Charles tidak ada untungnya kita membantu mereka"
"ayah aku menyukai Keyra"
"sang ratu??!"
"iya ayah"
"charles kita sudah lama meninggalkan pekerjaan yang melanggar hukum, tapi keluarga kerajaan dan kita tidak begitu akur apalagi ratu"
"ayah dia sendirian dinegri yang besar ini, dia terlalu lemah untuk berdiri ditengah pertempuran ini"
"istana itu tidak bisa dia kendalikan sendirian"
"Charles kau terlalu khawatir, dia memiliki keluarga"
"ayah orang tua dan kakeknya sudah meninggal,tidak ada orangnya yang tersisa"
"apa ayah tahu, dia pernah ditargetkan orang aku menyelidikinya dan dia adalah yang mulia Andrew"
"dua hari lalu seseorang menembaknya, beruntung itu tidak fatal"
"ayah, gadis seumurannya masih menjalani kehidupan yang menyenangkan tapi dia menanggung beban negri ini"
"aku ingin terus melindunginya"
ayah charles terdiam sejenak, dia mengingat masa dia sangat ingin melindungi temannya tapi akhirnya dia kehilangan temannya itu, teman yang ada difikiran ayah charles adalah ayah arelia raja philips, dia mengingat saat kejadian kecelakaan itu raja philips masih menelponnya tapi setelah beberapa saat terdengar suara tembakan dan teriakan Bryan Gold saat itu panik setengah mati dan mencoba berbicara pada raja phillips tapi dia hanya mendengar suara raja philips yang menahan rasa sakit, lalu ia berteriak
__ADS_1
"bryan tolong selamatkan putriku, tolong bryan"
lalu suara ledakan terdengar dan sambungan telfonpun terputus